Proyek Krakatau Steel, Blast Furnace

profile PT Krakatau Steel

Proyek Krakatau Steel, Blast Furnace

Restruktur Utang

Blast Furnace?

Blast furnace merupakan salah satu proses metalurgi untuk mereduksi bijih besi (iron ore), pellet, dan/atau sinter secara kimia dan mengubah material besi padat tersebut menjadi logam besi cair bersuhu tinggi (hot metal) dengan sarana tanur/tungku pelebur. Metode ini juga dikenal sebagai tanur tiup karena sepanjang prosesnya yang ditiupkan udara panas (hot blast) ke dalam tungku. Udara bersuhu hingga 1800ºC ini ditiupkan dari dapur cowper melalui lubang/bukaan (tuyer) yang terdapat di bagian bawah tungku.

Bahan utama yang diperlukan dalam proses blast furnace adalah bijih besi—baik yang berkadar besi tinggi (magnetite dan hematite) maupun hasil olahan (pellet atau sinter). Selain bijih besi juga diperlukan arang batubara (kokas) dan bahan tambahan (flux) berupa batu kapur, kapur bakar, atau batu dolomit.

BajaBijih besi akan mengalami reduksi serta pemurnian yang selanjutnya akan melebur membentuk logam cair panas (hot metal) yang akan ditampung di bagian bawah tungku. Selain hot metal, di bagian bawah tanur juga ditampung limbah padat (slag). Setelah itu, dalam proses lanjutan, hot metal dapat dicetak menjadi besi kasar (pig iron) atau diproses menjadi baja.

Blast Furnace KS

Blast Furnace Complex PTKS seluas 55 Hektare. Ini merupakan proyek yang dilakukan oleh Konsorsium kontraktor yang terdiri dari MCC CERI dari China dan PT Krakatau Engineering (PTKE). Dalam Blast Furnace Complex, juga terdapat Sinter Plant yang memiliki kapasitas 1,7 juta ton per tahun, Hot Metal Treatment Plant dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun, Coke Oven Plant dengan kapasitas 555 ribu ton per tahun. Sebagai penunjang, terdapat Raw Material Handling (Stockyard) yang mampu menampung 400 ribu ton per tahun.

Tambang pasir besi

Note:

KS membangun Blast Furnace sejatinya membangun pabrik baja baru dengan teknologi blast furnace, dengan teknologi ini bahan baku dapat diperoleh dari penambangan pasir besi. Sedangkan pabrik baja yang lama menggunakan bahan baku dari scrap yang mayoritas impor.

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.