APBN 2020

Proses penyusunan APBN 2020 dimulai menyusun RAPBN 2020 pada bulang Februari 2019 dan lebih konkrit paska kwartal 1 yaitu dibulan Mei 2019. RAPBN 2020 disahkan DPR pada bulan September 2019 atau sebelum pelantikan Presiden periode 2019 – 2024 pada tgl 20 Oktober 2019. Proses tersebut atausiklus sudah baku bahwa Presiden periode berikutnya pada tahun ke 1 mempergunakan APBN yang disusun Presiden periode sebelumnya.

RAPBN 2020

Usai rapat sidang kabinet paripurna tgl 22 April 2019 terkait kesediaan anggaran dan pagu indikatif APBN 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi akan berkisar 5,3-5,6%. Presiden berharap kita bisa pacu sampai 5,6%,”

Inflasi masih akan tetap terjaga antara 2-4%, suku bunga antara 5-5,3% serta nilai tukar yang masih bervariasi antara Rp14-15 ribu. Kemudian harga minyak dipatok antara US$60-70 perbarel. Sedangkan konsumsi tumbuh sekitar 5,2%.

Masa Kampanye siapapun Capres akan menawarkan program yang tidak membebani masyarakat namun sebagai Menkeu tetap menjaga ke hati2an keuangan negara. Siapapun yang terpilih. Selanjutnya Menkeu menjelaskan proses tersebut.

Dalam wawancara tersebut diminta penjelasan dari Menkeu apakah proyeksi angka pertubuhan 5,3% tidak terlalu optimistis mengingat ekonomi global, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global. Di video tsb Menkeu menjelaskan tentang GDP dari sisi demand seperti konsumsi, investasi, Export, Import, Government Spending termasuk Kelapa Sawit.

Di jelaskan pula tentang proyek infrastruktur, di awal Pemerintahan Jokowi fokus kepada proyek2 yang mangkrak, terdapat investor yang sudah menang tender tetapi tidak meneruskan dengan berbagai alasan hal ini mendorong BUMN mengambil alih akibatnya timbul kesan BUMN terlalu dominan. Kemudian dibuat aturan atas instruksi Presiden, Private Public Partnership bahkan proyek2 dibawah Rp 500 milyar diserahkan kepada non BUMN, tetapi BUMN2 punya anak perusahaan yg bisa joint usaha dengan swasta.

Disinggung juga tentang Kartu Pintar, Kartu Sehat dan Kartu pra Kerja.

Yang menggelitik apakah bu Sri Mulyani besedia diangkat menjadi Menteri di Kabinet mendatang?

dari beberapa sumber informasi

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.