Belajar dari pengalaman Pres BJ Habibie mengatasi krisis multi dimensi

kerusuhan meiTragedi Trisakti tgl 12 Mei 1998 menjadi bagian pemicu kerusuhan yg lebih besar tgl 13 – 15 Mei. Kerusuhan juga berlangsung di beberapa daerah menimbulkan korban ratusan jiwa dan harta benda. Ketika puncak peristiwa, Presiden Soeharto sedang berada di Kairo, Mesir, untuk menghadiri pertemuan G-15 pada tgl 13 – 14 Mei 1998.

Di Jakarta korban akibat kerusuhan berjatuhan. Pemerintah Daerah Tangerang mencatat lebih seratus jenazah hangus terbakar di sebuah kompleks pertokoan. Pusat Penerangan ABRI melaporkan jumlah korban jiwa 500 orang. Belum lagi korban kerusuhan yg terjadi di Surakarta dan beberapa daerah lain, diperkirakan korban melebihi jumlah tersebut.

Gubernur DKI, Sutiyoso mengumumkan sedikitnya 4939 bangunan rusak dibakar, 1119 mobil pribadi hangus, angkutan unum 66 buah dan 821 sepeda motor hangus terbakar.  Rmh penduduk yg terbakar 1026 buah. Jumlah Bank yg rusak 64 buah, terdiri 313 cabang, 279 kantor cabang pembantu, 26 kantor kas. Total kerugian fisik ditaksir mencapai 2,5 trilyun rupiah lebih, belum termasuk isinya.

Kerusuhan Mei 1998 jauh lebih buruk dibandingkan kerusuhan Malapetaka 15 Januari 1974 atau dibandingkan Kasus 27 Juli 1996. Tersangka kerusuhan mencapai sekitar 1000 orang yg sempat ditangkap aparatur.

Sebagaimana dikutip media, Presiden Soeharto mengatakan bila rakyat tidak lagi memberi kepercayaan dirinya sbg presiden, maka ia siap mundur dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. Tetapi kalimat bersedia mundur tidak pernah diucapkan menurut Menpen Alwi Dahlan.

Pk 18.00 tgl 19 Mei 1998, BJ Habibie menerima tlp Ketua DPR/MPR Harmoko yg juga sebagai Ketum Golkar, menjelaskan hasil pertemuan antar pimpinan DPR dan pimpinan fraksi lainnya. Intinya demi persatuan dan kesatuan bangsa, secara arif dan bijaksana, Presiden Soeharto sebaiknya mengundurkan diri. BJ Habibie menyarankan agar Harmoko dan Abdul Gafur selaku pimpinan Golkar dan pimpinan DPR  memberikan laporan tertulis kepada Presiden Soeharto selaku Ketua Dewan Pembina Golkar. Usulan BJ Habibie disetujui Harmoko.

Tgl 20 Mei 1998, Ginanjar Kartasasmita melaporkan bahwa Menko Ekuin, Ginanjar Kartasasmita bersama 13 menteri dalam kordinasinya tidak bersedia untuk duduk dalam Kabinet Reformasi yg anggotanya sedang disusun.  Kepada Wapres dilaporkan bhw pernyataan para menteri sdh di tanda tangani bersama di gedung Bappenas. Sudah dilaporkan tertulis kepada Presiden melalui Tutut, putri tertua Pak Harto.

gedung dpr didudukiHal 89 .. melanjutkan pembicaraan dengan Jaksa Agung, menginstruksikan agar semua tahanan politik dibebaskan…termasuk Sri Bintang dan Muchtar Pakpahan. Hal 130. Harian Bisnis Indonesia tertanggal 4 Juni 1998 memuat hasil kajian Econit Advisory Group yg disampaikan oleh Dr Rizal Ramly dkk.

Hasil kajian menyatakan bhw mereka yg duduk sebagai tim ekonomi Kabinet Reformasi adalah tidak lain dari tim ekonomi era Soeharto. ….Karena itu, menurut hasil kajian tsb, pemerintahan Habibie maksimum hanya dapat bertahan tiga bulan.  Karena, pemerintahan Habibie part of the problem dan bukan part of the solution.

Memorandum on Economic & Finance Policy (MEEP) dng IMF ditandatangani pada 31. Oktober 1997 oleh Presiden Soeharto dgn CEO IMF, Michael Camdessus. Jumlah pinjamanan USD 43 milyar. Konsep IMF adalah mendinginkan ekonomi. Salah satunya penutupan 16 Bank swasta bermasalah tetapi kebijakan itu di respon negatif. Akibatnya terjadi rush penarikan dana masyarakat. Shg semakin banyak Bank yg kolaps krn kesulitan dana. Di keluarkan kebijakan BLBI pada bln Februari 1998 sebesar Rp 145,5 T.

imf congkakHal 86 susunan Kabinet Reformasi Pembangunan al  Menkopol & Keamanan, jendral Faisal Tanjung. Menko Perekonomian, Ginanjar Kartasasmita. Menko Pengawasan Penbangunan, Hartarto Sastrosoenarto.

Menlu, Ali Alatas. Menhan dan Pangab, jendral Wiranto. Menteri Perindustrian & Perdagangan, Rahardi Ramelan. Menteri Pertambangan & Energi, Kuntoro Mangkusubroto. Menkeu, Bambang Subianto. Menteri Koperasi & UKM, Adi Sasono. Menteri Kehutanan & Perkebunan, Muslimin Nasution. Mensegneg, Akbar Tanjung. Ketua Bappenas, Boediono. Menteri BKPM, Hamzah Haz. Menteri BUMN, Tanri Abeng.

Beberapa hari setelah Kabinet terbentuk muncul reaksi:

Econit meramal umur pemerintahan BJ Habibie cuma 3 bulan. Selain itu Barnas pimpinan jendral Kemal Idris membuat deklarasi, mengajak seluruh rakyat menjadi kekuatan oposan terbuka thd pemerintahan BJ Habibie. Terdapat pula Siswono Yudhohusodo, Sarwono Kusumaatmadja, David Napitulu, Tato Pradjamanggala, Udju Dinata, Hariadi Darmawan, Joko Sujatmiko mendirikan kelompok baru, Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB).

Mnrt Siswono GKPB ingin mempererat persatuan bangsa dan menjadi partner kritis bagi semua pihak, baik pemerintah, partai politik dan lembaga lain.  Yg baik kita dukung, dan yg jelek kita betulkan.

Tokoh nasional lainnya bergabung dlm Liga Penegak Kebenaran dan Keadilan (LPKK). Kelompok ini organisasi yg dibentuk perorangan yg berasal dari al Dewan Mesjid Indonesia, PB Jamaah Al Huda … PPMI, HMI, GPI, Pemuda Persis, BKPRMI.  LPKK mengecam keras pernyataan Barnas yg mereka nilai penuh kecongkaan dan memaksakan kehendak.

Barnas kritik keras juga Econit dan bbrp kelompak lainnya menilai pemerintahan BJ Habibie tidak lain kelanjutan pemerintahan Orba. Tgl  9 Juni 1998 akhirnya Presiden BJ Habibie bisa bicara per tlp dgn pak Harto. Namun minta utk bertemu tidak dikabulkan. Tidak menguntungkan jika saya (pak Harto) bertemu dng Habibie. Laksanakan tugasmu dng baik, saya hanya dapat melaksanakan tugas sampai disini.

Tgl 28 Mei 1998 diterbitkan Kepres mengenai penyempurnaan Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan (DPKEK). Sebagai ketua Presiden RI dan Wakil Ketua Prof Dr Widjojo Nitisastro. Tim ini diperkuat tim ahli pimpinan Kepala Bappenas Prof Dr Boediono.

Pencapaian bidang ekonomi:

Kurs Juni 1998 Rp 15 000/USD menguat menjadi Rp 7 600/USD di Juni 1999. IHSG menjadi 580 di tahun 1999 sebelumnya dibawah 200. Suku bunga BI thn 1998 sebesar 56,4% turun menjadi 22,3% di thn 1999.

Komentar Ekonom

Sri Mulyani dari UI, mengakui prestasi Habibie bisa menciptakan stabilisasi makro. Namun stabilitas menimbulkan kepincangan pada sektor ekonomi lainnya. Bahkan biaya yg hrs dikeluarkan sangat mahal. Stabilitas moneter dalam  bentuk inflasi dan nilai tukar dicapai dng ketatnya kebijakan moneter yg sempat melonjakkan suku bunga. Suku bunga tinggi inilah yg menyebabkan terpuruknya industri perbankan.

Presiden BJ Habibie mundur

Pertanggungan Jawab Presiden BJ Habibie ditolak MPR melalaui voting dengan selisih tipis; Menolak 51,5%, menerima 48,5% dan 1% absen. Sebagai konsekwensi Presiden BJ Habibie memilih mundur dari pencalonan Presiden.

selamat kpd gus DurKesimpulan

Gamblang sikon th 1997/98 tidak sama dengan krisis Global thn 2007/8 atau populer disebut Subprime Mortgage. Tidak sama dng krisis 2014 dan juga tidak sama dng krisis Corona Virus.

Daftar pustaka: Detik2 yg Menentukan karya BJ Habibie, terbit 2006.

diposting gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.