Berita Satu TV tgl 25 Okt 2019: Menko Maritim & Investasi bicara tentang Investasi

Ekonom Faisal Basri dalam situsnya menulis:

Di Indonesia yang lebih dominan adalah BUMN. Hampir semua sektor didominasi BUMN/BUMD: listrik, gas, air bersih, pertambangan, minyak mentah, kilang minyak, perbankan, asuransi, konstruksi, bandara, pelabuhan, kereta api, jalan tol, pompa bensin, pupuk, dan konstruksi. BUMN juga cukup besar di beberapa jenis usaba seperti garam, semen, baja, semen, gula, perkebunan, penangkapan ikan, maskapai penerbangan, angkutan laut, dan angkutan darat. Indonesia lambat laut mengarah ke  kapitalisme negara.

Kekuatiran Faisal Basri bukan tanpa alasan, berikut kutipan dari blog IMF dua tahun yang lalu;

IMF meningkatkan perkiraan untuk ekspansi China pada tahun 2017 dari 6,2% menjadi 6,7%, menekankan bahwa ini adalah hasil dari otoritas di Beijing yang menempatkan prioritas lebih tinggi untuk mencapai target pertumbuhan daripada kualitas output ekonomi. Total utang telah empat kali lipat sejak krisis keuangan mencapai $ 28tn (£ 22tn) pada akhir tahun lalu. IMF mengatakan utang sebagai bagian dari produk domestik bruto akan naik dari 235% menjadi hampir 300% pada tahun 2022.

IMF menyatakan keprihatinannya pada metode yang digunakan untuk menjaga ekonomi berkembang pesat – peningkatan pengeluaran pemerintah untuk mendanai program infrastruktur dan kemauan untuk memungkinkan bank-bank yang dikendalikan negara meminjamkan lebih banyak untuk pengembangan properti spekulatif. Dikatakan bahwa penumpukan utang publik dan swasta akan membatasi kemampuan Beijing untuk bertindak jika terjadi krisis keuangan.

Investasi kedepan dengan mengundang Modal Swasta Asing dan Nasional agar investasi tidak terlalu bertumpu kepada BUMN. Kita perhatikan penjelasan Menko Luhut Binsar Panjaitandi Berita Satu TV tgl 25 Okt 2019

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.