Conspiracy Economics

Monday, December 1, 1975, republished 2020 at Foundation for Economic Education (FEE)

By Joe Cobb of Chicago is Secretary of the Economic Civil Liberties Association. Joe Cobb received his degrees in economics from the University of Chicago, where he was editor of the New Individualist Review. Its faculty advisors were the Nobel Laureates F.A. Hayek, Milton Friedman, and George J. Stigler.

joe cobbIn 1993-96, Joe was the John M. Olin Senior Fellow in Economics at The Heritage Foundation in Washington, DC, and has also served as Chief Economist for the U.S. Senate Republican Policy Committee (1992-93), Staff Director of the Congressional Joint Economic Committee (1990-91).

S alah satu teori paling populer di bidang ekonomi adalah percaya pada konspirasi: jika Anda tidak mendapatkan “bagian yang adil”, itu pasti karena seseorang sedang merencanakan untuk mengambilnya dari Anda. Karena sebagian besar penduduk hampir setiap hari merasakan frustrasi karena keterbatasan anggaran – tidak cukup uang untuk didistribusikan  di antara makanan, pakaian, rekreasi, mainan, pajak, dan sebagainya – bukti empiris yang cetek akan tampak lebih dari berlimpah untuk “membuktikan” fat cats are ripping you off.

Apakah ini nampak kekanak-kanakan dan konyol? Sayangnya, setiap sampel opini publik akan mengkonfirmasi bahwa kebanyakan orang menganut teori ekonomi ini. Menilik kelompok-kelompok kuat dalam masyarakat kita terlibat setiap hari dengan teori ini: (1) kelompok konsumen yang menyalahkan supermarket atas inflasi; (2) serikat buruh yang menyalahkan bos atas upah rendah; (3) mahasiswa yang menyalahkan korporasi karena cuma cari untung; (4) Anggota Kongres dan Senator yang menuntut price control  dan price rollbacks. Tanyakan kepada setiap warga negara apakah dia percaya bahwa ekonomi Amerika “kompetitif” atau tidak dan Anda akan menemukan teori konspirasi.

Studi ilmiah ekonomi telah menjadi bidang yang sangat teknis, penuh dengan model matematika, teorema esoterik, dan regresi statistik. Ekonomi populer, bagaimanapun, masih dalam zaman batu. Pemikiran yang paling populer di bidang ini adalah tentang bricks and mortar” variety”. Misalnya, berjalan-jalan di pusat kota di kota besar mana pun. Amati gedung-gedung tinggi yang dihiasi nama-nama perusahaan Fortune 500. Orang biasa akan mendapat kesan bahwa gedung-gedung tinggi dan perusahaan raksasa adalah inti dari sistem ekonomi; dan siapa, sungguh, yang tidak akan merasa sangat kecil dan impoten di lembah Manhattan, Chicago, atau Los Angeles?

Note: Istilah bricks and mortar” variety mengacu pada bisnis pinggir jalan tradisional yang menawarkan produk dan layanan kepada pelanggannya secara langsung di kantor atau toko yang dimiliki atau disewakan oleh bisnis tersebut. Toko kelontong lokal dan pojok bank adalah contoh perusahaan bricks and mortar” variety

Diperburuk oleh Inflasi

Perasaan tidak berdaya yang dihasilkan oleh kesan  bricks and mortar” variety  ini bertambah selama masa inflasi, saat unit hitung mengalami depresiasi. Setiap konsumen yang pergi ke toko dua hari berturut-turut dan menemukan bahwa harga telah berubah, bahwa uangnya lebih murah, ingin menyalahkan manusia pertama yang dilihatnya menaikan harga. Bukankah benar bahwa kekuatan menetapkan harga adalah kekuatan untuk meningkatkan keuntungan? Betapa tidak berdayanya konsumen miskin itu. Betapa terbuka dia terhadap argumen yang didasarkan pada teori konspirasi.

Sampel opini publik mengenai tingkat keuntungan dalam perekonomian Amerika mengungkapkan kepercayaan umum bahwa pengusaha menghasilkan sekitar 30 –  40 persen keuntungan. Fakta bahwa tingkat pengembalian (actual rate of return on ) modal sebenarnya   3 sampai 4 persen (dan pengukuran ini tidak termasuk kegagalan bisnis, yang pernah disarankan oleh Frank Knight dapat membuat tingkat pengembalian di seluruh masyarakat menjadi negatif) hampir tidak diketahui masa pemilih. Mereka yang pernah mendengar angka yang benar mungkin tidak mempercayainya. Lagipula, para konspirator akan berbohong secara sistematis, bukan?

Masalah berpikir dangkal tentang proses ekonomi, bagaimanapun, berjalan jauh lebih dalam daripada kesalahan sederhana dalam informasi. Studi ekonomi adalah penyelidikan konsekuensi tidak langsung dari aktivitas. Teori populer hampir selalu mengandalkan tindakan langsung, tanpa memikirkan efek tidak langsungnya. Apakah Anda melihat ada masalah? Pecahkan itu! Singkirkan masalahnya! Lambaikan tongkat ajaib Anda. Mengesahkan hukum. Tidak peduli fakta bahwa masalahnya mungkin fatamorgana, dan hukum yang Anda lepaskan mungkin akan menciptakan masalah nyata sebagai gantinya. Perhatikan satu versi canggih dari teori konspirasi.

Teori ekonomi memberi tahu kita bahwa perusahaan monopoli dapat menetapkan harganya di atas “tingkat pasar alami” dan mengumpulkan keuntungan monopoli. Teori ini bergantung pada tidak adanya pengganti dan alternatif bagi pembeli. Jika Anda menerima teori konspirasi, Anda dapat memperluas gagasan monopoli ini dengan memasukkan “industri terkonsentrasi” – yaitu, industri di mana tiga atau empat perusahaan terbesar menjual lebih dari 60 persen produknya. Coba tebak tentang keuntungan di industri tersebut: apakah mereka akan berada di atas rata-rata? Jika Anda menemukan beberapa yang di atas rata-rata, akankah mereka bertahan di atas rata-rata dalam jangka waktu yang lama? Benarkah Tiga Besar mengeksploitasi posisi monopoli, dan konsumen kecil yang malang dirampok?

Periksa Rekor

Berdasarkan contoh kecil concentrated industries, Profesor Joe S. Bain menerbitkan sebuah artikel pada tahun 1951 yang tampaknya mendukung  market concentration doctrine yang kami jelaskan di atas. Artikel ini menyinggung beberapa investigasi yang, berdasarkan small sampels, tampaknya mengkonfirmasi laporan tersebut. Maka menjadi bagian dari kebijaksanaan konvensional bahwa Bisnis Besar merampas Anda. Apa faktanya? Pada tahun 1971, Profesor Yale Brozen menerbitkan serangkaian artikel di Journal of Law and Economics, kesimpulannya:

Persistently high returns do not appear to be characteristic of high-stable concentration industries. “High” returns occur in small, specially selected samples of high-stable industries, but not in larger samples. Above average rates of return forboth sets of samples, even when insignificantly above the average in the earlier of the comparison periods, converge on the average of all manufacturing industries as time passes.

Tentu saja, ada gerakan di Kongres untuk mengubah undang-undang antimonopoli untuk “memecah” industri yang terkonsentrasi.

Pertimbangkan implikasi kebijakan publik dari penegakan hukum antitrust yang lebih kuat dan lebih luas. Pertama-tama, mungkin akan menghibur publik jika pemerintah mengusut serangkaian “konspirasi ekonomi”. Para pemilih akan senang, karena mereka percaya pada teori konspirasi ekonomi dan mungkin mengalihkan pikiran mereka dari masalah inflasi yang tak terkendali (yang disebabkan oleh Kongres dan The Fed). Namun, pertimbangkan konsekuensi jangka panjang dan tidak langsung dari lebih banyak kontrol pemerintah.

Seperti yang ditunjukkan oleh F. A. Hayek, kepercayaan pada teori ekonomi yang salah telah menghasilkan sebagian besar hukum “buruk” dalam 100 tahun terakhir. Pertumbuhan administrasi Negara, peraturan ekonomi dan birokrasi dengan kewenangan yang luas untuk mengumpulkan informasi dan mengeluarkan perintah, dan keyakinan bahwa kita memerlukan perencanaan ekonomi oleh beberapa instansi pusat, semuanya didasarkan pada teori ekonomi yang aneh. Berbeda dengan sistem pengaturan diri yang dijelaskan oleh Adam Smith pada tahun 1776, yang bergerak menuju distribusi barang dan jasa yang adil melalui efek perdagangan dan pencarian keuntungan tidak langsung, teori konspirasi ekonomi mengasumsikan bahwa masyarakat dihuni oleh roh-roh jahat yang pasti ada. berjuang dan diatur secara sadar untuk mencegah bencana dan penderitaan.

 Menarik untuk melihat apakah penelitian empiris yang cermat dari para ekonom dalam tradisi Adam Smith akan dapat mengumpulkan cukup informasi untuk menyangkal teori konspirasi masyarakat, atau apakah para ahli sihir ekonomi yang melayani suasana hati rakyat pada akhirnya akan diberikan kontrol ekonomi “untuk menyelamatkan kita dari bencana.” Menarik untuk melihat penyebab sebenarnya dari bencana.

terjemahan bebas gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.