Fungsi Negara menurut Islam mengenai kebijakan ekonomi – lanjutan

Oleh: Prof Dr Ekrem Erdem, Januari 2011

II.B bidang kesehatan

Pandemi covit-19

Jumlah yang terpapar sampai dengan tgl 26 Agustus 2020

Indonesia

Total kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 160.165 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020. Pasien sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona berjumlah 115.409 orang. Total meninggal 6944.

Total kasus Covid 19 di dunia

Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 24.031.320 (24 juta) kasus hingga Rabu (26/8/2020). Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.579.882 (16,5 juta) pasien telah sembuh, dan 822.233 orang meninggal dunia.

APBN 2020

Dana penanganan efek korona menjadi Rp 667 Triliun – isi lengkap di blogweb Aspirasi tgl 5 Juni 2020, perubahan APBN 2020.

Dampak Ekonomi

Pertumbuhan Indonesia GDP Q1 2020 positif 2,97%, Q2 negatif 5,32% estimated 2020 0% – minus 2%.

Pertumbuhan Global GDP 2020  oleh IMF diproyeksikan minus 4,9%

Kerugian sektor Migas:

1.Exxon Mobil, dalam laporan yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2020 menyampaikan kerugian US$ 1,1 miliar. 2.BP rugi US$ 6,7 miliar 3.Chevron rugi US$ 8,3 miliar 4.Total rugi US$ 8,4 miliar 5,Shell rugi US$ 18,4 miliar. 6.Pertamina rugi US$ 767,2 juta.

Keuntungan sektor Perbankan tergerus

perbankan menderita

Bencana Alam

Point 3 & Point 5

Umar bin Khatab ra: “Jika kaki keledai tersandung di Irak, saya melihat diri saya bertanggung jawab di hadapan Allah pada Hari Penghakiman sebagai ‘mengapa tidak melebarkan jalannya’.

Individu secara alami dapat mengambil keputusan lebih efisien daripada perusahaan, dan perusahaan dapat melakukan hal yang sama, lebih baik daripada negara karena negara tidak ada hubungannya dengan masalah efisiensi untuk memproduksi dan menjual lebih banyak barang berkualitas dengan layanan serta dengan biaya lebih rendah. Terutama selama 40 tahun terakhir, beberapa masalah (biaya) dan ancaman internasional baru adalah suatu fakta berabareng  dengan peluang baru yang dibawa oleh perubahan ekonomi.

APBN

Kementerian Keuangan memastikan pemerintah menyediakan anggaran mitigasi dan penanggulangan bencana alam sebesar Rp15 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Nilai tersebut meningkat dari realisasi sementara dana bencana 2018 yang sebesar Rp7 triliun.

Peristiwa Bencana

Wilayah Ring of Fire,

Indonesia terletak diantara Ring of Fire yang membentang dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatra, terus ke Himalaya, Mediterania dan berujung di Samudra Atlantik. … Pada zona yang disebut Cincin Api inilah banyak terjadi gempa dan letusan gunung berapi.

Tsunami Aceh

Pada 26 Desember 2004, kekuatan gempa yang terjadi berada di Samudra Hindia pada kedalaman sekitar 10 kilometer di dasar laut. Wilayah sumber gempa berjarak sekitar 149 kilometer sebelah barat Meulaboh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (namanya saat itu). Gempa yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit ini tercatat mempunyai magnitudo sekitar 9,0. Energinya Setara 1.500 Kali Bom Atom Hiroshima

Bencana itu meliputi pantai-pantai yang berada Sri Lanka, India, Thailand, Malaysia, Somalia, Bangladesh, Maladewa, dan Kepulauan Cocos. Tsunami yang menerjang Aceh dan beberapa negara dekat Samudra Hindia banyak menimbulkan korban jiwa. Setidaknya tercatat dari Sumatra sampai Kepulauan Andaman, Thailand, India Selatan, Sri Lanka dan sebagian Afrika, ada sekitar 230.000 – 280 000 orang yang tewas di 14 negara. Kerusakan parah terjadi di wilayah Aceh dengan kurang leih sekitar 170.000 orang tewas. Semua bangunan hancur yang berada di sekitar pantai dan ratusan orang kehilangan tempat tinggalnya.

Kerusakan total senilai  US$2,9 miliar dan masyarakat internasional memberikan bantuan untuk kawasan bencana tsunami senilai 2 miliar dollar AS.

Gempa Bumi

Pada Jumat (28/9/2018), gempa bumi 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah dan sedikitnya 384 orang meninggal, 29 orang hilang di Kelurahan Pantoloan Induk, Kota Palu, dan 540 luka berat.

Sementara, gempa bermagnitudo besar juga terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (19/8/2018). Kali ini, gempa berkekuatan magnitudo 7. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa adalah 30 kilometer di timur laut Lombok Timur, NTB.

Menurut data BNPB bencana gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok pada 5 Agustus 2018 mengakibatkan 564 orang dinyatakan meninggal dunia yang sebagian besar atau 467 orang merupakan warga Kabupaten Lombok Utara yang lokasinya tak jauh dari pusat gempa dan sisanya tersebar di Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

bersambung

gandatmadi46@yahoo.com

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.