Indonesia Investment Authority (INA) atau LPI

Pembentukan LPI tertuang dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam beleid ini, pemerintah dimandatkan untuk membentuk LPI yang diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan dana pembangunan di tanah air

Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) di lantik pada Rabu, 27 Januari 2021 oleh Presiden Jokowi.

Dewan Pengawas & tugas dan wewenangnya 

1.Menkeu SRI Mulyani Indrawati  sebagai Ketua Dewan Pengawas merangkap sebagai anggota

2.Menteri BUMN, Erick Thohir  sebagai anggota.

3.Haryanto Sahari

Haryanto Sahari adalah akuntan publik senior yang dimiliki oleh Indonesia dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dan saat ini menjabat sebagai komisaris independen di salah satu perbankan nasional. Dia pernah menjabat sebagai Country Senior Partner of PriceWaterhouseCoopers Indonesia dan memimpin sejumlah inisiatif audit dari perusahaanperusahaan besar Indonesia.

Haryanto juga terlibat dan memiliki pengalaman dalam restrukturisasi perusahaan dalam krisis Asia. Beliau memiliki reputasi yang baik dalam bidang tata kelola dan manajemen resiko secara nasional dan internasional.

4.Darwin Cyril Noerhadi

Darwin merupakan salah satu investor terkemuka di Indonesia dan merupakan pendiri dari firma finansial Creador Indonesia. Beliau telah berperan dalam berbagai transaksi investasi di Asia Tenggara dan Asia Selatan meliputi Indonesia, Malaysia, India dan Vietnam.

Selain itu, dia pernah memegang jabatan penting termasuk menjabat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Direktur Keuangan Medco Energi, dan Partner di bidang Corporate Finance pada PriceWaterhouseCoopers Indonesia.

4.Yozua Makes

Yozua Makes adalah pendiri dan managing partner dari firma hukum Makes & Partners, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam transaksi merger dan akuisisi, corporate finance, penanaman modal asing dan berbagai transaksi komersial antar negara lainnya.

Sebagai salah seorang praktisi hukum terkemuka di tanah air, beliau juga telah menerima berbagai penghargaan internasional dari berbagai macam publikasi sebagai praktisi hukum pasar modal terbaik sejak 1990. Beliau menempuh edukasi dengan skala global baik di bidang hukum maupun bidang bisnis serta aktif sebagai pengajar di universitas-universitas di Indonesia.

Tugas Dewan Pengawas

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi, Dewan Pengawas bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas pengelolaan LPI oleh yang diselenggarakan oleh Dewan Direktur.

Menkeu, pemerintah sudah menyiapkan modal awal untuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebesar Rp15 triliun. Dana ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

“Pemerintah berkomitmen meningkatkan modal LPI hingga Rp75 triliun dan akan dilakukan bertahap sampai 2021. Ini diatur dalam PP 74/2020 melalui PMN dalam bentuk dana tunai, BMN, piutang negara dan BUMN atau perseroan terbatas, atau saham milik negara pada BUMN,

Dewan Pengawas juga bertugas untuk menyusun pengaturan dasar-dasar pengelolaan LPI, sebagai landasan bagi kegiatan operasional LPI nantinya.

Direksi INA (LPI) & Tugas dan Wewenang

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) bisa memberikan laba kepada pemerintah dalam bentuk dividen. Adapun maksimal dividen yang diberikan ke pemerintah adalah 30 persen dari laba.

LPI dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, sesuai dengan 6 kewenangan yang diberikan, yakni:

1.Melakukan penempatan dana dalam instrumen keuangan;
2.Menjalankan kegiatan pengelolaan aset;
3.Melakukan kerja sama dengan pihak lain, termasuk entitas dana perwalian (trust fund);
4.Menentukan calon mitra investasi;
5.Memberikan dan menerima pinjaman; dan
6.Menatausahakan aset.

Dewan Direkturnya akan terdiri atas 5 orang dari unsur profesional. Tugasnya adalah memberikan Laporan Tahunan dan Laporan Pertanggungjawaban kepada Dewan Pengawas. Presiden Jokowi pada hari ini tgl 16 Feb 2021 telah melantik Direksi INA (LPI)

1.Ridha Wirakusumah – Dirut

Eks Dirut PT Bank Permata Tbk/BNLI. Rdha memperoleh gelar Doctorate in Business Administration dari City University Hong Kong tahun 2016. Sebelumnya, dia memperoleh gelar Bachelor of Science dari Ohio University pada tahun 1985 dan gelar Master of Business Administration dari Ohio University pada tahun 1987.

2.Arif Budiman menjabat sebagai Deputy CEO INA.

Sebelumnya Arief Budiman juga menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Dia lahir tahun 1974, menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina EP Cepu pada 20 Maret 2015. “Beliau expert industri keuangan dan investasi, punya pengalaman 25 tahun, dan dalam usia sangat muda dipercaya sebagai presiden McKinsey Indonesia. Pernah menjadi Direktur Utama Danareksa

Dia meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (1996) dan memperoleh gelar Master of Business Administration (Honors) dari the Wharton School, University of Pennsylvania.

3.Stefanus Ade Hadiwidjaja

Stefanus menjabat Chief Investment Offcier (CIO). Dia sebelumnya menjabat Managing Director of Creador. Dia adalah Warga negara Indonesia, 39 tahun. Dia juga menjabat sebagai anggota Komite Investasi dan Manajemen Risiko PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) atau Rumah Sakit Hermina untuk periode 2018-2020.

Situs resmi Hermina mencatat, saat ini dia juga menjabat sebagai Managing Director di Creador Indonesia. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Project Leader di Boston Consulting Group, Financial and Management Consultant di Arghajata Consulting dan Skha Consulting, serta sebagai Territory Manager di IBM.

Dia memperoleh gelar MBA dari Wharton School di University of Pennsylvania dan Bachelor of Enginering (B.Eng.) bidang Teknik Industri dari Universitas Pelita Harapan.

“Belau adalah expert praktisi profesional berpengalaman konsultan internasional,” kata Kepala Negara.

4.Marita Alisjahbana

Marina adalah putri dari sastrawan terkenal Indonesia, Sutan Takdir Alisjahbana dan Dr Margaret Axer. Dia sebelumnya menjabat Country Risk Manager Indonesia, untuk Citi sejak 1988 sampai sekarang (32 tahun).

Dia lulus dari ITB jurusan arsitektur tahun 1975-1982 dan University of California Los Angeles, untuk master arsitektur periode 1984-1986 sebagaimana tercatat dalam situs LinkedIn.

“Ibu Marita menjabat Chief Risk Officer,” kata Jokowi.

Ia mengambil jurusan Arsitektur. Lalu, meneruskan pendidikan ke University of California pada 1984-1986.

Saat mengambil pendidikan pascasarjana, Marita sebenarnya mengambil bidang arsitektur. Namun kemudian berkarir di bank.

Marita juga merupakan putri dari Sutan Takdir Alisjahbana yang terkenal sebagai seorang budayawan, sastrawan, dan ahli tata bahasa Indonesia. Sutan Takdir juga merupakan pendiri Universitas Nasional di Jakarta

5.Eddy Porwanto Poo

Eddy menjabat Chief Financial Officer (CFP). Dia adalah Warga negara Indonesia, berusia 51 .tahun, berdomisili di Surabaya. Eddy bergabung dengan Delta Dunia sebagai Direktur pada Juni 2014. Dia juga menjabat sebagai Komisaris BUMA (Bukit Makmur Mandiri Utama) sejak tahun 2014, Komisaris PT Tugu Pratama Indonesia Tbk sejak tahun 2013, dan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sejak tahun 2019.

Sebelumnya dia adalah Direktur Operasional PT Northstar Pacific Capital. Dari tahun 2010 hingga 2012, dia menjabat sebagai Direktur/Deputy CEO Archipelago Resources Plc., serta sebagai Direktur Utama PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya.

Situs resmi Delta Dunia mencatat, dia memulai kariernya di PT BAT Indonesia, saat ini memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman di bidang keuangan di antaranya pernah menjabat sebagai Chief Financial Officer pada Garuda Indonesia, PT General Motor Indonesia, PT GM Autoworld, dan PT Reckitt Benckiser Indonesia. Dia memperoleh gelar Magister di bidang Bisnis dari University of Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

“Beliau expert pengelolaan keuangan dan value improvement di berbagai perusahaan multinasional. Juga pernah di Northstar Pacific,”

di posting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.