Indonesia Is Flirting With the Wrong Foreign Money – Jokowi wanted to fend off China. Instead, he got flighty fund managers.

Prabowo said that Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) cadre, Kwik Kian Gie (KKG) agreed to help him and Sandiga Uno as his running mate to find solutions to Indonesia’s economic problems.

Apakah dengan bergabungnya KKG memperkuat posisi PS.Sandi dalam Pilpres 2019? Sebelum kita dapat menyimpulkan hendaknya dipahami bahwa setiap pernyataan, ucapan dan tindakan yang pernah dilakukan akan direspon oleh pihak lawan. Sebagai contoh saat Sandiaga Uno ditanya apakah ia akan mengembalikan nilai Rp 100.000 sekarang seperti empat tahun lalu, ia tak menjawab dengan tegas. “Soal Rp 100.000, intinya daya beli masyarakat kami akan perkuat. Harga-harga kami akan buat stabil. (enggak) fluktuatif. Sudah kami buktikan di DKI kemarin,” lanjut dia.

Apa yang terjadi? Acara Rosi Kompas TV dan Metro TV dalam waktu bersamaan menyajikan topik itu. Pada saat yang sama menjadi viral tentang DP 0% , program OK-OC. Juga pernyataan2 KKG akan tercatat dan direspon dengan kritis bahkan diulang kembali jika menguntungkan salah satu pihak.

Pagi ini USINDO mengetengahkan artikel dari Bloomberg Opinion, sangat menarik.  Saya berusaha mengomentari isi dari tulisan Shuli Ren tertanggal 13 September 2018. Suli Ren adalah Bloomberg Opinion columnist yang meliput Asian markets. Judulnya

Indonesia Is Flirting With the Wrong Foreign Money – Jokowi wanted to fend off China. Instead, he got flighty fund managers.

Diawali dengan kalimat, Presiden Joko Widodo memperoleh pelajaran penting dari penurunan rupiah Indonesia tahun ini: Dia memilih jenis uang asing yang salah.

Rupiah adalah salah satu mata uang berkinerja terburuk di dunia pada 2018, turun hampir 9 persen, meskipun negara itu tampaknya melakukan hal yang benar. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan dengan 1,25 poin untuk melawan dolar yang kuat, sementara tentang disiplin fiskal, pemerintah baru-baru ini mengurangi defisit menjadi 1,85 persen dari PDB, dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,1 persen.

Kurs uangkurs Rupiah, turun – 8%, Filipina Peso – 7,6%, Ringgit Malaysia -2,5%, Dong Vietnam -2,5%, Baht Thailand -0,7%

Presiden Jokowi, , mungkin merasa tertipu dengan angka2 berikut. Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia lebih baik (improve) dari taper tantrum tahun 2013, dan negara ini keluar dari apa yang disebut Fragile Five emerging markets yang paling rentan terhadap krisis mata uang, menurut analisis para ekonom Bloomberg. (Note: Pada 2013 silam, saat The Fed melakukan tapering, mengurangi stimulus ekonomi secara bertahap).

FDIAmong emerging Southeast Asian nations, Indonesia attracts the least foreign direct investments (FDI) as a percentage of its GDP

Tetapi nilai mata uang pada akhirnya ditentukan oleh daya tarik negara sebagai tujuan untuk investasi jangka panjang (Foreign Direct Investment). Pada indeks itu, Indonesia memiliki skor yang sangat buruk. Pada kuartal kedua, investasi langsung asing ke dalam negeri berkontraksi 12,9 persen dari tahun sebelumnya, penurunan pertama setidaknya sejak 2011, menempatkan Indonesia pada peringkat terakhir negara-negara tetangga di Asia Tenggara relatif terhadap ukuran ekonomi mereka.

Sebagian dari ini tergantung pada kemandirian Jokowi terhadap Beijing. Indonesia praktis menutup pintu untuk jenis investasi Cina yang memicu booming manufaktur Vietnam, dan hampir tidak berpartisipasi dalam Xi Jinping’s signature Belt and Road Initiative. Kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung senilai $ 5,9 miliar, 142-kilometer (88 mil) adalah satu-satunya proyek infrastruktur penting yang melibatkan Cina.

Yang pasti, kehati-hatian presiden itu bisa dimengerti. Dari Malaysia ke Pakistan, pemerintah di sepanjang China’s belt and road sekarang dapat bertanya apakah mereka mendapatkan kesepakatan yang adil.

Namun, bukan berarti Jokowi mandiri. Dana infrastrukturnya yang berjumlah 4.800 triliun rupiah ($ 323 miliar) harus dibiayai entah bagaimana. Menurut Bank Dunia, indeks kinerja logistik Indonesia termasuk yang terendah di Asia.

Sejak Jokowi memegang jabatan Presiden pada Oktober 2014, jumlah obligasi pemerintah lokal yang beredar hampir dua kali lipat menjadi 2,274 triliun rupiah, dan hampir 40 persen dari yang dimiliki oleh orang asing. Ketika pasar negara berkembang berada dalam gejolak, fund managers global menjual kepemilikan mereka atau melindungi risiko mata uang  dengan hedging – keduanya menekan rupiah. Menolak investasi langsung asing (dari RRC)  yang lebih stabil, negara ini terbuai dengan uang portofolio.

Mungkin sudah terlambat untuk kembali. Pintu untuk booming konstruksi luar negeri Cina tampaknya akan ditutup. Pada kuartal kedua, pertumbuhan pendapatan konstruksi infrastruktur ang keluar negara itu melambat menjadi hanya 0,3 persen, dari 5,8 persen tahun lalu. Krisis utang baru-baru ini yang dialami teman-teman lama  Beijing di negara   Argentina, Venezuela, dan Pakistan akan menyerap uang Cina lebih banyak.

Selain itu, Tiongkok belum memiliki pengalaman yang sangat baik di Indonesia. Proyek kereta api Jakarta-Bandung, yang diberikan pada tahun 2015, baru saja dimulai karena penundaan kepemilikan lahan. Beijing tidak terbiasa dengan kelesuan seperti itu

Ketika Indonesia mendekati pemilihan umum April, oposisi telah mulai menyerang pesta utang pemerintah. Masalah sebenarnya mungkin bukan ukuran utang dan lebih banyak menyoal dunia kreditor. Jokowi dapat memilih pendukung yang dapat menuju ke keluar di setiap tanda-tanda tekanan yang lebih besar.

Komentar:

Benar kurs rupiah anjlok paling dalam, kurs Rupiah, turun – 8%, Filipina Peso – 7,6%, Ringgit Malaysia -2,5%, Dong Vietnam -2,5%, Baht Thailand -0,7%. Penyebabnya

Indek investasi (FDI) , Indonesia memiliki skor yang sangat buruk. Pada kuartal kedua, investasi langsung asing ke dalam negeri berkontraksi 12,9 persen dari tahun sebelumnya, penurunan pertama setidaknya sejak 2011, menempatkan Indonesia pada peringkat terakhir negara-negara tetangga di Asia Tenggara relatif terhadap ukuran ekonomi mereka.

Salah satu penyebabnya,  kemandirian Jokowi terhadap Beijing. Indonesia praktis menutup pintu untuk jenis investasi Cina yang memicu booming manufaktur Vietnam, dan hampir tidak berpartisipasi dalam Xi Jinping’s signature Belt and Road Initiative. Kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung senilai $ 5,9 miliar, 142-kilometer (88 mil) adalah satu-satunya proyek infrastruktur penting yang melibatkan Cina. Dari Malaysia ke Pakistan, pemerintah di sepanjang China’s belt and road sekarang dapat bertanya apakah mereka mendapatkan kesepakatan yang adil.

Bagaimana akibatnya? Dengan policy ke hati2an Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia lebih baik (improve) dari taper tantrum tahun 2013, dan negara ini keluar dari apa yang disebut Fragile Five emerging markets yang paling rentan terhadap krisis mata uang, menurut analisis para ekonom Bloomberg. (Note: Pada 2013 silam, saat The Fed melakukan tapering, mengurangi stimulus ekonomi secara bertahap).

Sebaiknya bagi kedua kubu menunjuk ekonom jika bicara ekonomi, selama ini banyak yang konyol.

Disarankan membaca artikel juga di blogweb ini dengan judul, Apakah benar Perekonomian Indonesia di kuasai Asing?

gandatmadi46@aspirasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.