Institusi yg kebijakannya mempengaruhi ekonomi AS

Sebelumnya kita tengok sekilas pereknomian AS ditangan President AS dari partai Democrat dan Republic:

grafik ekonomi ASDiatas adalah sekilas semua kategori di mana presiden Demokrat (biru) telah mendapatkan keuntungan dari Partai Republik (merah) dalam beberapa dekade terakhir. Tidak ada kategori ekonomi di mana presiden Republik secara kolektif bernasib lebih baik daripada Demokrat.

Kini yang bakal menjadi Kepala Pemerintahan AS adalah President Joe Biden dari partai Democrat. Sebelumnya President Donald Trump dari partai Republic..

Institusi yg kebijakannya paling berpengaruh

1.The FED (Bank Sentral), mengawasi dan mengatur bank (Bank komersial)  dan lembaga keuangan penting lainnya untuk memastikan keamanan dan kesehatan perbankan dan sistem keuangan negara dan untuk melindungi hak kredit konsumen. Menjaga stabilitas sistem keuangan terhadap  risiko sistemik yang mungkin timbul di pasar keuangan.

Federal Reserve, sebagai bank sentral Amerika, bertanggung jawab untuk mengendalikan jumlah uang beredar dolar AS. The Fed menciptakan uang melalui operasi pasar terbuka, yaitu membeli sekuritas di pasar menggunakan uang baru, atau dengan membuat cadangan bank (Bank Reserved)  yang diterbitkan ke Bank komersial.

Federal Reserve System tidak “dimiliki” oleh siapa pun. Federal Reserve dibentuk pada tahun 1913 oleh Undang-Undang Federal Reserve untuk berfungsi sebagai bank sentral negara. Dewan Gubernur di Washington, D.C., adalah badan pemerintah federal dan bertanggung jawab langsung kepada Kongres.

Sistem Federal Reserve hadir ke tengah publik AS dengan mengemban tugas utama yaitu mengatur suku bunga dan ketersediaan kredit perbankan, menetapkan kebijakan moneter negara, mengawasi dan mengatur lembaga keuangan, serta menyediakan layanan keuangan untuk lembaga penyimpanan pemerintah AS dan juga lembaga resmi asing.

2.The New York Stock Exchange

Bursa Efek New York (juga disebut NYSE atau Big Board1), konsenrasi sekitar 80% dari volume perdagangan saham di Amerika Serikat, dikenal sebagai pasar ekuitas yang terdepan dan paling maju secara teknologi.

Pertama, harga saham naik dalam fase ekspansi dari siklus bisnis. Kedua, karena pasar saham adalah mosi kepercayaan, crash dapat menghancurkan pertumbuhan ekonomi. Harga saham yang lebih rendah berarti lebih sedikit kekayaan bagi bisnis, dana pensiun, dan investor individu. Perusahaan tidak bisa mendapatkan dana sebanyak itu untuk operasi dan ekspansi.

 Menurut data Bank Dunia, ukuran kapitalisasi pasar saham AS pada tahun 2018 adalah USD 33.07 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar saham Indonesia adalah USD 486.76 milliar. Jumlah perusahaan publik yang tercatat di AS per 2018 adalah sebanyak 4,397. Sejauh ini, AS memiliki pasar saham terbesar di dunia.

dari beberapa sumber informasi

gandatmadi46@yahoo.com

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.