Krakatau Steel (KS) : Proyek Hot Strip Mill II

Pabrik ini tercatat menelan investasi senilai US$515 juta. Proyek pemasok baja Hot Rolled Coil dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun ini ditargetkan selesai pada  2019

Dengan fasilitas HSM II baru tersebut nantinya kapasitas Krakatau Steel dan Krakatau Posco mencapai 7 juta ton, atau masih terdapat kekurangan 3 juta ton untuk mencapai 10 juta ton.  Ke depan, kata Dirut KS, Silmy, akan ada pengembangan Krakatau Posco serta pembangunan pabrik rolling mill lainnya, seperti pabrik cold rolling mill II dan III serta penambahan kapasitas HSM II

Dalam pembangunan klaster baja 10 juta ton di Cilegon tersebut, dibutuhkan investasi total sekitar US$3,5 miliar hingga US$4 miliar. Kluster 10 juta ton ini ditargetkan akan rampung pada 2025 mendatang dengan menggandeng beberapa investor dan juga perusahaan baja terkemuka di dunia

Pembuatan baja Krakatau Steel (KS)

Proses Produks PT. Krakatau Steel dalam proses produksinya secara umumterbagi menjadi beberapa urutan proses yang dilakukan secara bertahap, yaitu:

Flow Steel MakingProses produksi besi spons(Iron Melting)

Proses produksi baja billet (Billet Steel)

Proses produksi baja slab (Slab Steel)

Proses pengerolan baja lembaran panas (Hot Strip Mill)

Proses pengerolan baja le&baran dingin (Cold Rolling Mill)

Proses Batang Kawat (Wire Road Mill)

1.Proses produksi besi spons: Iron Melting

Proses produksi besi spons terjadi pada Pabrik Besi Spons (Direct Reduction Plant) yang mana menerapkan teknologi berbasis gas alam dengan proses reduksi langsung menggunakan teknologi Hyl dari Meksiko. Pabrik ini menghasilkan besi spons (Fe) dari bahan mentahnya berupa pellet bijih besi Fe 203 dan Fe 204 dengan menggunakan gas alam CH4  dan air H2 O

2.Pabrik billet baja adalah pabrik yang membuat baja dalam bentuk batangan yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan baja profil, baja tulang beton, dan baja kawat. Bahan baku pabrik ini adalah besi spons, besi tua (scrap) dan paduan ferro  yang dilebur dan diolah di dalam dapur listrik  (Electric Arc Furnace) untuk dicairkan. Setelah mencair, selanjutnya baja dituang dalam cetakan atau sebuah mesin pengecoran kontinyu (Continuous Casting Machine) sehingga menjadi billetbaja. Baja yang telah didinginkan dan berbentuk billet tersebut dikenakan proses penarikan dan pelurusan, kemudian dilakukan proses pemotongan dengan ukuran tertentu sesuai dengan pemesanan.

 3.Proses produksi baja slab (Slab Steel)

Pabrik baja slab memproduksi lembaran baja yang bahan baku utamanya adalah besi spons dan scrap ditambah dengan batu kapur, serta dicampur dengan unsur unsur lain seperti C, Fe dan Si. Pabrik ini juga memanfaatkan peleburan ulang baja – baja reject  (rusak) dari pabrik- pabrik yang memproses baja jenis lainnya.

Dalam proses ini baja dicairkan dengan cara memasukkan kedalam furnace (tungku) secara manual dan continues feeding. Cairan baja yang sudah meenuhi komposisi metalurgy dan temperatur, dituang dari canal furnace ke ladle yang diangkut oleh brige crane. Pabrik ini memproduksi baja slab dengan ukuran:tebal 200 mm dan lebar 950 – 2080 mm dan panjang maksimum 12 000 mm dengan berat maksimum 30   ton. Slab baja yang sudah didinginkan dengan udara selama 24 – 36 jam dipotong sesuai dengan pesanan dengan menggunakan mesin ripping cutting. Kemudian dilakukan inspeksi visual. “pabila ditemukan cacat fisik permukaan maka dilakukan pengupasan permukaan dengan menggunakan Unit Scarfing atau Scarfing Machine.

Pabrik Baja lembaran Panas atau (Hot Strip Mill)

Pabrik Baja lembaran Panas atau (Hot Strip Mill) merupakan pabrik yang menghasilkan baja lembaran tipis berupa coil, plat, dan sheet dengan proses pemanasan sampai suhu +/- 1250 C yang merupakan prosesan lanjutan dari baja lembaran yang dihasilkan oleh pabrik slab baja dan kemudian dilakukan pengerolan panas (milling)

Pabrik Pengerolan Baja Lembaran Panas atau (Hot Strip Mill) (HSM) mepunyai kapasitas produksi 2 juta ton/tahun. dengan menghasilkan produk dengan ukuran – ukuran sebagai berikut :

-Tebal  18 – 25 mm,  -Lebar 650 – 2080 mm, -Berat maksimal  30 ton per gulung.

Pengendalian proses dilakukan secara otomatis dengan control set up computer, sehingga dapat menjamin kualitas produk yang dihasilkan dalam hal kekuatan mekanik, toleransi ukuran, maupaun kualitas bentuk (shape).Perlengkapan utama Pabrik Pengerolan Baja Lembaran Panas adalah:

 

1.Dua buah dapur pemanas dengan kapasitas 30 ton/ jam dengan bahan bakar gas alam, yang berfungsi untuk memanaskan slab.

2.Sebuah sizing press yang digunakan untuk mengatur lebar.

3.Sebuah roughting yang dilengkapi flange edgerroll dan water descaler dengan tekanan air 180 bar

4.Sebuah pemotong kepala dan ekor slab crospshar

5.Enam buah finishing stand yang dilengkapi dengan alat ukur pengontrol lebar,  panjang, tebal, dan temperatur strip secara otomatis.

6.Dua buah measuring house.

Proses pengerolan baja lembaran dingin (Cold Rolling Mill)

Pabrik Pengerolan Baja Lembaran Dingin atau Cold Rolling Mill(CRM) merupakan pabrik yang menghasilkan baja lembaran tipis seperti divisi (Hot Strip Mill, tetapi hasil produksinya berdimensi lebih tipis, dengan proses tarik dan tekan yang merupakan pemrosesan lanjutan dari baja produksi (HSM). Hasil produksi dalam bentuk gulungan atau coil

CRM KS tipe TRM (Tandem Rolling Mill) memakai teknologi Clecim, France dibangun 1986 dengan kapasitas 850 000 ton per tahun, Coil yang dihasilkan berukuran: -Lebar 600 – 1300 mm,-Tebal  0,18 – 3 mm

Sedang Essar tipe RRM (Reverse Rolling Mill).

Proses Batang Kawat(Wire Road Mill ):

Pabrik ini menggunakan bahan setengah jadi dari pabrik baja billet sebagai bahan baku utama untuk diolah menjadi batang baja kawat. Kapasitas produksi saat ini sebesar 600 ribu ton / tahun batang kawat baja. Dengan Variasi produk:

1.Batang ka’at karbon rendah.

2Batang ka’at untuk elektroda las.

3.Batang ka’at untuk cold heading diameter 5,5 mm, 8 mm, 10 mm dan 12 mm.

gandatmadi46@yahoo.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.