Prof Clayton M. Christensen : Disruptive Innovation ( lanjutan )

THE JAKARTA POST/ASIA NEWS NETWORK

Disruptive innovation  dalam teknologi digital menjadi pusat perhatian, para bankir dan operator jalan tol mulai mengganti pekerjaan manual dengan mesin digital, akibatnya meningkatkan kekhawatiran bahwa jutaan pekerjaan di sektor keuangan dan layanan akan diganti.

Dalam contoh, operator jalan tol milik negara PT Jasa Marga memindahkan ribuan petugas tiket ke divisi lain, karena akan menerapkan sistem e-toll untuk seluruh 988 gerbangnya mulai tanggal 1 Oktober 2017.

Sementara itu, bank BUMN membuka lebih sedikit cabang, tetapi menambah jumlah uang untuk membangun kantor digital banking. Bank Mandiri, bank terbesar telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk membuka hanya 100 cabang tahun ini, jauh lebih sedikit daripada rencana tahunan 400 sampai 600. Langkah tersebut akan menyebabkan berkurangnya jumlah rekrutan pegawai.

Disruptive innovation ini membuat kami khawatir apakah kami bisa menciptakan banyak pekerjaan seperti sebelumnya,” kata Sanjay Bharwani, wakil presiden  eksekutif  Bank  Mandiri, dalam acara simposium  Sumber Daya Manusia pertama bank tersebut (HR )  pada hari Selasa (26 September 2017).

Pemberi pinjaman lainnya yang bergabung dalam gelombang digital termasuk pemberi pinjaman swasta BTPN, menghabiskan 1,3 triliun rupiah (S $ 131 juta) selama 3 tahun terakhir ini  untuk mengembangkan platform digital, yang dijuluki Jenius. Sementara DBS Indonesia meluncurkan Digiland, perbankan tanpa kertas dan bebas tanda tangan.

Risiko kehilangan jutaan pekerjaan konvensional juga berasal dari pemberian pinjaman peer-to-peer oleh fintech  yang baru muncul, yang menargetkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui layanan digital. Bank harus mempersiapkan diri, karena fintech dapat mengganggu mereka. Dampaknya bisa serupa dengan taksi online,” menurut ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB) Priasto Aji mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Selasa.

World Economic Forum (WEF) telah meramalkan bahwa disruptive innovation hanya akan menciptakan 2 juta pekerjaan baru di 15 negara besar – termasuk China, India, Inggris, Amerika Serikat, ditambah negara-negara Asean dan Gulf Cooperation Council (GCC) – pada periode 2015-2020. Namun, pada saat bersamaan, akan menyebabkan 7,1 juta pekerjaan konvensional hilang.

Disruptive innovation berasal mobile internet, otomatisasi kerja berpengetahuan (automation of knowledge work ), cloud computing, advanced robotics dan  autonomous vehicles. Menurut WEF, mereka akan mengganti pekerjaan manual kebanyakan di sektor perkantoran dan administrasi, diikuti oleh manufaktur dan produksi, konstruksi, ekstraksi, seni, desain, hiburan, olahraga, media, hukum, instalasi dan perawatan.

Pekerjaan baru, sementara itu, sebagian besar akan muncul di sektor-sektor seperti operasi bisnis dan keuangan, diikuti oleh manajemen, komputer dan matematika, arsitektur dan teknik, penjualan, pendidikan dan pelatihan. Ketua Institut Mandiri Chatib Basri menambahkan bahwa otomasi pekerjaan akan menciptakan model bisnis baru dan posisi baru yang sangat analitis dan kreatif.

Disruptive innovation akan membuat pekerjaan dan model bisnis yang relevan saat ini menjadi tidak relevan di masa depan,” katanya. Akibatnya, manajemen SDM perlu menyesuaikan sistem evaluasinya berdasarkan hasil, bukan pada jam kerja, sebagai generasi seribu tahun, yang akan segera mendominasi angkatan kerja, mencari jam kerja yang fleksibel dan bukan fokus pada  jalur karier, kata Mr Chatib.

Mantan menteri keuangan ini menambahkan bahwa pemerintah juga perlu menciptakan undang-undang yang fleksibel untuk mengakomodasi model bisnis baru ini dan menanggapi kemungkinan kesenjangan upah antara pekerja kerah putih dan pekerja kerah biru. Pemerintah, misalnya, bisa mengenakan pajak atas penggunaan robot secara komersial. Secara terpisah, pelaku bisnis mengakui bahwa otomasi tidak bisa dihindari, dengan mengatakan bahwa perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan teknologi baru agar dapat bertahan dan berkontribusi dalam pelatihan pekerja lokal, 60,39 persen di antaranya adalah siswa sekolah menengah pertama dan lulusan pendidikan rendah.

“Indonesia perlu memperbaiki sistem pendidikannya sehingga bonus demografi yang akan kita dapatkan pada 2030 tidak akan menjadi kutukan,” kata kepala tim ahli Asosiasi Perusahaan Pengusaha Indonesia (Apindo) Dr. Sutrisno Iwantono. Namun, Sanjay dari Bank Mandiri menolak memberikan risiko kehilangan jutaan pekerjaan, dengan mengatakan bahwa inovasi yang mengganggu juga akan menciptakan lapangan kerja baru. “Tapi tugas kita adalah mencari pekerjaan baru yang bisa kita ciptakan, dan menyiapkan sistem yang tepat untuk mengantisipasinya,” pungkasnya.

Catatan GG

Disruptive innovation dipastikan akan menciptakan pekerjaan baru dengan persyaratan teknis dan mental bagi SDM. Akan tercipta penambahan  jumlah sekolah berbasis kejuruan dari tingkat SMK, Program D3, Akademi, Universitas. Sementara pekerjaan lama yg sudah obsolete secara bertahap akan ditinggalkan. Sehingga proses ini perlu direncanakan dengan baik agar tidak timbul kegaduhan.

Inovasi2 akan terus muncul disektor perbankan, diharapkan akan meningkatkan efisiensi perekonomian sebagai syarat untuk menaikkan pertumbuhan diatas 5 %. Pertumbuhan yg terus naik dalam jumlah tertentu  akan menciptakan lapangan kerja baru.

Himbauan Menko Perekonomian Darmin Nasution agar suku bunga kredir Bank turun mendapat respon positif dari BI dan dari Bank BUMN. Jika kredit masih dikisaran 10%/tahun  sekarang, sebagai contoh  cicilan plus bunga kredit mobil baru minimal satu mobil taxi  online butuh rp 150 ribu perhari atau rp 3,750 juta perbulan. Namun kalau suku bunga kredit turun menjadi 5% /tahun maka satu mobil butuh rp 100 ribu perhari dan jumlah itu sangat mudah didapat.

Sekarang sudah banyak beralih ke taxi online, dengan driver pemiliknya. Banyak anak2 muda karena satu hal menjadi driver. Beda dikala  Joseph Stiglizt peraih Nobel melakukan penelitian di negara berkembang. Ada kecenderungan besar enggan untuk beralih profesi katakan dari profesi eksekutif menjadi driver. Tidak dengan kondisi terkini. Anak2 muda berpendidikan tinggi sekarang  membuka warung sebagai pemilik, tikang masak sekaligus pelayan.

di terjemahkan dan diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.