Sekali lagi ttg Krisis Finansial 2007 dan dampaknya

Too many illogical and irrational assumptions are the reasons why mainstream economics is suffering from a crisis of confidence. Steve Keen (born 28 March 1953) is an Australian economist.

Krisis Keuangan 2007 akibat Subprime Mortgage adalah sebuah keadaan dimana banyak rumah yang disita dimulai dari negara Amerika Serikat yang dimulai pada resesi tahun 2006 dan menjadi krisis keuangan global pada tahun 2007. Krisis 2007  meningkat semakin tinggi pada September 2008. Krisis disebabkan oleh kegagalan merger, atau efek dari sejumlah besar perusahaan berbasis keuangan di Amerika Serikat dan menyebar/berimbas kebangkrutan bagi perusahaan pemerintah di Eropa ditambah lagi dengan adanya penolakan, dan penurunan harga pasar saham di dunia.

Joseph E Stiglitz

DetikFinance (14/7/2007). Sekitar 1,7 juta rakyat AS diprediksi akan kehilangan rumahnya tahun ini akibat macetnya kredit perumahan berisiko tinggi atau subprime mortgage.”Ini lebih kepada bencana sosial daripada bencana finansial,” ujar peraih Nobel Ekonomi 2001 yang juga ekonom AS Joseph E Stiglitz usai peluncuran buku ‘Making The Globalization Work’ di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (14/7/2007).

Iwan J. Azis has addressed and published on topics of financial economics, economic modeling, and the linkages between macro-financial policy and social issues. He has conducted research and consulted for various international organizations and universities. Azis has held a visiting professorship at the MITI Institute in Japan, Australian National University in Canberra, and Gakushuin University in Tokyo. He recently received the award for “Distinguished Scholar in Regional Science, Financial Economics, and Economic Modeling,” presented at the Instituto Superior de Ciencias do Trabalho e da Empresa (ISCTE) Business School, Lisbon, Portugal, July 2006. During the Asian financial crisis in the late 1990s, he spoke before the Joint Economic Committee (JEC) of the U.S. Congress along with the deputy prime ministers of Thailand and Korea. Azis is the director of Cornell University’s graduate program in regional science.

Kemudian si penjual mortgage bilang jangan khawatir, dalam 3 tahun ambil mortgage baru dan ketika harga rumah naik, kau akan menghasilkan banyak keuntungan,” ujarnya.Tentu saja pialang-pialang mortgage itu mendapatkan uang fee di muka dan mereka menghasilkan uang ketika mereka menjual rumah, tapi risiko tetap dipegang oleh individu.”Akhirnya orang-orang ini terpaksa berakhir dengan tagihan hipotik yang jumlahnya hampir sama dengan total income. Ketika harga rumah mulai turun, suku bunga naik, game over…dan mereka tidak mendapat re-mortgage,” ujarnya.Masalah subprime mortgage ini dinilai Stiglitz sangat menular ke aspek ekonomi yang lain.

“Kita belum tahu apa yang paling buruk,” ujarnya. Ketika ditanyakan apa yang harus dilakukan pemerintah dan BI sebagai otoritas fiskal dan moneter di Indonesia, Stiglitz mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan selain menambah likuiditas ke pasar.”Tapi seperti badai yang biasa berlalu. Pertanyaannya adalah seberapa besar dampaknya setelah badai selesai dan memang ekonomi kembali pulih, tapi banyak orang yang akan menderita,” ujarnya.

Bailout Bank Century

Pada tanggal 13 November 2008 Bank Century mengalami keadaan tidak bisa membayar dana permintaan dari nasabah atau umumnya disebut sebagai kalah kliring keadaan ini hingga membuat terjadinya kepanikan atau rush dalam penarikan dana pada Bank Century selanjutnya pada tanggal 14 November 2008 manajemen Bank Century melapor kejadian tersebut serta ikut mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan darurat kepada Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) selanjutnya pada tanggal 20 November 2008 Bank Indonesia (BI) melakukan penetapan status Bank Century menjadi bank gagal.

Menteri Keuangan yang dijabat oleh Sri Mulyani selaku Ketua dari Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) mengadakan rapat untuk pembahasan nasib Bank Century, dalam rapat tersebut, Bank Indonesia (BI) diwakili oleh Gubenur Bank Indonesia yang dijabat oleh Boediono melalui data per 31 Oktober 2008 menyatakan bahwa rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Century telah minus hingga 3,52 persen, dalam agenda rapat tersebut antara lain turut dibahas dampak yang akan terjadi atau akan timbul apakah akan berdampak sistemik, seperti dalam istilah teknis disebut bank run atau run on the bank bila Bank Century diperlakukan sebagai bank gagal yang akan dilikuidasi kemudian dalam rapat tersebut diputuskan untuk menyerahkan Bank Century kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Rapat pada 21 November 2008 sekitar pukul 04.30 WIB, Bank Century ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik. Rapat dihadiri oleh Sri Mulyani, Boediono, Raden Pardede serta konsultan hukum Arief Surjowidjojo.

Bank Mutiara (ex Bank Century) dijual kepada J Trust Co.Ltd dengan harga Rp 4,41 trilyun dengan penjualan ini RI memperoleh keuntungan Cara menghitungnya yaitu dari nilai penjualan dikurangi nilai kerugian jika BC tidak di bailout.  Nilai penjualan Rp 4,41 trilyun – nilai kerugian Rp 2,74 trilyun = Rp 1,67 trilyun

Hikmah

Krisis diawali dengan resesi tahun 2006 menjadi krisis subprime mortgage 2007 kemudian semakin tinggi pada bulan September 2008, disebabkan kegagalan merger beberapa perusahaan besar berbasis keuangan seperti dikatakan J Stiglizt diatas sewaktu berkunjung ke Indonesia pada puncak tahun krisis tepat bulan Juli 2007.

Prof Boediono melepas jabatan Menko Perekonomian pada bulan Mei 2008 untuk menjabat sebagai Gubernur BI. Lima bulan kemudian yaitu bulan September 2008 BI dan Tim Ekonomi Kabinet SBY.JK harus memutuskan sesuatu dengan cermat dan cepat agar perekonomian kita lolos dari krisis.  Sungguh tepat nasehat Prof Steven Keen diatas

Too many illogical and irrational assumptions are the reasons why mainstream economics is suffering from a crisis of confidence

dikumpulkan dari berbagai sumber informasi oleh

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.