SIKLIKALITAS KEBIJAKAN FISKAL DI INDONESIA (3)

Oleh : Muhammad Afdi Nizar

(lanjutan)

III.HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN

Untuk mengetahui perilaku kebijakan fiskal dalam menghadapi siklus ekonomi, pengujian terhadap persamaan regresi yang telah diidentifikasi sebelumnya dilakukan dengan membaginya dalam beberapa periode. Pembagian ini dimaksudkan untuk menangkap perbedaan siklikalitas kebijakan fiskal pada masing-masing periode observasi.

3.1.Analisis Statistik

Pengujian yang dilakukan untuk menentukan siklikalitas pendapatan negara menunjukkan bahwa koefisien regresi b1 untuk persamaan (1.1) dalam semua periode yang diuji memiliki tanda positif. Artinya, untuk setiap kenaikan pendapatan (PDB riil) per kapita (GDPPC) akan menyebabkan meningkatnya pendapatan negara per kapita (TPC). Pengaruh kenaikan GDPPC sangat berarti (signifikan) secara statistik pada berbagai tingkat signifikansi. Pengaruh yang begitu kuat dan signifikan (a = 1%) terutama terjadi dalam periode 1970 – 1999, 2000 – 2009, dan 1970 – 2009. Kemampuan perubahan GDPPC menjelaskan perubahan TPC pada periode-periode tersebut juga relatif besar dan signifikan dibandingkan periode lainnya (Tabel 3.1).

regresiEstimasi untuk persamaan (1.b) menunjukkan hasil bahwa perubahan PDB riil per kapita (GDPPC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan belanja negara per kapita (GPC), , terutama pada periode 1970 – 1979, periode 1970 – 1999 dan periode 1970 – 2009. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi b1, yang berarti bahwa untuk setiap kenaikan GDPPC akan mendorong naiknya GPC pada tingkat signifikansi a = 1%. Selain itu, perubahan GDPPC dalam tiga periode tersebut mampu menjelaskan perubahan GPC per kapita, masing-masing sekitar 51,6%, 65,9% dan 72,0%, sedangkan sisanya masing-masing sekitar 48,4%, 34,1% dan 28,0% dijelaskan oleh pengaruh perubahan variabel-variabel lain yang tidak diidentifikasi dalam model. Demikian pula pengaruh perubahan GDPPC terhadap GPC dengan mengeluarkan belanja untuk bunga utang luar negeri, belanja pegawai dan belanja barang luar negeri juga positif dan signifikan dalam periode yang sama (Tabel 3.2).

notebelanja n

Sementara itu, pengaruh perubahan PDB riil per kapita (GDPPC) terhadap perubahan keseimbangan anggaran (budget balance, G–T/GDP ) selama periode studi terlihat positif dalam beberapa periode estimasi, kecuali dalam periode 1970 – 1979 pengaruhnya negatif. Secara statistik, perubahan GDPPC tidak signifikan mempengaruhi (G–T)/GDP (Tabel 3.3).

rasioSelanjutnya, hasil pengujian atas perilaku kebijakan fiskal penstabil otomatis dalam mengimbangi siklus ekonomi yang diwakili oleh pengaruh perubahan GDPPC terhadap penerimaan pajak penghasilan (ITPC) dan belanja negara (G/GDP) dapat dilihat pada Tabel 3.4 dan Tabel 3.5. Dari Tabel 3.4. terlihat bahwa perubahan GDPPC memberikan pengaruh yang positif terhadap perubahan ITPC dan pengaruh tersebut sangat berarti pada tingkat signifikansi 1% dalam semua periode estimasi. Kemampuan perubahan GDPPC menjelaskan perubahan ITPC juga cukup kuat dan signifikan. Artinya, penstabil otomatis melalui pajak penghasilan (PPh) sangat responsif terhadap perubahan siklus ekonomi.

penstabil

Namun demikian, dalam sebagian periode perubahan GDPPC berpengaruh negatif terhadap perubahan total belanja negara (G/GDP), kecuali dalam periode 1970 – 1979, 1970 – 1999, dan 1970 – 2009, dan secara statistik pengaruhnya hanya signifikan pada beberapa periode estimasi, yaitu dalam periode 1970 – 1979 pada a = 1%, periode 1980 – 1989, 1990 – 1999, dan 1970 – 2009 pada a  = 5%. Kemampuan perubahan GDPPC menjelaskan perubahan G/GDP juga relatif rendah walaupun secara statistik signifikan. Demikian pula bila dilihat pengaruh perubahan GDPPC terhadap belanja negara tanpa memasukkan bunga utang, belanja barang, dan belanja pegawai luar negeri.Pengaruhnya hanya signifian secara statistik (a  = 1%,) dalam periode 1970 – 1979 dan 1980 – 1989 dan kemampuan perubahan GDPPC menjelaskan perubahan belanja negara tersebut relatif rendah, yaitu hanya sekitar 22% – 24%, walaupun secara statistik signifikan (Tabel 3.5).

note

stabil oto

Selanjutnya, pengaruh perubahan pendapatan per kapita (GDPPC) terhadap kebijakan fiskal diskresioner (DISCROECD) cenderung negatif dan signifikan hanya pada periode 1970 – 1999 (pada a = 10%) dan periode 1970 – 2009 (pada a = 5%). Sementara kemampuan GDPPC menjelaskan perubahan DISCROECD relatif rendah, yaitu sekitar 2% dan secara statistik juga tidak signifikan (Tabel 3.6).

diskretioner(bersambung)

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.