Insider Trading & Money Laundry

Skandal Enron secara gamblang mengungkapkan dua pelanggaran etika dan hukum dengan melakukan Isider Trading dan Money Laundry yang dilakukam CEO dkk.

Insider trading,

suatu praktik ilegal dalam dunia investasi, di mana seorang investor mendapat informasi yang pasti perihal peluang keuntungan dalam transaksi jual beli saham. Kepastian informasi tersebut bersumber dari ‘orang dalam’ di perusahaan terkait.

Praktik semacam itu dikatakan ilegal sebab terdapat ketidakadilan dalam pemberian dan penerimaan informasi yang hanya terbatas pada orang-orang yang saling terkoneksi satu sama lain. Dalam artian, informasi yang dibagikan tersebut bukanlah informasi yang diketahui publik secara luas.

Money Laundry

Pencucian Uang umumnya dilakukan melalui tiga langkah tahapan:

1.langkah pertama, placement: diubah  ke dalam bentuk yang kurang atau tidak menimbulkan kecurigaan melalui penempatan dalam sistem keuangan legal dengan berbagai cara.

2.langkah kedua, layering: melakukan transaksi keuangan yang kompleks, berlapis dan anonim dengan tujuan memisahkan hasil tindak pidana dari sumbernya ke berbagai rekening sehingga sulit untuk dilacak asal muasal dana tersebut yang dengan kata lain menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan hasil tindak pidana tersebut.

3.tahap integrasi: di mana pelaku memasukkan kembali dana yang sudah kabur asal usulnya ke dalam harta kekayaan yang telah tampak sah baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan material maupun keuangan, dipergunakan untuk membiayai kegaiatan bisnis yang sah ataupun untuk membiayai kembali kegiatan tindak pidana.

Sejarah Money Laundry

Sejarawan Sterling Seagrave telah menulis bahwa lebih dari 2000 tahun yang lalu, pedagang Cina yang kaya mencuci keuntungan mereka karena pemerintah melarang banyak bentuk perdagangan komersial. Dia menulis bahwa pemerintah menganggap kegiatan pedagang dengan sejumlah besar kecurigaan karena mereka dianggap kejam, serakah dan mereka mengikuti aturan yang berbeda. Selain itu, sejumlah besar pendapatan pedagang berasal dari pemasaran gelap, pemerasan, dan suap.

Para pedagang yang tetap tidak terlihat (invisible) mampu menjaga kekayaan mereka aman dari pemerasan (extortions) terus menerus oleh birokrat. Jadi mereka menggunakan teknik seperti mengubah uang menjadi aset yang siap bergerak dan memindahkan uang tunai dari yurisdiksi untuk menginvestasikan uang dalam bisnis. Teknik ini masih digunakan oleh banyak pencuci uang.

White Collar Crime

Kategori kejahatan ini terdiri dari berbagai rentang kegiatan seperti penggelapan pajak. Fitur berbeda dari kejahatan ini adalah pencucian uang yang biasanya merupakan bagian dari kejahatan itu sendiri. Kasus Enron menyajikan skema yang lebih komposit di mana perusahaan-perusahaan Shell di Kepulauan Cayman berfungsi sebagai alat pencucian untuk menyamarkan jejak perilaku penipuan dan juga bertindak sebagai tempat penampungan pajak yang dipertanyakan.

Artikel Skandal Enron mengungkapkan kasus  Insider Trading dan Money Laundry yang bermanfaat untuk dipahami oleh karena banyak kasus2 di Korporasi termasuk BUMN melakukan keduanya yang merugikan trilyunan rupiah. Dilakukan oleh Pimpinan Korporasi dkk. Dengan harapan tidak terjadi lagi dimasa depan.

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.