Skandal Akuntansi Terbesar – Enron (2001).

Skandal akuntansi adalah skandal bisnis yang muncul dari memanipulasi laporan keuangan yang disengaja oleh eksekutif perusahaan atau pemerintah (trusted executives). Perbuatan menyimpang seperti itu biasanya menggunakan  metode kompleks, misusing or misdirecting funds, overstating revenues, understating expenses, overstating the value of corporate assets, or underreporting the existence of liabilities.

Dengan mempelajari skandal akuntansi Enron akan lebih mudah memahami yang dimaksud dengan Skandal Akuntansi berskala besar. Skandal akuntansi Eron menyebabkan Pemegang Saham rugi sebesar  US$ 74 billion atau RP  1.008.176.000.000.000,00, dengan kurs Rp13 624/USD tgl 29.1.2020.  serta ribuan pegawai dan investor kehilangan dana pensiun serta banyak pegawai kehilangan pekerjaan.

Enron

Enron didirikan pada tahun  1985 oleh Kenneth Lay dengan menggabungkan perusahaan Houston Natural Gas dan Inter North, suatu perusahaan penyalur gas alam melalui pipa. Pada tahun 1997 Enron membeli perusahaan power plant, “Portland General Electric Corp” senilai US$ 2 milyar. Akhir tahun 1997 manajemen merubah menjadi Enron Capital and Trade Resources – perusahaan Amerika terbesar yang memperjual belikan gas alam serta listrik. Pendapatan meningkat drastis dari US$ 2 milyar menjadi US$ 7 milyar dengan karyawan yang juga tumbuh dari 200 orang menjadi 2.000 orang.

K LayKenneth Lay

Beberapa tahun kemudian Kenneth Lay  mempekerjakan Jeffrey Skilling, Andrew Fastow, serta Rebecca Mark dalam usaha mengembangkan bisnisnya. Enron membentuk “Enron Online” (EOL) pada bulan oktober 1999. EOL merupakan unit usaha Enron yang secara online memasarkan produk energi secara elektronik lewat website. Dalam sekejap, EOL berhasil melaksanakan transaksi senilai US$ 335 milyar pada tahun 2000.

Pada Januari 2000, Enron mengumumkan sebuah rencana besar yang amat ambisius untuk membangun jaringan elektronik broadbrand yang berkecepatan tinggi (high speed broadbrand) dengan kapasitas jaringan penjualan brandwidth untuk melakukan penjualan gas serta listrik. Enron membiayai ratusan juta dollar guna melaksanakan program ini, walaupun keuntungannya belum nampak, namun harga saham Enron di Wall Street melonjak menjadi US$ 40, bahkan meningkat menjadi US$ 90,56, sehingga Enron dinyatakan oleh majalah Fortune maupun media lain sebagai “one of the most admired and innovative companies in the world”.

Is Enron Overpriced?

It’s in a bunch of complex business. Its financial statements are nearly impenetrable. So why is Enron trading at such a huge multiple?

Bagi kami di Wallstreet dengan informasi yang sangat minim sangat sulit membuat analisa, kata David Fleisher dari Goldman Sachs.. Enron adalah kotak besar hitam, kata analis yang lain. Tanpa memiliki akses terhadap masing-masing dan setiap kontrak Enron dan aktivitas menit demi menitnya, tidak ada cara untuk secara independen menjawab pertanyaan kritis tentang suatu perusahaan

But for all the attention that’s lavished on Enron, the company remains largely impenetrable to outsiders, as even some of its admirers are quick to admit. Start with a pretty straightforward question: How exactly does Enron make its money? Details are hard to come by because Enron keeps many of the specifics confidential for what it terms “competitive reasons.”

What’s clear is that Enron isn’t the company it was a decade ago. In 1990 around 80% of its revenues came from the regulated gas-pipeline business. But Enron has been steadily selling off its old-economy iron and steel assets and expanding into new areas. In 2000, 95% of its revenues and more than 80% of its operating profits came from “wholesale energy operations and services.”

This business, which Enron pioneered, is usually described in vague, grandiose terms like the “financialization of energy”–but also, more simply, as “buying and selling gas and electricity.” In fact, Enron’s view is that it can create a market for just about anything; as if to underscore that point, the company announced last year that it would begin trading excess broadband capacity.

enron guysSelain bisnis komoditasnya, Enron memiliki divisi lain yang disebut Aset dan Investasi yang sama misteriusnya. Bisnis ini melibatkan pembangunan pembangkit listrik di seluruh dunia, mengoperasikannya, menjual potongan-potongannya, “berinvestasi dalam efek hutang dan ekuitas dari energi dan bisnis yang berhubungan dengan komunikasi.

Dengan cara menyalahgunakan dana, melebih-lebihkan pendapatan, mengecilkan  biaya, melebih-lebihkan nilai aset perusahaan, atau tidak melaporkan keberadaan liabilitas. . Ini melibatkan karyawan, account, atau perusahaan itu sendiri dan menyesatkan investor dan pemegang saham.

Jenis “akuntansi kreatif” ini dapat diartikan suatu penipuan, dan penyelidikan biasanya diluncurkan oleh badan pengawas pemerintah, seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat. Karyawan yang melakukan kecurangan akuntansi atas permintaan majikannya dikenakan tuntutan pidana terhadap masing2 pribadi.

Pelaporan keuangan yang curang juga dikenal sebagai earnings management fraud. Dalam konteks ini, manajemen secara sengaja memanipulasi kebijakan akuntansi atau estimasi akuntansi untuk meningkatkan laporan keuangan. Perusahaan publik dan swasta melakukan pelaporan keuangan palsu untuk mengamankan minat investor atau mendapatkan persetujuan bank untuk pembiayaan, sebagai pembenaran untuk bonus atau kenaikan gaji atau untuk memenuhi harapan pemegang saham.

enron-jskKenneth Lay and Jeffrey Skilling with a mascot featuring new logo

Komisi Sekuritas dan Bursa telah melakukan tindakan penegakan hukum terhadap korporasi untuk berbagai jenis pelaporan keuangan yang curang, termasuk pengakuan pendapatan yang tidak benar, pengisian akhir periode, entri pasca-penutupan yang curang, penilaian aset yang tidak tepat, dan pengukuran finansial non-GAAP yang menyesatkan.

Skandal Eron

Skandal Enron, dipublikasikan pada Oktober 2001, sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, diikuti dengan pembubaran Arthur Andersen, yang merupakan salah satu dari lima audit terbesar dan kemitraan akuntansi di dunia. Menjadi catatan  sejarah Amerika disebut-sebut sebagai kegagalan audit terbesar.

Pemegang saham Enron mengajukan gugatan US$ 40 miliar  kepada Direksi Eron setelah harga saham perusahaan, yang mencapai tinggi US $ 90,75 per saham pada pertengahan 2000, anjlok menjadi kurang dari $ 1 pada akhir November 2001. Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) memulai penyelidikan.

Sementara itu  perusahaan saingannya Houston Dynegy menawarkan untuk membeli perusahaan Eron dengan harga yang sangat rendah. Kesepakatan itu gagal, dan pada 2 Desember 2001, Enron mengajukan Chapter 11 of the United States Bankruptcy Code. Aset Enron senilai $ 63,4 miliar menjadikannya kebangkrutan perusahaan terbesar dalam sejarah AS hingga kebangkrutan WorldCom pada tahun berikutnya.

Banyak eksekutif di Enron didakwa dengan berbagai tuduhan dan beberapa di antaranya kemudian dijatuhi hukuman penjara. Perusahaan Arthur Andersen dinyatakan bersalah yang secara ilegal menghancurkan dokumen yang relevan untuk penyelidikan SEC (Securities and Exchange Commisions) ,  yang berwewenang membatalkan izin untuk mengaudit perusahaan publik serta  secara efektif berwenang menutup perusahaan.

Pada saat putusan tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung A.S., Arthur Anderson  telah kehilangan sebagian besar pelanggannya dan telah berhenti beroperasi. Karyawan dan pemegang saham Enron menerima pengembalian terbatas dalam tuntutan hukum, meskipun kehilangan miliaran uang pensiun dan harga saham.

Sebagai konsekuensi dari skandal itu, peraturan dan perundang-undangan baru diberlakukan untuk memperluas keakuratan pelaporan keuangan untuk perusahaan publik. Salah satu undang-undang adalah, Sarbanes-Oxley Act, menaikan hukuman terhadap perilaku menghancurkan, mengubah, atau mengarang catatan dalam penyelidikan federal atau karena berusaha menipu pemegang saham. Undang-undang tersebut juga meningkatkan akuntabilitas perusahaan audit untuk tetap tidak memihak dan independen terhadap klien mereka.

Firma auditor Enron, Arthur Andersen, dituduh menerapkan standar nekat dalam auditnya karena konflik kepentingan atas konsultasi fee yg  besarnya signifikan yang dihasilkan oleh Enron. Selama tahun 2000, Arthur Andersen memperoleh $ 25 juta untuk biaya audit dan $ 27 juta untuk biaya konsultasi (jumlah ini  sekitar 27% dari biaya audit klien publik untuk kantor Arthur Andersen Houston). Metode auditor dipertanyakan apakah diselesaikan semata-mata untuk menerima biaya tahunan atau karena kurangnya keahlian dalam mengaudit  pendapatan Enron, special entities, derivatives, serta  other accounting practices.

Enron juga mempekerjakan banyak Akuntan Publik Bersertifikat (CPA) yang telah bekerja untuk pengembangan aturan akuntansi sesuai ketentuan  Financial Accounting Standards Board (FASB). Namun para akuntan tsb mencari cara baru untuk menghemat uang perusahaan, termasuk memanfaatkan celah yang ditemukan dalam Prinsip Akuntansi (GAAP), atau standar industri akuntansi. Seorang akuntan Enron mengungkapkan, “Kami mencoba menggunakan literatur [GAAP] secara agresif untuk keuntungan kami. Semua peraturan menciptakan semua peluang ini. Kami mengeksploitasi kelemahan itu.

Andersen’s auditors were pressured by Enron’s management to defer recognizing the charges from the special purpose entities as its credit risks became known. Since the entities would never return a profit, accounting guidelines required that Enron should take a write-off, where the value of the entity was removed from the balance sheet at a loss. To pressure Andersen into meeting Enron’s earnings expectations, Enron would occasionally allow accounting companies Ernst & Young or PricewaterhouseCoopers to complete accounting tasks to create the illusion of hiring a new company to replace Andersen.

Enron membuat kebiasaan membooking biaya proyek yang dibatalkan sebagai aset, dengan alasan tidak ada surat resmi yang menyatakan bahwa proyek itu dibatalkan. Metode ini dikenal sebagai the snowball dan meskipun pada awalnya bahwa praktik semacam itu hanya digunakan untuk proyek-proyek bernilai kurang dari $ 90 juta, namun kemudian meningkat menjadi $ 200 juta.

Trials

Fastow dan istrinya, Lea, keduanya mengaku bersalah atas tuduhan terhadap mereka. Fastow awalnya didakwa dengan 98 tuduhan penipuan, pencucian uang, inside trading dan konspirasi, di antara kejahatan lainnya. Fastow mengaku bersalah atas dua tuduhan konspirasi dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun tanpa pembebasan bersyarat. Lea didakwa atas enam dakwaan tindak pidana, tetapi jaksa kemudian mengenakan tuduhan pajak pelanggaran ringan. Lea dijatuhi hukuman satu tahun karena membantu suaminya menyembunyikan income.

 Kenneth Lay dihukum terhadap semua enam tuduhan penipuan sekuritas dan wire fraud atau kejahatan di mana seseorang membuat skema untuk menipu atau mendapatkan uang berdasarkan representasi atau janji palsu. Tindak pidana ini dilakukan dengan menggunakan komunikasi elektronik atau fasilitas komunikasi antar negara. Ia dijatuhi hukuman maksimum 45 tahun penjara.  Namun, sebelum hukuman dijalankan, Lay meninggal pada 5 Juli 2006.

Pada saat kematiannya, SEC telah mencari lebih dari $ 90 juta dari Lay selain denda sipil. Kasus istri Lay, Linda, adalah kasus yang sulit. Dia menjual sekitar 500.000 saham Enron sepuluh menit hingga tiga puluh menit sebelum informasi yang Enron runtuh dipublikasikan pada 28 November 2001. [106] Linda tidak pernah didakwa dengan peristiwa yang berhubungan dengan Enron.

Meskipun Michael Kopper bekerja di Enron selama lebih dari tujuh tahun, Lay tidak mengenal Kopper bahkan setelah kebangkrutan perusahaan. Kopper mampu menjaga namanya tetap anonim di seluruh perselingkuhan. Kopper adalah eksekutif Enron pertama yang mengaku bersalah. Chief Accounting Officer Rick Causey didakwa dengan enam tuduhan kejahatan karena menyamarkan kondisi keuangan Enron selama masa jabatannya. Setelah mengaku tidak bersalah, ia kemudian beralih ke bersalah dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

Semua mengatakan, enam belas orang mengaku bersalah atas kejahatan yang dilakukan di perusahaan, dan lima lainnya, termasuk empat mantan karyawan Merrill Lynch, dinyatakan bersalah. Delapan mantan eksekutif Enron bersaksi — saksi utama adalah Fastow — terhadap Lay dan Skilling, mantan bosnya. Yang lainnya adalah Kenneth Rice, mantan kepala unit Internet berkecepatan tinggi Enron Corp., yang bekerja sama dan yang kesaksiannya membantu menghukum Skilling dan Lay. Pada Juni 2007, ia menerima hukuman 27 bulan. Michael W. Krautz, mantan akuntan Enron, termasuk di antara tertuduh yang dibebaskan.

Arthur Andersen didakwa dan dinyatakan bersalah atas obstruction of justice atau karena merobek-robek ribuan dokumen dan menghapus email serta file perusahaan terkait dengan audit Enron. Meskipun hanya sejumlah kecil karyawan Arthur Andersen yang terlibat dengan skandal itu, perusahaan secara efektif gulung tikar; SEC tidak diizinkan menerima audit dari penjahat yang dihukum.

Perusahaan menyerahkan lisensi CPA-nya pada 31 Agustus 2002, dan 85.000 karyawan kehilangan pekerjaan. Hukuman tersebut kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung A.S. karena juri tidak diinstruksikan dengan baik atas tuduhan terhadap Andersen. Putusan Mahkamah Agung secara teoritis membuat Andersen bebas untuk melanjutkan operasi. Namun, kerusakan pada nama Andersen begitu besar sehingga tidak mampu kembali sebagai bisnis yang layak bahkan dalam skala terbatas.

Giles Darby, David Bermingham, dan Gary Mulgrew bekerja untuk Greenwich NatWest. Ketiga lelaki Inggris itu telah bekerja dengan Fastow pada entitas tujuan khusus yang dia mulai sebut Sub Swap. Ketika Fastow sedang diselidiki oleh SEC, ketiga orang itu bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan Inggris (FSA) pada November 2001 untuk membahas interaksi mereka dengan Fastow. Pada Juni 2002, AS mengeluarkan surat perintah penangkapan mereka atas tujuh tuduhan wire fraud, dan mereka kemudian diekstradisi.

Pada 12 Juli, seorang saksi potensial Enron yang dijadwalkan akan diekstradisi ke AS, Neil Coulbeck, ditemukan tewas di sebuah taman di London timur laut. Kematian Coulbeck akhirnya diputuskan sebagai bunuh diri. Amerika Serikat menuduh bahwa Coulbeck dan yang lainnya berkonspirasi dengan Fastow. Dalam sebuah tawar-menawar pembelaan pada bulan November 2007, ketiganya mengaku bersalah atas satu tuduhan  wire fraud sementara enam tuduhan lainnya dihentikan. Darby, Bermingham, dan Mulgrew masing-masing dijatuhi hukuman 37 bulan penjara. Pada Agustus 2010, Bermingham dan Mulgrew menarik kembali pengakuan mereka.

Kritikan kepada Presiden George W Bush

Kenneth Lay adalah pendukung presiden AS George W. Bush dan donor untuk berbagai kampanye politiknya, termasuk keberhasilannya dalam pemilihan presiden tahun 2000. Karena itu, kritik terhadap Bush dan pemerintahannya berusaha menghubungkan mereka dengan skandal itu. Sebuah artikel pada Januari 2002 di The Economist mengklaim bahwa Lay telah menjadi teman dekat keluarga Bush dan telah mendukungnya secara finansial sejak kampanye yang gagal untuk Kongres pada tahun 1978. Diduga, Lay bahkan dikabarkan pada suatu saat akan menjalankan tugas untuk melayani sebagai Sekretaris Energi untuk Bush.

Dalam sebuah artikel di bulan yang sama, majalah Time menuduh pemerintah Bush berusaha keras untuk menjauhkan diri dari skandal itu. Menurut penulis Frank Pellegrini, berbagai pejabatyg dipilih Bush ada koneksi dng Enron, termasuk wakil Kepala Staf Gedung Putih Karl Rove sebagai pemegang saham, Sekretaris Angkatan Darat Thomas White Jr. sebagai mantan eksekutif, dan ketua SEC Harvey Pitt, mantan karyawan Arthur Andersen. Mantan gubernur Montana Marc Racicot, yang dipertimbangkan Bush untuk diangkat sebagai Sekretaris Dalam Negeri, sebentar menjabat sebagai pelobi bagi perusahaan itu setelah meninggalkan kantor.

Setelah membuka penyelidikan kriminal ke dalam skandal itu, Jaksa Agung John Ashcroft mengundurkan diri beserta kepala stafnya  ketika Anggota Kongres Demokrat Henry Waxman menuduh Ashcroft menerima $ 25.000 dari Enron karena kampanye pemilihan ulang yang gagal ke Senat pada tahun 2000. Seperti yang ditulis oleh Pellegrini, The Democrats will have the company-he-keeps, guilt-by-association thing on their side, and with all the … general whiff of rich man’s cover-up about the whole affair, they’ll have a class warfare card to play this spring

Leave a Reply

Your email address will not be published.