Kemana Pertamina? – Episode Eksplorasi & Produksi

Kemandirian BBM & Gas diukur seberapa besar kita menguasai langsung maupun tidak langsung dalam mengelola bisnis BBM & Gas. Ekspansi bisnis perusahaan besar seperti Chevron, Mobil Oil, Shell, Petro China, Petronas ke luar negeri sasarannya adalah memperoleh produk Crude Oil semaksimal mungkin.  Indonesia yg kini menjadi negara importir besar crude oil dan BBM butuh memiliki perusahaan seperti Pertamina agar bisa mencukupi kebutuhan konsumsi.

Produksi crude oil Indonesia dari tahun 2009 – 2016:

Lifting OilIndonesia’s Oil Consumption:

Oil ConsumptionOil Lifting 2016 menurut perusahaan dan wilayah kerja :

Oil Lifting 2016Chevron Pacific produksi 251 000/day atau 40,4% , Pertamina, total produksi 210 barrel/day atau 38,5%, Mobil Cepu Ltd  163,9 000/day atau 20,2%

Cadangan Minyak & Gas

Saat ini cadangan dan produksi energi Indonesia terdiri Minyak Bumi dengan sumber daya 56,6 miliar barel, cadangan 8,4 miliar barel, produksi 348 juta barel dan rasio cadangan/produksi 24 tahun. Gas bumi dengan sumber daya 334,5 TSCF, cadangan 165 TSCF, produksi 2,79 TSCF dan rasio cadangan/produksi 59 tahun.

Lapangan OffshoreMengingat bahwa sumber migas di dalam negeri sudah tidak dapat diharapkan lagi oleh Pertamina, maka perusahaan plat merah itu mulai melakukan ekspansi kegiatan hulu migas ke luar negeri seperti Australia, Malaysia, Vietnam, Irak, Sudan, Qatar dan Libya.

Pertamina

Terlihat peran Pertamina sebesar 38,5% dalam produksi atau ke dua setelah Chevron Pacific. Produksi blok Cepu dimana Pertamina memiliki saham 45% sehingga  peran Pertamina lebih besar lagi.).

Menurut Project Executive ExxonMobil Cepu Limited pada (14/12/2015).,‎ Dan Wieczyinski‎ mengatakan, peningkatan produksi tersebut seiring dengan dimulainya produksi dari Central Processing Facility(CPF). “Lapangan Banyu Urip diharapkan dapat menghasilkan 450 juta barrel minyak selama masa operasi proyek,” kata Wieczyinski‎, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta,

Lapangan Banyu Urip merupakan proyek minyak terbesar di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir, dan pada puncak produksinya akan menghasilkan sekitar 20 persen dari target produksi minyak nasional di 2016.

Blok CepuPengembangan seluruh lapangan Banyu Urip terdiri dari Fasilitas Pengolahan Pusat (Central Processing Facility/CPF), jalur pipa darat dan lepas pantai, fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO), serta fasilitas- fasilitas infrastruktur pendukung. Fasilitas Pengolahan Pusat terletak sejauh 10 km dari sisi tenggara Cepu dan 20 km dari sisi barat daya Bojonegoro, yang berfungsi mengolah minyak yang dihasilkan. Minyak yang telah diolah kemudian dialirkan melalui pipa selebar 20 inci dan sepanjang 72 km ke pesisir Tuban. Dari pesisir, minyak dialirkan melalui pipa bawah laut sepanjang 23 km menuju fasilitas FSO. Minyak mentah kemudian diekspor dan diangkut ke pasar domestik dan internasional oleh kapal-kapal tanker.

Balance SheetKajian Wood Mackenzie (November 2016)

Wood Mackenzie, perusahaan global bidang riset dan konsultan untuk  energy, chemicals, renewables, metals and mining, berkantor pusat di Edinburg, Scotland.  Memiliki kantor di 25 negara.

Wood Mackenzie telah menilai lisensi produksi minyak dan gas yang kadaluwarsa di Indonesia atau kontrak bagi hasil pada hampir $ 10 miliar. Sejumlah 35 lisensi mencapai lebih dari satu juta boe / d produksi pada tahun 2016 dan akan menghadapi masa berakhirnya (expire) dekade berikutnya. Tidak adanya kejelasan tentang perpanjangan izin, dan resiko menjadikan PSC (Perusahaan Bagi Hasil)  yang sudah kadaluwarsa sebagai salah satu masalah terbesar yang dihadapi sektor hulu di Indonesia.

Wood Mackenzie mengharapkan perusahaan minyak nasional Indonesia, Pertamina, memainkan peran kunci terhadap  expired asset dengan nilai strategis bagi negara, mengingat minatnya untuk memenuhi target lifting 863.000 boe / d tahun 2017) dan untuk jangka menengah (2,2 juta boe / d pada 2025 )..

Alex Siow, analis riset hulu, mengatakan, “Aset seperti Offshore Mahakam, Corridor dan Jabung akan menarik bagi Pertamina, karena ini adalah proyek ekspor gas material LNG dan kontrak pipa gas.” Koridor dan Jabung terhubung dengan Pasar Singapura dan Jawa Barat yg menguntungkan, sementara Offshore Mahakam memasok PT Badak LNG Bontang yang sepenuhnya terdepresiasi.

Mengingat kendala keuangan dan teknis, Pertamina dapat mengambil operator dalam bentuk kerjasama dengan perusahaan jasa dengan kemampuan untuk mengelola dan memproduksi di bawah struktur manajemen proyek yang terintegrasi.

Ke-35 lisensi memberikan peluang kepada berbagai pemain, mulai dari pemain domestik yang berpengalaman hingga pemula yang baru dengan strategi baru. Proyek yang matang seperti Offshore Mahakam, Corridor dan Jabung, yang mencakup lebih dari 80 persen kontrak bagi hasil, memiliki infrastruktur luas yang sudah ada dan potensi untuk menghasilkan arus kas yang stabil. Proyek-proyek ini akan paling cocok untuk operator besar yang berpengalaman

Oil recovery akan membutuhkan keahlian khusus dan teknologi canggih untuk membuka cadangan tersisa melalui injeksi termal, gas atau kimia. Chevapes’s Rokan berakhir pada 2021 adalah salah satu proyek injeksi uap terbesar di dunia dan menghasilkan lebih dari 200.000 boe / d. Namun blok tersebut membutuhkan investasi lebih dari US $ 2,7 miliar setiap tahun untuk mempertahankan output dan mengurangi penurunan lapangan.

ExplorationLate-life assets menawarkan potensi bagi perusahaan yang dapat mengelola fasilitas lama dan meningkatkan efisiensi. Mengelola Old fields ini perlu mempertimbangkan potential decommissioning liabilities. Tiga terbesar, Sanga Sanga, Sumatra Tenggara dan Kalimantan Timur akan berakhir pada 2018.

Peluang sumber daya yang ditemukan membutuhkan solusi komersial baik untuk kondisi reservoir, tingkat kekonomian proyek yang sulit atau kurangnya permintaan pasar, tetapi dapat menawarkan peluang yang paling mudah bagi perusahaan yang mencoba membangun pengalaman pengembangan. Namun, waktu untuk menutup investasi bisa lebih lama, terutama mengingat lingkungan birokrasi Indonesia.

Indonesia memiliki cekungan belum diselidiki yang cukup besar yang diprediksi memiliki 43,7 miliar barel minyak mentah, menurut data dari regulator minyak dan gas hulu SKK Migas.

dikumpulkan dari berbagai sumber oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.