Andri Rizki Putra, Pendiri Yayasan Pemimpin Anak Bangsa

Bertindak jujur adalah hal yang harus dilakukan oleh semua orang. Namun, tidak semua kejujuran dapat diterima oleh banyak orang. Keputusan jujur yang dilakukan oleh Andri Rizki Putra,ternyata tidak berbuah hasil yang menyenangkan. Ia dikucilkan oleh teman sekolahnya dan terpaksa harus keluar dari sekolahnya. Proses memang tidak pernah mengkhianati hasil,kini Rizki sapaan akrabnya sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan S2 di AS

Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB).

Yayasan ini memberikan pendidikan gratis paket A, B, dan C kepada orang-orang yang kurang mampu. Di sini ia menekankan kepada peserta didiknya bahwa kejujuran adalah suatu hal yang sangat penting. Menurutnya, kejujuran yang bisa melahirkan pemimpin bangsa yang hebat.

Peserta didik dari YPAB adalah seluruh masyarakat Indonesia yang putus sekolah. Beragam agama, usia, status perkawinan, siapa pun yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pengajarnya pun adalah seorang volunteer alias tidak dibayar. Mulai dari pekerja kantoran hingga dokter gigi, semua turut berkontribusi demi memajukan pendidikan. Saat ini, YPAB memiliki tiga lokasi belajar yaitu Tangerang, Tanah Abang, dan Medan.

Model pendidikan di YPAB juga fleksibel. Karena, tutor di YPAB merupakan anak-anak muda berusia 20–30 tahun dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesional. Jadi, mereka itu menjadi relawan mengajar tanpa bayaran. Garis besar kurikulum dari pemerintah, tapi kita modifikasi lagi. Menurut kita, kurikulum pemerintah kurang practical. Jadi murid-murid disini diajarin lebih ke praktik yang bakal berguna nanti,

Seperti kelas Bahasa Inggris, mereka lebih banyak diajarin speaking dan listening. Di sini kita ada dua jenis kelas, kelas reguler dan kelas preparation buat UN. Jadi mereka kelas reguler dulu satu tahun, trus satu tahun berikutnya baru persiapan buat ujian. Rentang usia murid-murid disini juga udah banyak yang bukan usia sekolah, kayak usia 20an.

YPABPanggilan Hati

Terus di YPAB juga ada yang namanya kelas manner, kelas behaviour. Diajarin  bagaimana mereka mengantri, terus tanda-tanda kursi prioritas, gitu-gitu. Itu semua hal-hal simpel tapi penting, yang engga pernah kita dapet di sekolah. Soalnya sekarang tuh banyak banget orang pinter, tapi sedikit yang jujur.

Jadi kita bilang sama murid-murid disini, kita engga butuh murid pinter, tapi yang penting mereka harus jujur. Hasilnya, banyak murid-murid kita yang berprestasi. Ada yang dapet peringkat pertama nilai UN tertinggi, ada yang habis lulus trus lanjut kuliah, ada yang kita kasih beasiswa.

Nggak jarang, Rizki juga menjalin kerja sama dengan relasinya di luar negeri seperti Meksiko dan Malaysia untuk mengajar di YPAB. Jangan salah, murid-murid putus sekolah yang selama ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat, mereka kini mahir berbahasa Inggris. Yang membanggakan, banyak murid ”schooling” Rizki yang ”naik kelas”. Yang dulunya tukang jual koran menjadi pegawai admin di media. Dari pembantu rumah tangga (PRT) kini, menjadi admin di perkantoran. Nggak ketinggalan, dua murid yang bekerja sebagai PRT akan melanjutkan kuliah, dan anak penjual pisang ditanah abang menjadi peraih nilai UN tertinggi paket B nasional.

Tahun 2016 yang merupakan tahun keempat sejak berdiri, YPAB telah memiliki 275 peserta didik. 33 orang di antaranya telah lulus ujian nasional paket C dan 4 orang melanjutkan pendidikan ke universitas. Beberapa dari mereka pun ada yang kembali menjadi tenaga pelajar di yayasan tersebut. Salah satu asisten rumah tangga yang menjadi murid di yayasan ini pernah membagikan sedikit ceritanya. Sekarang jika ia ngobrol dengan teman-temannya, mereka sudah tidak nyambung lagi karena pola pikir mereka telah berbeda. Murid dari yayasan ini menjadi terlatih untuk berpikir secara lebih luas tentang masa depannya.

Andri Rizki Putra

Lahir sebagai anak tunggal dari ayah keturunan Tionghoa dan ibu keturunan Batak, Arlina Sariani tidak membuatnya manja. Perceraian orangtua membentuk pribadi yang mandiri. Setelah putus sekolah, dia memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Dengan metode pendidikan yang dipilihnya, dia berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun.

Andri RizkiAndri Rizki Putra

Selanjutnya, dia melanjutkan kuliah Fakultas Hukum di Universitas Indonesia. Ketika kuliah, dia focus di kegiatan penelitian kampus, perlombaan debat, dan mengajar mereka yang putus sekolah. Prestasi yang membanggakan saat dia mendapat predikat Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Tingkat FHUI, peraih predikat cum laude (lulusan terbaik), salah satu lulusan termuda, dan menjadi mahasiswa tercepat yang menyelesaikan perkuliahannya (dalam waktu 6 semester).

Pertengahan 2006 adalah masa penting dalam hidup Rizki. Saat itu dia kelas 3 SMP dan sedang menjalani UN. Namun, dia mendapati sistem UN yang buruk dengan praktik menyontek dan kebocoran soal UN di sekolahnya. Parahnya para guru malah ikut memberikan kunci jawaban ke peserta. Nggak cuma itu, para guru memberi arahan kepada murid-murid yang duduk di peringkat 3 besar untuk membantu memberikan jawaban bagi teman-teman mereka yang lain yang dinilai berkemampuan pas-pasan pas mengikuti UN.

Tanpa menyontek, Rizki bisa kok lulus dengan nilai bagus. Rata-rata nilai yang dia dapatkan dalam tiga mata pelajaran, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika, adalah 8,75. Lalu dia mencoba melaporkan skandal ini ke kepala sekolah, namun dihadang oleh gurunya sendiri. Eh, Sang guru malah menyuruhnya pulang dan tutup mulut.

Merasa belum puas, Dia berusaha melaporkan ke ke Indonesia Corruption Watch (ICW), dan nggak sabar mengekspos ke media. Namun semua niat itu dicegah oleh orang-orang terdekatnya. Membuatnya kecewa hingga mengurung diri di kamar dan malas keluar rumah.

Oleh karena kecewa berat, Rizki memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan di sekolah. Ia lebih memilih memperdalam ilmunya dengan home schooling. Kemudian, ia mengikuti ujian paket C dengan usahanya selama ini mengejar ilmu

Si penulis buku Orang Jujur Tidak Sekolah. Selain di Tanah Abang, Bintaro, kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Medan, Rizki berencana mendirikan cabang YPAB di luar jawa. Dari sisi kurikulum, selain menggembleng kemampuan berbahasa, dia pun mengajari praktik entrepreneurship.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.