Sepintas mengenai Rationalism VS Nationalism

Rationalism: Suatu teori bahwa dasar pengetahuan adalah akal, bukan pengalaman atau ilham (divine revelation).

Rasionalisme ekonomi adalah istilah Australia yang sering digunakan dalam diskusi kebijakan ekonomi makro, yang berlaku untuk kebijakan ekonomi di banyak pemerintah di dunia, khususnya selama tahun 1980-an dan 1990-an.

Rasionalis ekonomi cenderung menyukai kebijakan neoliberal: deregulasi, ekonomi pasar bebas, privatisasi industri milik negara, pajak langsung yang lebih rendah, dan pajak tidak langsung yang lebih tinggi, dan pengurangan ukuran negara kesejahteraan. Ekuivalen dengan  Rogernomics (NZ), Blairism (UK), dan Konsensus Washington. Sebagian besar istilah ini semata-mata berarti liberalisme ekonomi, juga disebut neoliberalisme. Namun, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan para pendukung reformasi berorientasi pasar di dalam Partai Buruh Australia, yang posisinya lebih dekat dengan apa yang kemudian dikenal sebagai ‘Jalan Ketiga’.

Nationalism: 1.Patriotisme,  mendukung tanah air dan kultur. 2.Mendukung kepentingan suatu negara dan mengesampingkan negara lain ( eksklusifisme), membenci negara lain. 3.Mendukung terbentuknya suatu negara (baru)

Nasionalisme ekonomi, atau patriotisme ekonomi, populisme ekonomi, mengacu pada ideologi yang lebih memilih intervensi negara daripada mekanisme pasar lain, dengan kebijakan seperti kontrol domestik atas ekonomi, tenaga kerja, dan pembentukan modal, bahkan jika ini memerlukan pengenaan tarif dan pembatasan lainnya pada pergerakan tenaga kerja, barang dan modal. Dalam banyak kasus, kaum nasionalis ekonomi menentang globalisasi atau setidaknya mempertanyakan manfaat perdagangan bebas yang tidak dibatasi. Nasionalisme ekonomi diperdebatkan sebagai doktrin merkantilisme, dan dengan demikian mendukung proteksionisme.

dari sejumlah sumber info, diterjemahkan oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.