Pertamina Internasional EP (PIEP)

 

Pertamina IEPPertamina

Pada 2017, produksi minyak mencapai 77.154 barel per hari (BOPD), naik lagi menjadi 79.445 BOPD pada 2018, dan 2019 menjadi 82.213 BOPD. Sedangkan produksi gas tercatat 1.018 BOPD pada 2017, sebesar 1.017 MMSCFD pada 2018, dan 959 MMSCFD pada 2019.

Pertamina International EP (PIEP)

Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) was established based on the need for management of international assets focused on managing foreign assets of PT Pertamina (Persero). For this reason, it is deemed necessary to establish a subsidiary with international coverage as a holder of overseas assets whose activities can be adjusted to the characteristics of the assets owned.

On November 18, 2013, PIEP was established in Jakarta as a company that runs businesses in the fields of oil, natural gas and other energy with international working areas. Until now, PIEP has 11 (eleven) working areas spread across 3 (three) main regions, namely Africa, Asia and the Middle East, as well as several exploration assets in other regions;nIraq, Algeria, Malaysia, Canada, Colombia, France, Gabon, Italy, Myanmar, Namibia, Nigeria, Tanzania

Aktivitas Pertamina International EP

Sebagai anak usaha Pertamina di luar negeri, Pertamina Internasional EP mencatatkan torehan positif di tahun 2018 yaitu jumlah produksi minyak dan gas yang meningkat hingga 153 KBOEPD (102 KBOPD + 299 MMSCFD) per Desember 2018 dan lifting ke Indonesia sebesar 6,5 juta Bbl serta meraih pendapatan senilai USD1,2 milyar dengan EBITDA mencapai USD703 juta. Kenaikan angka produksi tersebut diperoleh dari program kerja organik operasi PIEP serta akuisisi anorganik Korporat Pertamina. Di samping itu, Kapasitas PIEP sebagai operator di lapangan Menzel Lejmet North (MLN), Aljazair juga ditunjukkan melalui suksesnya kegiatan pengeboran pertama di kawasan Gurun Sahara pada Juni 2018.

Aset Pertamina di luar negeri yang dikelola melalui anak usaha Pertamina Internasional EP (PIEP) membukukan pencapaian kinerja produksi tahun 2018 sejumlah 102 MBOPD dan 299 MMSCFD yang dihasilkan dari tiga aset utama di Algeria, Iraq, Malaysia, dan 9 negara lain.

Berdasarkan data perusahaan untuk kinerka operasional tahun 2018, rata-rata produksi minyak mencapai 112 ribu barel per hari (bph)/ Sementara produksi gas sebesar 300 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Pertamina Internasional EP. Selain menjadi operator langsung seperti di Lapangan MLN, Pertamina EP juga mengendalikan Maurel et Prom S.A (72% saham), sebuah perusahaan publik yang berbasis di Paris.

Mengawali 2019, perusahaan berencana untuk meningkatkan angka produksi hingga 163 KBOEPD dan melaksanakan kegiatan lifting mencapai 8 juta Bbl untuk meraih angka pemasukan hingga US$1,4 miliar dengan EBITDA mencapai US$698 juta.

Tahun 2018 investasi USD 5,6 miliar, sekitar 55% untuk hulu. Sisanya untuk investasi lain sedangkan tahun  2019, perusahaan berencana untuk meningkatkan angka produksi hingga 163 KBOEPD dan melaksanakan kegiatan lifting mencapai 8 juta Bbl untuk meraih angka pemasukan hingga US$1,4 miliar dengan EBITDA mencapai US$698 juta. PIEP pun telah mempersiapkan investasi sebesar US$174 juta di 2019. Produksi minyak mentah di luar negeri ditargetkan terus meningkat dan mencapai puncak 200.000 bph pada 2027

PT Pertamina Algeria (PAEP)

Presiden Direktur : Maria Rohana Nellia

Maria R. Nellia merupakan tenaga profesional di bidang minyak dan gas (migas) selama 29 tahun serta mulai bergabung di PIEP sejak 2015. Ia tercatat menduduki jabatan sebagai Vice President Commercial & Business Support PIEP dan juga Board of Directors di Maurel & Prom, perusahaan minyak asal Prancis.

Setelah menyelesaikan studi Geophysical Engineering di Colorado School of Mines, Amerika Serikat pada 1988, Maria R. Nellia mengawali kariernya di dunia migas pada Agustus 1989 dengan bekerja di Mobil Oil Indonesia dan berlanjut ke ExxonMobil sebagai Geophysicist Exploration & Development. Ia pun mengembangkan keahlian manajerial dengan berkarier di PT Landmark Concurrent Solusi Indonesia, Halliburton Indonesia Company pada 2000, PT Medco E&P Indonesia di 2004 dan Eni Indonesia pada 2007.

MLN

MLN AljazairFasilitas Produksi di Aljazair.

Aljazairdikutip dari beberapa sumber informasi

gandatmadi46@yahoo.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.