Media bias in Indonesia elections?

https://www.bbc.com/news/av/world-asia-28155980/media-bias-in-indonesia-elections

The race has been heating up between the two presidential candidates, Prabowo Subianto and Joko Widodo. The contest has, understandably, generated immense media attention in Indonesia – but critics say the majority of Indonesian media is deeply biased and is influencing voters rather than informing them. The BBC’s Indonesia Editor, Karishma Vaswani reports from Jakarta

Demikian  BBC untuk Pilpres 2014, bagaimana Pilpres 2019?

The Diplomate

“The election was peaceful,” says Patrick Ziegenhain, a Jakarta-based scholar and currently a visiting professor at Atma Jaya Catholic University of Indonesia. “No tension, no mass demonstrations, no huge campaign activities. It was more peaceful than previous elections in 2017 and 2014.”

Despite a long campaigning period, several debates, and numerous news stories, polls only shifted marginally over the past year. Pollster quick counts show incumbent Joko “Jokowi” Widodo leading by about 8-10 percentage points – larger than his margin in 2014. Campaigning was mostly normal and rallies were peaceful. Even disinformation played a marginal role, with a poll from Saiful Mujani released before the election showing that few hoaxes were resonating with Indonesian voters.

Penghitungan Suara Pemilu 2019

Pendapat BBC  yang mengatakan untuk Pilpres 2014  the majority of Indonesian media is deeply biased and is influencing voters rather than informing them masih tetap di tahun 2019 ini.

Kantor KPU Pusat

Minggu lalu tgl 12 Mei 2019 bersama anak ke KPU Pusat niatnya menyaksikan proses perhitungan suara. Ketika masuk terdengar azan sholat Azar sehingga langsung sholat berjamaah bersama petugas KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI, Media. Bakda sholat ke tempat perhitungan namun ditolak karena tidak membawa surat pengantar. Jika bisa masuk akan dibuat reportase proses perhitungan suara oleh KPU.

Di pintu masuk tidak terkesan ketat tidak diminta identitas , melenggang ke musholla, terlihat petugas keamanan biasa2 saja, wartawan TV banyak banget dan diluar terlihat mobil Kompas TV, Metro TV, TV One.

Apakah benar seperti dikatakan KPU, Bawaslu, Tim 01 bahwa proses perhitungan di KPU Pusat berjalan lancar? Seandainya saya bisa masuk menyaksikan proses perhitungan pertanyaan2 tersebut bisa terjawab.

Jika media meliput seperti yang saya maksud maka masyarakat akan memperoleh informasi lebih lengkap.

TPS (Tempat Pemungutan Suara) & KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara)

1.Anak sulung pria anggota Kelompok Kerja Pemungutan Suara (KKPS) umur 46 tahun. Tugasnya selesai pk 4 pagi tgl 18 April 2019. Mengumpulkan suara Pilpres relatif cepat. Yg melelahkan utk Pileg. Kelelahan mulai muncul pada pk 20 tgl 17 April 2019. Kesalahan mulai muncul dan utk koreksi butuh waktu dobel apalagi jika hitung ulang suara 200an Pemilih. Pileg terdapat 5 kertas. Yg memakan waktu dan melelahkan hrs mengisi formulir2 ttg kertas yg diterima dikurangi terpakai dikurangi yg rusak serta sisa hrs cocok.

2.Saya (teman) juga ditunjuk sebagai *Ketua KPPS* TPS 51 Jakasetia Bekasi. Alhamdulillah, dg pengalaman Pemilu / Pilkada / Pileg dari tahun2 sebelumnya (sejak 1984 yg pertama kali ikut sebagai KPPS), tugas yg kemarin ini selesai jam 23.10 (sesuai BA) dan menyerahkan ke PPS Kelurahan, sampai rumah lagi jam 00.15 an. Kebanyajan / biasanya yg menjadikan lama adalah kesalahan data kehadiran yg disesuaikan dg pemakaian kertas suara. Hal ini karena absen serta identifikasi pemegang C6 (laki2 / perempuan) tidak cocok.

Terus adanya surat suara double (lipatan tdk diperiksa KPPS 1, 2 atau 3), sehingga ada selisih surat suara dg jumlah pemilih. Dan yg bikin lama lagi, yaitu rekapan dan isian Berita Acara dll, *baru diisi* setelah penghitungan suara selesai. Seharusnya, ada yg menulis, dimana ybs tdk usah ikut ramé dlm prosesi penghitungan suara. Dan tanda tangan anggota KPPS maupun saksi & pengawas, dicicil bergantian.

3.Itu saya (Teman lainnya) alami sbg Ketua KPPS TPS No. 80… yg melelahkan adlh saat hitung utk DPR, DPRD I dan DPRD Kab/Kota. Lembar plano sesuai jumlah partai… kertasnya digulung dan saat dibuka nggulung lagi. Bener² melelahkan, namun harus hati²….

Jika media Pusat maupun Daerah meliput  TPS2 terutama daerah2 yang berpotensi rawan maka Publik akan memperoleh informasi yang lengkap.

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.