Industri otomotif

Industri otomotif basisnya adalah industri permesinan. Seperti diketahui industri permesinan meliputi industri alat berat, industri peralatan konstruksi, industri peralatan energi, industri peralatan pabrik, industri peralatan kesehatan, industri mesin pertanian, industri perkakas (tools) seperti mol, dies, jig dan fixtures.

Pengguna terbesar dari hasil produksi industri pembuatan tools adalah sektor otomotif sebesar 41%-64%. Kemudian, disusul industri elektronika, serta peralatan rumah dan kantor mencapai 8-30%, sektor industri kemasan sekitar 10%, serta industri medis berkisar 6%.

Sebagai gambaran pasar industri pembuatan tools masih menjanjikan, yakni contohnya untuk satu model mobil memerlukan lebih dari 3.000 jenis cetakan (mold & dies) untuk penggunaan 8-15 tahun berdasarkan siklus model.

Sedangkan untuk facelift (facelift diartikan bahwa mobil yang diproduksi baru, namun pada dasarnya sama dengan mobil model versi sebelumnya.)  diperlukan sekitar 35 jenis cetakan, yang diperkirakan dibutuhkan dalam kurun dua tahun sekali.

Kemenperin mencatat, sepanjang tahun 2018, ekspor mold dari Indonesia menembus US$32,8 juta. Sedangkan, ekspor dies sebesar US$52,3 juta serta ekspor jig dan fixture menyentuh angka US$7,9 juta.

Permesinan

Mesin yg paling populer karena pertimbangan tehnik maupun ekonomi adalah Combustion Engine yg terbagi atas Internal Combustion Engine (ICE) dan External Combustion Engine (ECE). Oleh karena ECE sejauh ini dianggap tidak efisien maka yg paling  terpakai  adalah tipe ICE.

Internal combustion engine (ICE) sendiri biasanya merujuk kepada mesin yang pembakarannya dilakukan secara berselang-seling. Yang termasuk dalam mesin ICE dalam adalah mesin empat tak dan mesin dua tak, dan beberapa tipe mesin lainnya, misalnya mesin enam tak dan juga mesin wankel. Selain itu, mesin jet dan beberapa mesin roket termasuk dalam mesin pembakaran dalam.

Aspek utama untuk mencapai kinerja dan efisiensi yang lebih tinggi didasarkan pada fundamental termodinamika. Baik hukum termodinamika pertama dan kedua untuk menghasilkan strategi mencapai puncak efisiensi termal engine.

Contoh pertama mengevaluasi konsep mesin penolakan panas rendah (low heat rejection engine), berdasarkan termodinamika, menunjukkan kesulitan konsep ini untuk meningkatkan efisiensi. Contoh kedua membandingkan dan membedakan termodinamika yang terkait dengan pengenceran gas buang eksternal dan internal. Akhirnya, contoh ketiga dimulai dengan diskusi tentang analisis siklus Otto dan menjelaskan mengapa model ini salah untuk mesin IC. Sifat termodinamika penting yang banyak efek diamati adalah panas spesifik.

Mesin pembakaran internal (ICE) lazim di berbagai aplikasi di seluruh dunia. Aplikasi untuk mesin ICE termasuk utilitas kecil seperti  peralatan taman, peralatan untuk rekreasi, pertanian, konstruksi, kendaraan tugas ringan, kendaraan tugas berat, kelautan, dan pembangkit tenaga listrik. Sebagai satu contoh, jumlah kendaraan dan mesin yang terkait di dunia diperkirakan mencapai 1,2 miliar, dan diperkirakan lebih dari 2 miliar pada tahun 2035. Untuk perangkat yang sedemikian kompleks, ini adalah angka yang luar biasa.

Bahan Bakar

Bahan bakar yang paling umum digunakan saat ini tersusun dari hidrokarbon yang berasal dari bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil mencakup bahan bakar diesel, bensin, LPG, dan juga propana. Mesin yang bahan bakarnya menggunakan bensin, mereka juga dapat menggunakan bahan bakar natural gas atau LPG tanpa perlu banyak perubahan.

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono–alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbarui seperti minyak sayur atau lemak hewan.

Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbarui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.

Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil mengurai dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil.

Saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah.

Kemandirian

Suatu negara dianggap berhasil di bidang industri apabila local contentnya tinggi artinya industri dalam negeri mampu memproduksi mesin dan komponen lainnya. Oleh karena itu negara yang mampu memproduksi mesin beserta komponennya mampu mengembangkan industri permesinan untuk berbagai aplikasi.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sukses memproduksi Kijang Innova dan mengekspor mesin penggerak yang diproduksi di pabrik Sunter 1 dan Sunter 2. Menerapkan standar Toyota, pabrik Sunter memproduksi mesin tipe 1 TR untuk Kijang Innova dengan kapasitas 2L dan mesin 2 TR untuk Fortuner dengan kapasitas 2,7 L. Produksi mesin tipe TR per bulannya mencapai rata-rata 20 ribu mesin.

60 persen untuk ekspor hingga ke 80 negara, Sebagian mesin diekspor per komponen dan di rakit di negara masing masing, sebagian lagi diekspor utuh berupa mesin yang sudah siap dipasang

CV Karya Hidup Sentosa merupakan bisnis keluarga yang dirintis oleh Kwik Hing Sie atau dikenal dengan nama Kirjo Hadi Suseno sejak tahun 1953. Perusahaan yang memiliki dua pabrik di Jalan Magelang Yogyakarta dan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta itu kerap menjadi mitra pemerintah dalam penyediaan alat-alat pertanian. Mulai dari traktor tangan (power tiller), power thresher, generator set, dan juga truck mini untuk keperluan pertanian kelapa sawit.

Negara negara yang mengimpor produk perusahaan Quick ini antara lain Republik Dominika, Timor Leste, Afrika Tengah dan Selatan, juga Fiji. Perusahaan ini memiliki 3000 tenaga kerja. Sampai saat ini sudah menghasilkan 18 jenis traktor tangan dengan kapasitas 6,5 sampai 11 PK. Kemampuan produksi perusahaan ini mencapai 82 ribu unit produk setiap tahunnya.

Sudadyo menuturkan traktor tangan Quick merupakan produk andalan yang menjadi market leader di Indonesia karena paling banyak di ekspor ke negara lain. CV. KHS pun juga mengembangkan produk lain, seperti generating set dan memproduksi exhaust manifold dan sudah export ke KUBOTA Corp. Japan, spare parts otomotif dan spare parts mesin textile.

dari berbagai sumber informasi

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.