Sekilas Peta Politik pada Desember 2017

Lembaga Survei

CSIS :

Elektabilitas Jokowi pada September 2017 sebesar 50,9%. Prabowo 25,8%. “Agus Harimurti Yudhoyono mendapatkan 2,8 persen dan Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan 1,8 persen.

Indikator Politik Indonesia:

Kalau ditotal, 68,3 persen responden kita sangat puas atau cukup puas dengan kinerja Jokowi-JK,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, saat merilis hasil survei di kantornya, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Responden yang menyatakan kurang puas dengan kinerja Jokowi-JK sebesar 27,23 persen. Adapun responden yang menyatakan tidak puas sama sekali 2,26 persen. Jika dijumlahkan, totalnya 29,5 persen responden.

Sebanyak 72,6 persen masyarakat yakin Jokowi-JK akan memimpin Indonesia menjadi lebih baik. Hanya 22,6 persen yang menjawab tidak yakin. Kepuasan karena membangun jalan umum (72 persen), membuat layanan kesehatan terjangkau (65 persen), membangun sarana transportasi umum (60 persen) dan membangun jalan tol luar Jawa (56 persen).

Kepuasan masyarakat minim di sejumlah bidang, seperti membuat harga kebutuhan pokok terjangkau (34 persen), mengurangi jumlah orang miskin (32 persen), menyediakan lapangan kerja (30 persen), dan mengurangi pengangguran (27 persen).

Survei ini menggunakan multistage random sampling dengan 1.220 responden di seluruh wilayah Indonesia. Margin of error sekitar 2,9 persen.

Indo Barometer:

“Mayoritas publik, 61,8 persen, menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden untuk periode 2019-2024, ucap Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam paparannya pada tgl 3/12/2017.Yang tidak menginginkan kembali 23,6 persen. Dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 14,7 persen,” kata Qodari.

Elektabikitas Jokowi berada di angka 34,9 persen berdasarkan pertanyaan terbuka. Namun, jika berdasarkan pertanyaan tertutup dan hanya dibatasi 16 capres, elektabilitas Jokowi naik menjadi 41,8 persen. Jika diajukan pertanyaan tertutup dan capres dibatasi enam nama, elektabilitas Jokowi meningkat menjadi 44,9 persen.

Elektabilitas Prabowo berada di angka 12,1 persen. Jika didasarkan pada pertanyaan tertutup dan jumlah capres dibatasi 16 capres, elektabilitas Prabowo naik menjadi 13,6 persen.

Poltracking Indonesia

Menurut Direktur Eksekutif Hanta, pada 8-15 November, lembaganya menggelar survei. Hasilnya pada simulasi dua kandidat, elektabilitas Jokowi unggul dengan 53,2%, sedangkan Prabowo 33%. Sementara yang tidak tahu atau tidak menjawab sekitar 13,8% .

Hanya ada 3,2% yang memilih Jendral Gatot dan untuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,6% responden.

Survei menyebutkan bahwa 68 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Sementara kepuasan terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla mencapai 64,8 persen. Dari data tersebut, kata Hanta, ada selisih sekitar 15 persen antara kepuasan kinerja dan elektabilitas Jokowi.

Simulasi lima kandidat, Jokowi memperoleh angka 51,8 persen dan Prabowo 27 persen. Empat kandidat lainnya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (3,6 persen), Gatot Nurmantyo (3,2 persen), dan Anies Rasyid Baswedan (2,8 persen). Sementara 11,6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tak menjawab.

Dalam 10 nama kandidat wakil presiden Gatot Nurmantyo 13,7%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 13,2%, Anies Baswedan 13,2%, Sri Mulyani Indrawati 3,5%, Ahmad Heryawan 2,8%, Budi Gunawan 2,0%, Cak Imin 1,8%, Puan Maharani 1,2% dan Zulkifli Hasan 1,1%,”

Survei dilakukan terhadap 2.400 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi pada 8-15 November 2017.

Populi Center

Direktur Populi Center Usep S Ahyar menjelaskan, berdasarkan hasil survei, 6,8 persen responden merasa sangat puas dan 55,2 persen merasa puas atas kinerja Jokowi-JK.

Masyarakat yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi-JK 35,1 persen. Rinciannya, 30,3 responden merasa kurang puas dan 4,8 persen responden merasa tidak puas.

Berdasarkan wilayah, 62,3 persen responden di Pulau Jawa merasa puas dengan kinerja Jokowi-JK. Sementara di luar Pulau Jawa, 61,7 persen menyatakan puas.

Survei Populi Center ini dilakukan pada 19 Oktober-26 Oktober 2017 dengan jumlah responden 1.200 orang. Survei menggunakan metode survei multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Kemungkinan jumlah pasangan Capres dan Cawapres 2019 setelah disahkan UU Pemilu.

Susunan Partai Politik di DPR

PDI Perjuangan  109 kursi  19,46 %
Partai Golkar    91 kursi  16,25 %
PKB    47 kursi    8,39 %
Partai NasDem    35 kursi    6,25 %
Partai Hanura    16 kursi    2,85 %
PPP    39 kursi    6,96 %
Total  337 kursi  60,16 %

 

Partai Gerindra   73 kursi   13,36 %
Partai Demokrat   61 kursi   10,09 %
PAN   49 kursi     8,75 %
PKS   40 kursi     7,14 %
Total 223 kursi   39,34 %

Tanggal 20 Juli 2017 DPR melalui voting telah mengesahkan UU Pemilu. Empat fraksi melakukan walkout karena menolak voting yaitu Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS. Dari susunan partai di DPR diatas bisa dimengerti jika voting ke empat partai tersebut menolak.

Dengan demikian Presidential Thresshold diputuskan adalah 20 % . Dengan komposisi seperti diatas maka Capres dan Cawapres tahun 2019 maksimum 3 pasangan.  Kira2 siapa yang akan menjadi Capres dan Cawapres?

  1. Presiden Jokowi dengan ?
  2. Prabowo dengan ?
  3. Agus Yudoyono dengan ?

Yang terutama menjadi agak  crucial jika benar Demokrat gigih mengajukan Agus  maka Demokrat harus menggandeng minimum salah satu PAN atau PKS plus salah satu partai yang tidak walkout misalnya PPP.

Sementara Jokowi sangat aman ( 19,46 + 16,25 + 8,39  +  6,25 +    2,85 = 53,2 % ) yg didukung oleh PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, Hanura.

Prabowo agak aman jika bersama PKS ( 13,36 + 10,09 = 23,45 % ) sedangkan Agus ( 10,09 + 8,75 + 6,69 = 25,53 % ) didukung oleh PAN, PPP.

Peranan Campaign Manager

Bekerjanya Campaign Manager harus didukung oleh survei yang handal dan kredibel serta dilakukan secara periodik sedini mungkin sampai hari Pemilihan. Seharus pasangan Capres dan Cawapres menunjuk lembaga survei.

Pra pencalonan Donald Trump dari Republic muncul sejumlah nama yg memberikan konsultasi berkampanye diantaranya yg menonjol adalah Stephen Bannon, lulusan Havard Business School dan mengawali karirnya di Goldman Sachs. Kemudian ditunjuk oleh Trump sebagai CEO Campaign. CNN menyebutnya jurkam Trump tidak berpengalaman dan terbukti CNN salah besar.

Teknik2 apa yg dilakukan Bannon ?

Sebagai contoh, radio talk show yg dia kelola  dan cekatan menyeimbangkan berbagai penilpun, kadang2 mengajukan pertanyaan2, kadang2 memberikan penghargaan terhadap pandangan para penilpun, kadang2 mengkritik thd gap logika mereka, tetapi kebanyakan berkomunikasi mengenai keprihatinan negaranya……..

kelompok mereka adalah yg pertama  sangat piawai dan mewakili  alur pikir mengenai new philosophy of nationalism dan populism, yang diminati masyarakat Amerika serta bagian lain dunia. Filosofi mereka percaya bahwa korupsi oleh rulling class, dari kedua party meninggalkan pekerja Amerika untuk kepentingan politik, demi  kantong sendiri maupun kantong grup mereka.

Kemarahan berasal dari cara merekayasa pemusuhan terhadap pekerja yaitu dengan merilis sejumlah isu  seperti : hubungan perburuhan menguntungkan perusahaan multinasional terhadap pekerjanya,  kebijakan pintu terbuka untuk melayani kebutuhan agro business dengan mengorbankan upah buruh yg rendah, satu set kebijakan global mendukung  kepentingangan  transnational business mengabaikan status dan posisi kalangan middle Amerika.

Murray Chotiner ( 1909 – 1974 ) campaign manager utk President Nixon sejak untuk kampanye Congress pada tahun 1946 sampai untuk jabatan President. Salah satu contoh keberhasilannya ketika mengkaitkan pesaing Nixon,  Jerry Voorhis ber idiologi komunis karena menjadi anggota suatu organisasi politik yg di dominasi kalangan komunis. Hal yg sama dilakukan terhadap Helen Gahagan Douglas. Nixon menang mudah.

Harvey LeRoy Atwater ( 1951 – 1991 )  konsultan politik dan strategi untuk Party Republic dan menjadi penasehat President Reagan dan George HW Bush serta chairman Republican National Committee. Atwater dikenal sangat agresif dalam taktik berkampanye seperti memakai weasal questions. Weasal adalah binatang bertubuh  kecil berbulu coklat dan pemangsa burung2 kecil dan binatang lainnya. Weasal Questions isinya penipuan seperti berita mewancarai seorang tokoh padahal kejadian itu hoax.

Campaign Manager Asing dalam Pilpres

Rob Allyn, konsultan kampanye pasangan calon presiden Prabowo-Hatta. Ketua Margate House Films ini , dalam artikelnya di situs yang dikelola Australian National University (ANU) College of Asia and the Pacific itu mengaku bahwa pihaknya telah menangani iklan televisi untuk pasangan Prabowo-Hatta dalam kampanye pilpres lalu. Ia juga mengatakan, jasanya pernah dipakai Jokowi saat bertarung dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2012.

Goenawan Mohamad, menulis bahwa Allyn telah malang melintang di dunia periklanan dan public relations di AS selama 25 tahun. Allyn tidak bekerja untuk memenangkan ideologi tertentu. Ia pebisnis, bukan politisi. “Apa yang terjadi di Indonesia saat ini khas karya-karya Allyn: penuh kebohongan, fitnah, rekayasa, dan pelintiran.

Isu2 sensitif

  1. Indikator Politik Indonesia pimpinan Burhanuddin Muhtadi hasil surveinya mengatakan Kepuasan masyarakat minim di sejumlah bidang, seperti membuat harga kebutuhan pokok terjangkau (34 persen), mengurangi jumlah orang miskin (32 persen), menyediakan lapangan kerja (30 persen), dan mengurangi pengangguran (27 persen).
  2. Sejumlah survei yang lain menulis respon masyarakat tinggi terhadap aktivitas RRC tetapi dengan penuh kecurigaan.

dikumpulkan dari sejumlah sumber berita oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.