Cara mengolah sampah plastik jadi BBM layak jual (bensin, solar dan minyak tanah)

Kedaiborong UKM, 25 November 2018

Skema Pengubah Limbah Plastik Menjadi BBM

destilatorLangkah pertama bersihkan sampah plastik dari kotoran debu, tanah dan bekas pengotor lainnya agar minyak yang di dapati nantinya tidak tercemar oleh bahan pengotor tersebut. Usahakan sampah plastik yang terbuat dari serat bening pvc seperti botol plastik bekas, polesterin, dan kantong kresek yang transparan jika ingin menghasilkan nilai bensin yang banyak. Plastik yang berwarna buram seperti hitam, merah dll biasanya lebih banyak menghasilkan jenis solar dan minyak tanah. Setelah bahan dibersihkan lalu dijemur agar air tidak ikut masuk tabung reaktor.

Langkah kedua, masukkan bahan-bahan dalam tabung reaktor  sampai penuh, lalu tutup rapat jangan sampai uap keluar kecuali lewat nozel penyadapan minyak.

Langkak ketiga,  nyalakan api pemanas tabung reaktor usahakan semakin tinggi kadar panasnya semakin baik. Untuk menghasilkan penguapan minyak standar bensin diperlukan tingkat reaksi panas yang tinggi berkisar 300-400 ºC. Tampung hasil penyulingan dengan alat seperti ember atau jerigen masing-masing pada tiap corong nozel secara terpisah (sseperti gambar di atas). Hasil dari penyulingan jangan dicampur karena akan ditentukan untuk proses kualitas jenis minyak yang diperoleh.

Sistem kerja tabung reaktor mengubah plastik jadi bbm

Dengan teknologi tepat guna tentunya sampah plastik dapat dikelola dengan baik. Salah satunya yang saat ini sedang di kembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi BBM setara solar dan premium. Sistem kerja yang digunakan dengan pirolisis, sampah plastik dipanaskan dengan suhu diatas 300 C sehingga menjadi uap dan didinginkan oleh fluida cair untuk mendapatkan hasil minyaknya.

kondensor

Mekanisme konversi sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen. Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek.

Proses selanjutnya adalah pendinginan yang dilakukan pada gas tersebut sehingga gas akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan. Cairan inilah yang nantinya menjadi bahan bakar, baik berupa bensin maupun bahan bakar diesel. Untuk mendapatkan hasil dan performa yang lebih baik, maka ditambahkanlah katalis. Beberapa parameter sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain yaitu suhu, waktu, dan jenis katalis

Pirolisis

Pirolisis adalah dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau pereaksi kimia lainnya[1], di mana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusus termolisis. Pirolisis ekstrem, yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu, disebut karbonisasi.

proses pirolisis

 

skema pirolisis

mesin pirolisisMesin pengolah ban bekas, metode pirolisis

dukuh kubah

Beberapa Desa yg mengubah sampah plastik jadi BBM

1.Desa Winong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. 5 kilogram sampah plastik ini bisa menghasilkan 2,5 liter BBM premium. Saat ini, alat sederhana ini sudah terjual di beberapa daerah. Satu unit alat tersebut dijual seharga Rp 5 juta untuk 5 ton sampah plastik.

2.Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah. Di tangan mereka, sampah plastik bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dari sampah yang diambil dari masyarakat, kami kumpulkan di sini, dikelola, ada tukang pemilahan untuk dipisah yang organik dan anorganik. Organik buat kompos dan anorganik buat alternatif bahan bakar dan bensin. Dapat bantuan Pertamina.

3.Awal 2016. Masyarakat Desa Tegal Kelapa, Kelurahan Dangdeur menggunakan teknologi penyulingan sederhana untuk menyulap sampah plastik menjadi BBA. “1 kilogram (kg) plastik, bisa disuling menjadi 1 liter BBA setara premium dan solar. Segala jenis plastik bening yang bisa mengapung di air, bisa dimanfaatkan untuk BBA,” kata Asisten Manajer Rumah Inspirasi Subang Asep Suriyadi.

Armand Mel Iskandar Hukom, Field Manager Pertamina EP Asset 3 Field Subang menuturkan, perusahaannya secara rutin melakukan pemetaan masalah sosial dan ekonomi yang ada di masyarakat sekitar daerah operasi perusahaan. Dari pemetaan yang dilakukan Agustus tahun lalu, Armand menemukan ada satu dari 57 sumur produksi perusahaan di Subang dan Karawang yang lahannya kerap dijadikan tempat pembuangan sampah warga desa sekita. “Oleh karena itu diputuskan, kami harus melakukan program pendampingan untuk mengolah sampah tersebut.

4.Berbekal pengetahuan di bidang teknik mesin, seorang pria di Bali mampu mengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Bukan hisapan jempol belaka, pria yang diketahui bernama I Gusti Ngurah Adnyana ini bahkan bisa mengubah sampah menjadi tiga jenis BBM yang berbeda.

Pria asal Tabanan ini bahkan sempat belajar di Klaten dan Yogyakarta tentang mesin pengolah sampah plastik yang sedang dalam proyek pengerjaannya.  “Sempat ke Klaten, belajar sama Pak Edi namanya mengenai pembuatan, penggunaan dan pemanfaatan mesin itu,” sambungnya.

Meskipun terlihat sederhana lantaran hanya dibuat menggunakan stainlees, pipa, kran, dan pengukur suhu, pada kenyataannya alat tersebut sungguh menakjubkan. Dalam sekali operasi, mesin tersebut mampu mengolah 5 kilogram sampah plastik dan menghasilkan BBM kurang lebih sebanyak 4 liter.

“Kalau ingin yang keluar bensin maka tekanannya 50 sampai 150 derajat celcius, kemudian 150 sampai 200 derajat celcius untuk minyak tanah, dan di atas 200 derajat celcius untuk solar. Jika sampahnya full, mungkin butuh 1 jam sampai keluar BBM,” tukasnya.

Kini dirinya sudah berhasil membuat dua unit mesin yang satu unit sudah dibeli oleh PLN Renon, dimana satu unit mesin ia bandrol seharga Rp 7 Juta sampai Rp 8 juta. Satu unit mesin memiliki kapasitas 5 kilogram sampah dengan berat unit mencapai 5 kilogram.

BBM dari ban bekas digunakan di industri-industri di bawah ini

1.pabrik pembangkit listrik 2.pabrik kaca 3.pabrik keramik 4.pabrik aluminium.5.pabrik cat.

Pemkota

Pemkot Surabaya kerja sama dengan PT Sumber Organik, melakukan  pengelolaan sampah menjadi energi listrik kemudian disalurkan kepada PLN dengan kapasitas 1,65 megawatt. Sedangkan sisanya, oleh pihak DKP digunakan untuk keperluan TPA Benowo sendiri. “Dari pihak PT Sumber Organik, kontrak dengan PLN hanya 1,65 megawatt saja.

Nantinya, bila menggunakan Gasifikasi, maka listrik yang dihasilkan jauh lebih besar, yakni 8,31 megawatt. Oleh sebab itu, DKP sedang berupaya untuk menyelesaikan pembangunan yang ditargetkan maksimal tahun 2019.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.