Multilateralisme Baru, secara bersama melawan Corona Virus

Multilateralisme baru

Christine Lagarde,  Direktur Pelaksana, Dana Moneter Internasional dalam Annual Meeting IMF & WBG tahun 2018 di Bali, Indonesia mengajak semua pihak melawan kesenjangan . Dengan cara secara bersama oleh negara-negara sendiri, sektor swasta, lembaga-lembaga internasional, dan lembaga-lembaga filantropi.

Dan kemitraan ini harus diperluas ke pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien; memperkuat pengumpulan pendapatan; termasuk melalui upaya membendung penghindaran dan penggelapan pajak; dan pemberantasan korupsi.

Jenis kemitraan ini adalah bagian tak terpisahkan dari multilateralisme baru―bukan hanya karena ketegangan yang muncul dari eksklusi dan perubahan iklim yang tidak mengenal batas negara. Dalam hal ini, solidaritas justru menjadi kepentingan diri.

Christine Lagarde memperkenalkan dalam pidatonya Multilateralisme baru. Multilateralisme baru  harus bersifat lebih inklusif―terbuka terhadap beragam pandangan dan pendapat. Multilateralisme baru ini harus lebih berorientasi manusia ―mengedepankan kebutuhan manusia. Dan harus lebih efektif dan akuntabel―mewujudkan hasil bagi semua.

Didalam IMF &WBG annual meeting 2018 spirit kerjasa sama para anggota IMF &WBG terasa. Dari China diwakili Menkeunya, memahami dan menjelaskan dengan jujur dan siap mencari solusi ttg lilitan Utang sejumlah negara seperti Sri Langka, Pakistan, Malaysia. Yang terkesan tidak semangat adalah utusan dari AS, demikian pendapat utusan Lithuania yang duduk dekat saya.

President Trump dalam janji kampanye yang sebenarnya copy dari beberapa President sebelumnya, Let’s make America great again berhasil menghipnotis rakyatnya sehingga terpilih. Dikesankan Trump dalam policy ekonomi memakai paham merkantilisme, proteksi terhadap produk2 dari luar. Rakyat AS dibangkitkan dengan data perdagangan yang defisit, terhadap China. Hal itu memicu trade war. Dengan demikian pemerintahan Trump berbeda dengan spirit Multilateralisme Baru yang sudah berkembang dalam annual meeting 2018.

Untuk pertama kali seorang President AS secara terbuka mengkritik The FED, dan IMFserta mayoritas anggota  & WBG mendukung The FED. Tetapi data ekonomi AS mendukung Trump.

Paket Stimulus Ekonomi Global melawan Corona Virus.

Federal Reserve Intervensi Untuk Cegah Penguatan Dolar AS di rilis Maret 20, 2020.

Greenbackb(USD) terpantau melemah terhadap sebagian mata uang mayor dalam perdagangan hari ini (20/3). Akan tetapi, pelemahan terutama disebabkan oleh tindakan bank sentral-nya sendiri, Federal Reserve. The Fed memperluas kerjasama swap dengan lebih banyak bank sentral, sehingga memberi peluang bagi mata uang lain untuk unggul versus USD.

Sejak awal bulan ini, Dolar AS telah menguat pesat terhadap beragam mata uang lain. Beberapa mata uang bahkan mencetak kemerosotan nilai hingga lebih dari 10 persen terhadap Dolar AS. Situasi ini menimbulkan krisis likuiditas dolar di pasar internasional, sekaligus terancam membuat dolar AS terlalu mahal hingga mengakibatkan produk-produk AS kalah bersaing di pasar global.

Memahami situasi tersebut, Federal Reserve mengadakan perjanjian kerjasama swap. Dalam perjanjian ini, bank sentral lain dapat membeli dolar AS di luar pasar, kemudian menjualnya kembali pada waktu dan tingkat harga tertentu. Perjanjian seperti ini mendukung ketersediaan likuiditas dolar dan stabilitas sistem keuangan global. Bank-bank sentral lain untuk menopang nilai tukar mata uang mereka tanpa menggelontorkan terlalu banyak dana. Di sisi lain, The Fed dapat mencegah dolar AS terapresiasi terlalu tinggi.

Pada hari Senin, Federal Reserve telah mengumumkan kerjasama swap dengan lima bank utama, yaitu Bank of Canada (BoC), European Central Bank (ECB), Swiss National Bank (SNB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ). Hari ini, kerjasama ditambah sembilan bank sentral lagi, yaitu Reserve Bank of Australia (RBA), Banco Central do Brasil, Danmarks Nationalbank, Bank of Korea, Banco de Mexico, Norges Bank, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Monetary Authority of Singapore, dan Sveriges Riksbank.

Pengumuman ini sontak mendorong penguatan banyak mata uang. Namun, analis menilai masih terlalu prematur untuk menjual dolar.

Terlepas dari langkah global terkoordinasi untuk membuka jalur swap dolar, pasar swap berbasis dolar masih kacau, efek lanjutannya masuk ke pasar spot lebih kuat dibanding pada situasi tekanan pendanaan USD tradisional. Ditambah situasi dolar ketat ini ke dalam daftar barometer pasar yang perlu dinormalisasikan sebelum kita dapat mempertimbangkan untuk kembali ke pasar dengan tenang. Setelah itu, akan ada banyak mata uang yang undervalued dan bisa dibeli terhadap Dolar AS,” kata Tim Graf dari State Street Global Markets.

Managing Director Kristalina Georgieva, IMF do to support our members

  • We are concentrating bilateral and multilateral surveillance on this crisis and policy actions to temper its impact.
  • We will massively step up emergency finance—nearly 80 countries are requesting our help—and we are working closely with the other international financial institutions to provide a strong coordinated response.
  • We are replenishing the Catastrophe Containment and Relief Trust to help the poorest countries. We welcome the pledges already made and call on others to join.
  • We stand ready to deploy all our US$1 trillion lending capacity.
  • And we are looking at other available options. Several low- and middle-income countries have asked the IMF to make an SDR allocation, as we did during the Global Financial Crisis, and we are exploring this option with our membership.
  • Major central banks have initiated bilateral swap lines with emerging market countries. As a global liquidity crunch takes hold, we need members to provide additional swap lines. Again, we will be exploring with our Executive Board and membership a possible proposal that would help facilitate a broader network of swap lines, including through an IMF-swap type facility.

Kesimpulan

Multilateralisme Baru yg dipidatokan Chritine Lagarde dari IMF (kini President European Central Bank)  pada 11 Oktober 2018 di Bali makin dibutuhkan melawan Corona Virus.

dari beberapa sumber informasi

gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.