PON ke 7 Surabaya 1969

Asian Games ke 18 ( 8 Agustus 2018 – 2 September 2018)

Marilah kita syukuri atas sukses Asian Games ke 18 tahun 2018  yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang. Peserta berasal dari 45 negara Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade. Jumlah atlet dan official membengkak yang menurut Wapres JK negara peserta mendaftarkan jumlah atlet 15 000 dan official 7 000, jumlah ini melampaui perkiraan secara total Cuma 15 000.

Indonesia disetujui menjadi tuan rumah Asian Games XVIII oleh Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia pada 19 September 2014. Penyelenggaraan Asian Games XVIII yang awalnya akan diadakan pada tahun 2019 kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 untuk menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden Indonesia yang juga akan diselenggarakan pada tahun tersebut.
Awalnya Hanoi, Vietnam terpilih sebagai tuan rumah mengalahkan Surabaya, namun mereka mengundurkan diri karena kendala keuangan.

Ketua Tim Pengarah Asian Games 2018 yang juga Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengatakan, biaya untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 menghabiskan lebih dari Rp30 triliun. Adapun untuk pendanaannya, ada dua macam alokasi yang telah disiapkan, yakni pendanaan untuk infrastruktur perhelatan dan infrastruktur yang berjangka panjang, seperti moda transportasi. Dari Pemerintah disediakan Rp 4,5 trilyun.

Sukses waktu opening dan berjalan rapi kecuali urusan karcis masuk dan juga sukses prestasi. Perhari ini tgl 28 Agustus 2018 sudah mengumpulkan 22 medali emas dan diperkirakan bakal meraih 25 emas.

PON 7 Sby (6 Agustus sampai dengan 6 September 1969)

Pekan Olahraga Nasional ke 1 tahun 1948 diselenggarakan di Solo, serba sederhana kecuali semangat. Perencanaannya 45 hari sehingga tidak ada medali dan piala. PON ke 4 di Makasar (27 September – 6 Oktober 1957) terjadi inseden ketika pengibaran bendera tidak mencapai puncak tiang, tidak ada yang seperti Johannes Adekalla  murid SMP Atabua nekad memanjat tiang bendera sehingga merah putih berkibar ditemptnya. Kibaran setengah tiang, banyak yang menganggap isyarat buruk. Tidak lama kemudian meletus pemberontakan PRRI/Permesta- entahlah.

Berbeda dengan PON 7 diikuti oleh 26 propinsi dan memperebutkan 732 medali; 248 medali emas, 248 perak, 236 perunggu.  Fasilitas juga masih minim, seperti stadion utama harus dibangun tempat atlet menginap mempergunakan fasilitas milik TNI.

Untuk membiayai APBN pemerintahan awal Orba belum punya dana sehingga dipakai cara Bang Ali (1966 – 1976) yaitu melegakan perjudian, sebagai Ketua Penyelenggara kolonel Acub Zaenal yg juga menjabat Danrem Surabaya dsk mengamankan kegiatan LOTTO (lotere totalisator) yg akrab dengan nama Hwa-hwe. Kita para mahasiswa tahu kalau cantolannya pa Acub yaitu jendral Soemitro, sedikit berseberangan dengan Pangdam Brawijaya M Jasin.

Korban judi Hwa-hwe banyak – konflik keluargaterjadi, yg diuntungkan juga banyak al dari lapak2 tersedia sampai ke kampung2 bahkan ada penawaran hadiah uang,  inisiatip perorangan bagi yg berhasil menebak dan ada yg lari karena pemenangnya lebih banyak. Gambar2 stensilan untuk meramal laku keras, ada mahasiswa membuat gambar tebakan laku keras sampai mampu beli mesin stensil disamping memberi uang jajan bagi teman2 yang membantu membuat gambar ramalan.

Teman2 mahiswa banyak yg menjadi panitya, diberi imbalan rp 1500 bagi panitya resmi.  Mahasiswa dipilih yang cantik2 ditempatkan di tempat lokasi kontingen tugasnya memberikan informasi tentang Kota Surabaya dsk. Kontingen yg menjadi favorit jelas DKI karena diperlakukan dengan ramah. Tim ini diberi tugas membagikan karcis nonton bioskop yg awalnya gratis dalam pelaksanaannya dipungut biaya (murah). Sebagai bentuk partisipasi masig2 bioskop menyumbang 50 karcis perhari secara gratis.

Panitya PON merekrut para pemuda sebagai reporter, melaporkan hasilnya berbentuk tulisan dan foto untuk dokumentasi. Masing2 reporter dibekali film. Seorang teman, mahasiswa ITS jurusan elektro mengambil foto taruna kadet yang kelelahan koma diacara penutupan. Sempat terjadi ketegangan karena para Kadet memaksa merampas film, untungnya dapat ditengahi Panitya.

Liputan hasil pertandingan

Kontestasi kontingen Jatim dan DKI terjadi secara terbuka. Media Jatim merilis hasil pertandingan harian menempatkan posisi Jatim diurutan teratas menyusul DKI demikian sebaliknya dengan media nasional. Perang urat syaraf terjadi waktu itu. Kita sudah tahu bahwa kontingen DKI unggul, hasil akhir  total medal 210 terdiri atas emas 101, perak 69 dan perunggu 40 sedangkan Jatim sebagai pemenang ke 2 dengan total perolehan medali 176 terdiri atas emas 65, perak 59 dan perunggu 52.

Bang Ali versus cak Acub Zainal

Media apresiasi Bang Ali, seorang jendral TNI AL sebagai Ketua kontingen ketika melaporkan kedatangan kepada Ketua Panitya Acub Zainal, kolonel TNI AD. Mungkin media tidak menyiarkan ketika sempat terjadi ketegangan pada acara penutupan.  Stadiun 10 Nopember sudah penuh sesak maka Panitya memerintahkan menutup pintu masuk. Atlet DKI sebagian besar belum masuk stadiun, mendengar hal itu Bang Ali turun dari tribun menuju pintu memerintahkan untuk dibuka. Panitya merasa tersinggung tapi Acub Zainal bisa menahan emosi.

gandatmadi46@yahoo.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.