Hidrogen sebagai sumber energi

USINDO News tgl 12/1/2021 menurunkan artikel berjudul Why Indonesia and Japan must colloborate on hydrogen yg dimuat Nikkei Asia. Artikel tsb adalah karya Raditya Margenta and Filda C. Yusgiantoro dari Purnomo Yusgiantoro Center.

As the International Energy Agency explained in a 2019 report, energy derived from hydrogen has many applications including industry, transport, heating and generating electricity. Depending on how it is produced, hydrogen also has the potential to reduce carbon emissions, with the International Renewable Energy Agency reporting that 15 countries, including three in Asia, as well as the European Union, already initiating policy strategies to support the development of hydrogen energy, with more set to join them.

The first country to establish a national policy on hydrogen, Japan has also set an ambitious target to optimize hydrogen energy sources for domestic purposes by 2050. A key part of Japan’s energy strategy is producing more fuel cell vehicles powered by hydrogen, supplied by a growing network of hydrogen fueling stations.

For Japan to meet this target, it will need more international collaboration to develop a hydrogen energy ecosystem in order to maintain its supply chain, reduce costs and expand the size and scale of the project.

Indonesia, in the meantime, as a developing country, must start tapping more low-carbon energy sources to support a greener and more sustainable environment. Currently, Indonesia has utilized various sources for renewable energy, but the different pieces of the energy mix puzzle remain scattered.

Apa yang dimaksud dengan Hidrogen sebagai energi?

Hidrogen dapat diproduksi dari sejumlah besar sumber energi, melalui berbagai proses teknis. Elektrolisis adalah pilihan yang menjanjikan untuk produksi hidrogen dari sumber daya terbarukan. Elektrolisis adalah proses menggunakan listrik untuk memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.

Reaksi ini berlangsung dalam satu unit yang disebut electrolyzer. Elektroliser dapat memiliki berbagai ukuran mulai dari peralatan berukuran kecil dan peralatan yang sangat sesuai untuk produksi hidrogen skala besar.

Elektrolisis

Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit oleh arus listrik searah dengan menggunakan dua macam elektroda. Elektroda tersebut adalah katoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif) dan anoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif).

Tempat dimana elektrolisis berlangsung disebut sel eletrolisis. Sel itu terdiri atas leburan atau larutan elektrolit yaitu zat yang dapat menghantar listrik dan dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik seperti battery atau power supply. Jika arus listrik dialirkan akan terjadi reaksi kimia pada eketroda-elektrodanya.

Dalam hal ini ion-ion positif berpindah ke arah elektroda negatif ( katoda ) yang dihubungkan dengan kutub negatif, sumber arus dan ion-ion negatif bergerak ke arah elektroda positif ( anoda ) yang dihubungkan dengan kutub positif sumber arus.

elektrolisisMolekul air dapat diuraikan menjadi unsur asal dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi, yaitu anion (ion negatif) ditarik oleh anoda dan jumlah elektronnya berkurang sehingga bilangan oksidasinya bertambah.

.diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.