The Invisible Government ( 2 )

Foto The IG-2by

David Wise & Thomas Ross

Gmb TC-248 HOURS

Bintang2 menyinari langit tropis  biru gelap dan udara malam hari yang hangat tiada tanda2datangnya fajar. Mario Zuniga menempatkan bomber B-26 diujung landasan letaknya diujung Laut Karibia. Hanya suara mesin yang memecahkan kesunyian di lapangan udara Puerto Cabezas, Nicaragua. Pilot pelarian Cuba, usai 35 tahun dan longgor sendirian duduk di cockpit. Dia tidak punya copilot dalam misi ini. Di ekor pesawat tertulis FAR— sebagai tanda Fidel Castro’s Air force, the Fuera Aerea Revolucionaria. Namun Mario Zuniga bukan pilot Cuba. Dulunya dia terbang untuk extraordinary top-secet mission untuk CIA, USA.

Map wilayah teluk MexicoSebelumnya CIA membawa bomber besar ini keluar landasan  yg kemudian menembaki sehingga terdapat lubang2 peluru di badan pesawat. Hal itu untuk samaran. Dalam kantongnya terdapat rokok buatan Cuba, yg dia pinjam dari teman sesama pilot pada acara gladi resik. Dalam benaknya diisi cerita yg disusun secara hati2. Tujuan penerbangan adalah Miami International Airport, 834 mil atau 4 jam terbang ke Timur Laut. Setelah menerima signal, Zuniga menurunkan pesawatnya di ketinggian 6000 feet diatas runway. Peristiwa itu tertanggal 15 April 1961, suatu penerbangan dengan cuaca yang perfect.  Misinya merupakan sukses atau gagal dari ambisi operasi dalam sejarah CIA, yang kini sedang berlangsung.

Map Peurto CNicaragua

Mulai pada pk 1:40 AM, sesaat sebelum Zuniga take-off, delapan B-26 milik CIA telah berderu malam hari menuju lapangan terbang yg sama, diisi ekstra bahan bakar dan sepuluh a’ 20 pon bom masing2 pesawat . Para pilot adalah pelarian Cuba, terlatih dan di gaji CIA. Target mereka adalah Cuba dengan misi – melumpuhkan angkatan udara Castro sebelum mereka mampu terbang. Pesawat2 ini juga membawa replika FAR, berinisial Castro’s air force.  Dengan formasi 3 dan dengan kode Linda, Puma dan Gorilla, kedelapan pesawat tersebut menyerang pada saat fajar, suatu surprise raid.  Hal ini pertama dari dua serangan terhadap pangkalan  udara Castro,  untuk melapangkan invasi rahasia terhadap Cuba yg dijadwalkan 48 jam kemudian, menyerang the Bahia de Cochinos, Teluk Babi.   Operasi ini membutuhkan persetujuan CIA, Kepala Staf Gabungan dan President USA.

Foto Bahia de CZuniga diharuskan mendarat di Miami setelah pengeboman. Dia harus mengumumkan kepada dunia  bahwa serangan itu beasal dari pangkalan didalam Cuba oleh dirinya dan pilot2 lainnya, menghancurkan angkatan udara Castro.  Dalam realita ke delapan pesawat  sebenarnya berasal dari Happy Valley, nama kode CIA untuk pangkalan udara Peurto Cabezas, Nicaragua ( lihat peta Nicaragua, Honduras dan Costarica ) .

Peta Cuba dsk-1Sepanjang penerbangan malam hari itu  menuju Miami, Ziana mempergunakan waktunya untuk mem[ersiapkan cerita. Dia diseleksi oleh para instruktor CIA diantara sejumlah pilot pelarian Cuba. Agen CIA dikenal dengan nama George ketika melakukan misi spesial.  Tiga orang ditawari unuk pergi. CIA melemparkan sejumlah pertanyaan sebagai tes, dibawah tekanan.  Mario terpilih karena intelligence dan berpikir cepat. Kemudian diikuti dengan latihan tanpa akhir tentang cerita sampai dibawa tidur. Ia diberi instruksi untuk tetap merahasiakan tentang misi tersebut meski beberapa taun kemudian.

Selama pesawat membawanya ke Florida, Zuniga juga membayangkan mengenai istrinya Georgina, dua anak laki2nya Eduardo an Enrique serta dua  anak perempuannya Beatriz dan Maria Cristina. Mereka ditinggalkan di Miami, dalam sebuah apartemen South West 20th Avenue ketika dia bergabung dengan para pelarian yang mengikuti latihan militer untuk menyerang negara asal mereka. Di sebelah tenggara, kekuatan pemogokan terus berlanjut sampai ke Kuba dan The New Day. Serangan dipimpin Luis Cosme, kurus tetapi berotot, berambut cepak, ex penerbang Au Cuba dan pilot sipil telah meninggalkan Cuba delapan bulan sebelumnya.  Diruangan kontrol dua pesawat lainnya  terdapat Alfredo Caballero, anak laki2 usia 25 tahun bertubuh gempal serta Rene Garcia. Keduanya juga veteran AU Cuba.  Target mereka San Antonio de los Banos, lapangan militer yg vita terletak 25 mil barat daya Havana. Jose Crespo, pendek dan tampan, memimpin Puma untuk menyerang lapangan terbang Camp Libertad, pinggiran Havana. Dua B-26 yg lain diterbangkan oleh DanielFernandez, keturunan Spanyol dan satu2nya bujangan, serta Chirrino Piedra, termuda umur 25 tahun dan terbaik diantara pilot pelarian. Tidak satupun dari ketiga pilot  atau co-pilot mereka selamat ari Bay of Pigs. Seluruh ke enamnya di wing Puma memiliki waktu kurang dari empat puluh delapan jam untuk hidup.  Mereka diterbangkan oleh Gustavo Ponzoa dan Gonzalo Herrera. Target mereka Santiago de Cuba, di Oriente Province, dimana Castro memulai memanjat kekuatannya di Sierra Maestra lima tahun lebih awal.

Setengah lusin armada sudah menuju Cuba yang dikawal armada perang US.  Tidak bisa tidur di deck kapal Houston, Mario Abril umur sembilan belas tahun, privat E Company, batalion  infantri ke dua dari brigade  dalam pengasingan mendengar deru pesawat bomber. Dia mendongok keatas dan melihat formasi B-26 dilangit malam. Dua bulan sebelumnya di Miami bersiap pergi menuju camp latihan di Guatemala. Dia tidak bilang kepada siapapun mengenai keputusannya. Ibunya ketika membangunkan pada hari ulang tahunnya ke sembilan belas  bukan memberi hadiah melainkan rosario. Ibunya bilang hanya itu yang bisa diberikan sebagai hadiah. Sekarang dalam seragam militer diatas kapal Houston, menyetel transistor radio untuk mendengarkan berita apakah Havana menyiarkan serangan pemboman. Besoknya dia tetap diatas laut. Hari berikutnya dia akan menghadapi pertempuran yang pertama.

Di Washington, Richard M Bissell Jr seorang profesor ekonomi dengan tak sabar menunggu berita serangan pemboman dan menunggu berita kedatangan Zuniga di Miami. Bissell adalah diputi direktur CIA untuk perencanaan ( DDP ), perencanaan untuk operasi luar negeri. Black artinya rahasia dan Bissell memimpin the blackest dari operator black. Dari kantor rahasia di Lincoln Memorial, seberang White House dia berhubungan via high speed circuit dengan Happy Valley.

Sabtu 15 April 1961, atasan Bissell direktur CIA, Allen W Dulles berada di Puerto Rico. Disana untuk berbicara dalam suatu acara konvensi kalangan bisnis muda, pada hari minggunya. Dia berfikir jika membatalkan akan mencipttakan kecurigaan. Lebih dari itu alasan Dulles kehadirannya di Puerto Rico menjadi berita yang menarik. Penampilannya di depan publik sebagai kepala CIA di San Juan dari pada di Washington akan merubah kecurigaan bahwa CIA yang memimpin drama yang sekarang sedang berkembang.

Di bagian lain dengan alasan yg sama, President John F Kennedy memutuskan untuk istirahat di akhir pekan seperti biasanya di Glen Ora, rented estate di Middelburg, Virginia.  Pada pk 11: 37 dia bicara pada peringatan African Freedom di Kementrian Luar Negeri.  Siangnya dengan helikopter ke Middleburg.  Operasi rahasia terbesar sepanjang sejarah Amerika dimulai. Namun tidak hanya President dari US juga direktur CIA berada di Washington.

Di Havana pada pukul 6: 00 awalnya terdengar seperti halilintar. Tetapi kemudian senjata anti serangan udara membuka tembakan menyebabkan  penduduk di ibukota Cuba sadar serangan udara sedang berlangsung. Dari jendela2 dan balkon, rakyat Cuba melihat pelacak dari senjata anti serangan udara menembak dalam sudut yang lebar. Di Miramar, pinggiran dekat Camp Libertad, anak2meihat tiga B-26 bomber Jose Crespo’s Pum menyerang dengan bom, mesin senjata serta roket. Beberapa bom  menghantam gudang amunisi dan menyebabkan nyala api membumbung ke angkasa. Diikuti satu seri ledakan dan berlansung terus dengan interval setiap empat puluh menit.

Fragmen bom menghantam gedung administarsi dan membuat lubang besar di unway. Serangan berakhir hanya lima belas menit., tetapi senjata2 tetap ditembakkan untuk waktu satu jam. Secara simultan tiga B-26 dari Linda mengebom San Antonio de los Banos. Satu dari T-33 buatan Amerika milik Castro berada di ujung runway no 11 meledak dan beberapa B-26 milik Castro tertangkap di tanah.

Di Antonio Maceo Airport, Santiago de Cuba  di ujung timur pulau, wing Gorilla menghancurkan hanggar berisi dua pesawat kecil dan satu pesawat jenis Sea Furu buatan Inggris.  Di depan gedung administrasi sebuah peawat milik Cubana Airlines C-47 yg diparkir juga dihancurkan.Kerusakan agak ringan  di Camp Lbertad oleh Puma.  Angkatan udara pengasingan kehilangan pesawat pertama. B-26 diterbangkan Daniel Fernandez Mon, lumpuh dalam operasi tersebut. Jatuh di laut yang terlihat dari Havana Commodoro Hotel.

Pilot bujangan yg butuh lima hari mendapat izin ikut dalam serangan pertama  ini tewas dalam usia duapuluh sembilan tahun. Co-pilot, Gaston Perez lenyap bersamanya. Perez seharusnya merayakan ulangtahun ke duapuluh enam, tigabelas hari mendatang.

Kini kerusakan kecil, sesuatu yang salah , muncul dari rencana hati2 CIA. Jose Crespo pemimpin wing Puma mengalami proble mesinnya. Dia memilih tidak balik ke Happy Valley dan mengarah terbang ke utara menuju Key West. Pada pukul 7:00 AM, Crespo dan co-pilot Lorenzo Perez membuat pendaratan darurat di Boca Chica, Stasiun udara milik Angkatan Laut di Key West,  membuat ketakutan para perwira angkata laut disana. Sekolah menengah Key West menyelenggarakan Olypics Day dengan mengadakan band,paradeserta mengundang masyarakat. Angkatan Laut secara tergesa gesa menutup tanpa penjelasan. Olypics Day dibatalkan. Dalam penerbangan Linda, Alfredo Caballero tertangkap setelah menjatuhkan bom pada Grand Cayman Island beserta co-pilot, Alfredo Maza.Hal itu membat kerepotan kecil CIA. Grand Cayman adalah teritori Inggris.

Sesaat setelah pukul 8:00 tower kontrol Federal Aviation Agency di Miami International Airport menerima signal mayday. Mario Zuniga dalam misi terakhir. Dia menilpun tower  di titik duapuluh lima mil sebelah selatan Homestead, Florida, atau sekitar dua belas menit dari Miami. Pada 8:21 AM dia mendarat, mesin kanannya menyala seperti baru saja tertembak. Dengan kaos T shirt dan celana berwarna hijau dia memanjat.

Dibawa dengan cepat ke kantor pusat imigrasi dan diperiksa selama 4 jam, Zuniga berhasil dihindari dari wartawan. Edward Ahrens, direktur United States Immigration and Naturalization Service, mengumumkan bahwa nama pilot dirahasiakan agar keluarganya yg tinggal di Cuba tidak mengalami pembalasan. Tetapi anehnya,  mengingat langkah2 keamanan yg ketat tentang kedatangan Zuniga, fotografer2 bebas mengambil fotonya serta foto pesawat B-26 yg tertembak. Diluar negeri pada hari berikutnya surat-kabar2 memuat foto pilot misterius, berbadan tinggi, pria berjenggot memakai kaca mata hitam dan topi baseball.

Ahren merilis pernyataan dari pilot tersebut. :

Saya salah satu dari dua belas pilot B-26 yang tetap di angkatan udara Castro paska pembelotan Pedro Luis Diaz Lanz * dan mengikuti pembersihan.  Sehari sebelum kemarin saya dengar bahwa salah satu dari tiga, letnan Alvara Galo, pilot B-26 NoFAR915, terlihat bicara dengan seorang agen dari Ramiro Valdes, kepala G-2.

 Saya diperingatkan oleh dua yang lain dan menyimpulkan  bahwa Alvara Galo, yg selalu bertingkah agak pengecut, telah mengkhianati kita. Kemarin pagi saya diberi tugas melakukan patroli rutin di dari  pangkalan San Antonio de los Banos, sampai ke seksi Pinar del Rio serta sekeliling Isle of Pines.

 Saya menceritakan kepada teman2 di Campo Libertad dan mereka setuju untuk bertindak. Salah satu mesti terbang ke Santiago. Yang lainnya beralasan untuk mengecek altimeter. Mereka take off dari Campo Libertad pada pukul 06:00. Saya mengudara pukul 06:05. Karena pengkhianatan Alvara Galo, kita sepakatuntuk memberi pelajaran kepadanya, dengan begitu saya terbang balik ke San Antonio, dimana pesawatnya berada, kemudian membrondong pesawatnya  serta tiga lainnya yang diparkir didekatnya.

 Ketika akan keluar saya terkena tembakan senjata kecil dan mengelak.  Kawan2 lain memutuskan sebelumnya, memukul pangkalan udara yg kita sepakati akan menyerang. Kemudian karena bahan bakar saya kurang, saya harus ke Miami sebab saya tidak bisa menuju tujuan yang direncanakan. Kemungkinan mereka menyerang wilayah lain seperti Playa Baracoa, tempat menyimpan Helikopter  milik Fidel Castro

 Sekarang CIA’s cover story tersebar di media ke seluruh dunia.

Di New York, Dr Joe Miro Cardona, profesional, president dari Cuban Revolutionary Council tidak bisa menolak mengeluarkan pernyataan dalam bahasa Latin. Dari markas besarnya di Hotel Lexington, Cardona memuji ungkapan kepahlawanan kebebasan Cuba….dipicu oleh beberapa anggota AU Cuba pada pagi ini. Dia menyatakan bukan suatu kejutan karena the Council has been in contact with and has encouraged these brave pilots.

Pengumuman Cardono adalah langkah yang jelek, dibuktikan oleh peristiwa dikemudian hari. Tidak sampai dengan pukul 9:00 AM, tiga jam setelah serangan, radio Cuba menyiarkan pengeboman tersebut. Tetapi pada pukul7:00 AM duta besar Uni Sovyet untuk Cuba, Sergei M Kudryavtsev, orang yang berpengaruh dan berpengalaman di KGB, jaringan intel Sovyet, terlihat buru2 meninggalkan kediaman resminya dengan kendaraan militer Cuba bersama dua perwira AD Cuba. Wartawan tidak bisa tahu kemana perginya. Namun pada sorenya,  milisi bersenjata memadati jalan raya di Havana  dengan menyandang senjata otomatis bikinan Czehoslovak, serta di atap2, korps diplomatik luar negeri dipanggil Menteri Luar negeri dan menjelaskan bahwa Cuba membuktikan US berada dibelakang serangan tersebut.  Fidel Castro telah memerintahkan delegasinya di PBB untuk menuduh US melakukan agresi langsung…Jika serangan udara ini sebagai pendahuluan melakukan invasi, berbasis peperangan, akan melawan…Tanah Air atau Kematian ( the fatherland or death!. Dia menuntut kantor berita US melaporkan yang sebenarnya.

 Hal itu bukan hal yang mudah. Di Key West, Laksamana Muda Y. McElroy, komandan Boca Chica Naval Air Station mengumumkan :Satu dari B-26 Bomber curian yg terlibat serangan terhadap Havana pagi ini mendarat disini. Di White House, seketaris pers president, Pierre Salinger menolak mengetahui tentang pengeboman. Dia mengatakan US sedang mencari informasi.

Sepanjang East River di NewYork, di gedung PBB, drama yang dimulai di landasan terbang di hutan di Nicaragua sebelum pagi hari kini bergerak dengan penuk kemilau di pentas dunia. Raul Roa, wakil Cuba yg menyenangkan berjalan menuju mimbar mengawali sidang General Assembly tentang krisis Cuba.  Rao memulai: At 6:30 morning. North American aircraft–

Ketokan palu, yang dipegang the Assembly’s president, Frederick H. Boland dari  Ireland, memotong pembicara Cuba. Boland mengingatkan Roa bahwa item ( yang dia pidatokan ) tidak dalam agenda.  Valerian Zorin, wakil Uni Sovyet, kemudian mengusulkan sesi darurat dilakukan komite politik untuk mendengarkan complaint dari Cuba.  Pertemuan direncanakan pada siang hari.

Pada pukul 3:00 PM, Roa tampil dengan  tuduhan kepada US, meluncurkan serangan mendadak secara pengecut dengan tentara bayaran ( mercenaries ) yang dilatih di teritori US dan di Guatemala oleh pelatih Pentagon dan CIA. Tujuh orang tewas dan banyak yang terluka, menurut Rao.  The US, dia tambahkan … cynically attempting” to assert the attack was carried out by Cuban Air Force defectors.  Pernyataan Dr Cardona  berkaitan dengan siapa yang melakukan pengeboman adalah  bertentangan dengan hukum netralitas US, kata Roa.

Hal itu suatu yang canggung untuk Adlai E. Stevenson, wakil US untuk PBB ( (The man who had run twice as the Democratic candidate for President, only to see John F. Kennedy win in 1960, now rose to defend the administration.). Hanya penasehat2 terdekatnya yang tahu dengan tepat bagaimana rumit dan sulitnya  posisi  Stevenson. Meskipun dikemudian hari diketahui bahwa Stevenson tidak tahu secara total operasi Bay of Pigs.

Awalnya Stevenson tahu mengenai latihan militer kepada pelarian Cuba dari cerita surat kabar.  Suatu waktu sebelum invasi, dia menyampaikan laporan pers kepada President Kennedy di White House living quarters.  Kennedy meyakinkan Stevenson bahwa apapun yang terjadi US armed forces tidak akan digunakan untuk operasi Cuba.

Beberapa hari sebelum serangan tanggal 15 April 1961, pejabat tinggi CIA, Tracy Barnes  menemui Stevenson di NewYork.  Dia diberi tugas agar State Department ( Kementrian Luarnegeri ) mengetahui rencana Bay of Pigs. Barnes dalam brifingnya kepada Stevenson memberikan indikasi secara tersamar bahwa US tidak akan terlibat operasi yg dilakukan para pelarian. Barnes bercerita bagaimana orang2 Cuba beroperasi dari lapangan terbang 2 yg ditinggalkan; Dia menebut  stasiun radio pengasingan ( CIA ) di Swan Islands di Karibia. Stevenson mengetahu Barnes dari CIA; dan semakin dia mendengarkan penjelasan ambigu Barnes, semakin yakin bahwa US terlibat.

Barnes tidak menyebut invasi akan segera dimulai di akhirpekan. Juga tidak mengatakan sebentar lagi. Hasilnya, Stevenson tidak segera mengkaitkan pengeboman 15 April dengan brifing orang CIA yang menemuinya dua hari sebelumnya. Namun dia memilih berbicara hati2.

Dua pesawat mendarat di Florida pada pagi hari itu. Para pilot dan beberapa anggota crew, kata Stevenson,  telah membelot terhadap tirani Castro. Tidak ada personel US berpartisipasi. Tidak ada pesawat US atau sejenisnya berpartisipasi. Kedua pesawat tersebut, sejauh yang kita ketahui adalah pesawat angkatan udara Castro dan menurut para pilot, mereka take off dari pangkalan mereka sendiri.

Stevenson kemudian menenteng foto pesawat Zuniga, yg difoto UPI.  Saya memiliki foto salah satu pesawat tersebut. Memiliki tanda AU Castro pada ekor pesawat, setiap orang dapat melihatnya. The Cuban star and the initials FAR –Fuerza Aerea Revolucionaria — are clearly visible.” Izinkan saya membaca pernyataan pilot yang baru saja mendarat di Miami. Kata Stevenson. Kemudian dia mengulangi kembali cerita pengeboman.  Langkah penyitaan akan dilakukan, tambahnya. Tidak akan diizinkan untuk take off. Pertemuan PBB bubar pada pukul 4:05 PM.

Note:

United Press International (UPI) is an international news agency whose newswires, photo, news film, and audio services provided news material to thousands of newspapers, magazines and radio and television stations for most of the 20th century. At its peak, it had more than 6,000 media subscribers

Musim semi adalah waktu yang paling menyenangkan di perbukitan hutan Virginia. Tetapi pada hari minggu 16 April 1961, President Kennedy hanya punya sedikit waktu untuk menikmatinya. Di Glen Ora estate sewaan di Middleburg, President gusar secara mendalam. Dia tidak senang dengan apa yang ia lihat di Sunday New York Times.

Dia dan para penasehatnya tidak antisipasi volume dan luasnya pemberitaan mengenai pengeboman serta cerita misterius pembangkangan para pilot yang mendarat di Miami. Di luar negeri, surat kabar pagi menyuguhkan cerita pengeboman dengan berbagai variasi tingkat kewaspadaan. Terdapat banyak penerbitan dari Associated Press mengatakan berita dari Cuba sbb :

Havana 15 April – Pilot dari angkatan udara Perdana Menteri Fidel Castro hari ini berontak dan menyerang tiga pangkalan udara penting rezim Castro dengan bom dan roket.

Tetapi media berpengaruh New York Times tidak menelan secara lengkap ceritanya. Tad Szulc’s lead story from Miami was carefully qualified. Dia mempertanyakan sebagai contoh  Cuban Revolutionary Council memiliki catatan sebelumnya tentang pembelotan para penerbang,  ketika para pilot yang mendarat di Miami megatakan bahwa pelarian mereka terburu buru. Ruby Hart Phillips mencatat cerita serupa di Havana

Dan, the Times Washington Bureaupada hari minggu mencoba bertemu pejabat administrasidi rumah mereka.  Biro itu sibuk menyusun sebuah cerita yang menunjukkan keadaan yang membingungkan. Disamping mempertanyakan bagaimana Cardona tahu sebelumnya tentang pembelotan, Times ingin tahu mengapa nama para Pilot ditutupi sementara foto2 mereka diizinkan beredar jelas –wajah dan nomer 933 tertera di  hidung pesawat bomber. Lebih dari hal itu, Times bertanya apakah Cuba tidak akan segera mengetahui identitas pilot Angkatan Udara yang melenggang dengan bomber B-26.

Wartawan lainnya di Washington dan Miami bertanya dimana keberadaan pesawat ke tiga jika ketiga pilot itu membelot. Seorang reporter di Miami melihat lobang peluru tetapi membuat catatan terdapat debu dan pelumas menutupi kompartemen bom di badan pesawat B-26933 serta senjata di pesawat tersebut tidak nampak ditembakkan. Selanjutnya,  B-26s di AU Castro punya hidung  plexiglass transparan dan senjata di wing pod ( unit ditempelkan di wing ). B-26 ini memiliki delapan senjata kaliber 50 ( machine gun ) di hidungnya ( solid nose ).

Operasi Bay of Pigs sudah gagal. Yang muncul  buruk adalah tabrakan yang  tak terelakkan antara mesin rahasia pemerintah dan pers bebas. Pada saat inilah terjadi  kontak antara Invisible Government dengan  dunia luar, dunia nyata, bahwa rencana Bay of Pigs mulai mengganggu. Seperti yang diketahui oleh Presiden Eisenhower selama kegagalan U-2 tahun sebelumnya, dan seperti saat Presiden Kennedy sekarang mengalami, ini adalah bisnis yang sangat sulit dan berbahaya bagi pemerintah untuk mencoba menipu pers, untuk melindungi operasi rahasia tersebut.

Di Havana, Fidel Castro mengeksploitasi situasi untuk semua hal yg bisa dilakukan. Pada sebuah pemakaman militer untuk “pahlawan Kuba” yang dibunuh oleh serangan bom tersebut, dia membandingkan serangan tersebut dengan serangan di Pearl Harbor. Dia mengatakan bahwa Jepang setidaknya bertanggung jawab penuh atas penggerebekan mereka, namun “Presiden Amerika Serikat itu seperti kucing … yang melempar batu dan menyembunyikan tangannya.” Dari kisah percontohan itu, dia berkata, even Hollywood would not try to film such a story

Tapi di Miami, Direktur Imigrasi Ahrens kukuh pada skenario tersebut. Dia mengumumkan bahwa tiga penerbang yang mendarat di Florida telah diberi suaka politik. Ahrens masih diam tentang identitas mereka. “Orang-orang ini tidak ingin nama mereka dilepaskan,” katanya kepada UPI, “atau informasi lainnya tentang mereka.

Sembilan B-26 meninggalkan Nikaragua. Satu ditembak jatuh, dan tiga lainnya mendarat di Key West, Grand Cayman dan Miami. Dua pilot tewas. Tapi lima pembom itu kembali ke Happy Valley. Meski mengalami kerugian berat, masalah seputar kisah Zuniga dan perdebatan di PBB, Richard Bissell mendapat dukungan oleh keberhasilan sebagian dari serangan 15 April. Sejak awal CIA memahami prinsip militer yang agak mendasar bahwa tidak ada pendaratan amfibi tanpa dukungan udara atas pantai atau penghancuran total angkatan udara lawan di lapangan.

 Dalam kasus Teluk Babi, yang terakhir dipilih. Angkatan udara Castro akan dihancurkan di darat oleh pasukan B-26, sehingga dukungan udara terhadap pantai tidak perlu dilakukan. Awalnya, tiga serangan dengan kekuatan penuh oleh B-26 direncanakan. Ini dipotong menjadi dua serangan dengan kekuatan sedang. Serangan kedua dijadwalkan berlangsung saat fajar, Senin, 17 April, saat pasukan invasi pengasingan 1.400 orang itu berjuang menuju ke daratan.

 CIA membuat perhitungan sebelum serangan pertama angkatan udara Castro melibatkan setidaknya empat pesawat  pelatih jet T-33, enam sampai delapan B-26 dan beberapa British Sea Furies, pesawat tempur baling2. Perkiraan yang dilakukan para pilot yang berhasil  tentang  berapa banyak pesawat Castro hancur bervariasi. Mereka mengklaim telah menghancurkan dua puluh dua sampai dua puluh empat pesawat. Klaim pilot sering meningkat, namun Bissell tahu bahwa setidaknya sejumlah Castro B-26 hancur. Mudah-mudahan, serangan berikutnya, pada hari Senin, akan menyelesaikan tugas untuk menghancurkan angkatan udara Castro.

nstruksikan Bissell bahwa Presiden telah memutuskan untuk membatalkan serangan D-Day B-26 besok terhadap pangkalan udara Castro

Tapi pertimbangan politik dan kebijakan luar negeri lebih besar dari rencana taktis. Cover storynya hancur saat hari Minggu berlalu. Partisipasi Amerika Serikat muncul dengan cepat. Rencana CIA telah bergantung pada asumsi bahwa cover story Zuniga akan bertahan setidaknya selama empat puluh delapan jam. Dalam peristiwa tersebut, serangan udara kedua akan tampak seperti karya pilot Castro yang memberontak, atau akan diabaikan dalam kebingungan invasi secara umum.

CIA beralasan bahwa jika landasan terbang di Teluk Babi dapat dikuasai , maka foto2 dapat dikeluarkan pada hari Selasa, 18 April, memperlihatkan penerbang dan crew dalam pengasingan  B-26 yang beroperasi dari dalam Kuba. Ini, CIA berasumsi, akan mengalihkan perhatian dari pertanyaan tentang di mana pembom lepas landas pada tanggal 15 dan 17 April. Problem  dengan lolosnya kisah pilot pembelot dari hari Sabtu sampai Selasa. Setelah itu, cover story yang diceritakan oleh Zuniga tidak masalah; it would be overtaken by events.

Kini situasinya telah berubah secara radikal. Semua bergantung  pada cerita Zuniga. Dengan cerita yang cepat terurai diujungnya, mungkinkah Presiden mengizinkan pemogokan B-26 yang lain pada hari Senin dan masih meyakinkan dunia bahwa entah bagaimana seorang pilot Kuba Castro baru telah membelot dari Angkatan Udara Kuba? Presiden memutuskan tidak bisa.

Dengan Allen Dulles di Puerto Riko, Bissell adalah orang CIA yang bertanggung jawab. Pukul 09.00 P.M. Pada hari Minggu, 16 April, teleponnya berdering. McGunege Bundy, Asisten Patriard untuk Presiden Urusan Keamanan Nasional. Bundy adalah murid Bissell di Yale. * Sekarang dia menelepon untuk menginstruksikan Bissell bahwa Presiden telah memutuskan untuk membatalkan serangan D-Day B-26 besok terhadap pangkalan udara Castro.

 Karena khawatir dengan keputusan Presiden pada jam yang kesebelas, Bissell dan Jenderal Charles P. Cabell, deputi direktur CIA, bergegas ke Departemen Luar Negeri untuk mengajukan banding kepada Menteri Luar Negeri Dean Rusk. Serangan udara sangat penting untuk rencana invasi dan harus dihidupkan, Bissell dan Cabell berpendapat, kecuali jika Castro  memiliki jet dan pesawat lain untuk menlawan penyerbu. Sekarang pukul 10.00 P.M. Dari kantornya di Departemen Luar Negeri, Rusk menelepon Kennedy di Glen Ora. Dia mengatakan kepadanya bahwa Cabell dan Bissell ada di sana dan yakin serangan tersebut harus berjalan sesuai rencana. Presiden mengatakan tidak. Rusk bertanya apakah Cabell ingin mengatakan apapun kepada Presiden secara langsung, tapi Cabell menolak. Bissell juga tidak berbicara dengan Kennedy. Dua belas ratus mil jauhnya, armada invasi sudah mendekati pantai.

 Kalau dipikir-pikir lagi, beberapa pejabat CIA merasa Bissell seharusnya melompat ke sebuah mobil dan pergi ke Glen Ora untuk memohon kepada Presiden; Karena operasi itu rahasia, dia bisa berbicara dengan lebih leluasa daripada yang bisa dilakukannya melalui telepon, dan mungkin dia bisa menampilkan kasusnya lebih leluasa. Tapi hampir tengah malam sebelum dia bisa tiba di Middleburg, dan D-Day akan segera tiba.

Atau Bissell dan Cabell mungkin sudah menghubungi telepon di kantor Rusk dan langsung memohon kepada Presiden saat ini. Mereka tidak. Bissell kembali ke kantornya, dari Departemen Luar Negeri, dan sekitar pukul 11.00 P.M. dia berkata kepada Happy Valley supaya B-26 tidak menyerang pangkalan udara Castro. Pesan2 mengalir bolak-balik antara Nikaragua dan Washington, dan seperti yang akhirnyadikuatkan, para pembom hanya mencoba untuk terbang mendukung misi di atas pantai. Di Happy Valley, perubahan perintah membuat cemas dan kebingungan

Begitu rahasia operasi Bay of Pigs  yang oleh banyak pejabat tinggi pemerintah tidak diijinkan mengenai hal itu. Robert Amory, Jr, wakil direktur intelijen CIA (DDI), belum diberitahu secara resmi mengenai rencana tersebut meskipun pada hari Minggu ini dia senior staff duty officer CIA. Roger Hilsman, direktur Biro Intelijen dan Riset Departemen Luar Negeri, juga dalam kegelapan. Tapi Kepala Staf Gabungan, yang dipimpin oleh Jenderal Lyman L. Lemnitzer, telah diajak berkonsultasi dan telah memberikan persetujuan yang memenuhi syarat. Yang kedua sebagai bagian penting dari rencana yang telah disetujui oleh Kepala Gabungan. Sekarang elemen itu dihapus oleh Presiden, bertindak dalam isolasi Glen Ora; dan Admiral Arleigh Burke, Kepala Operasi Angkatan Laut, yang kapal-kapalnya dikerahkan dari Teluk Babi, tidak mengetahui pembatalan pemogokan udara kedua sampai sepuluh jam kemudian, pukul 07:00 A.M. Senin.

Pada  jam pertama 17 April berlalu, Bissell dan Cabell tetap berhubungan dengan Happy Valley dan menunggu ketidakpastian sampai fajar. Pukul 4:00 A.M. Cabell tidak tahan lagi. Dia memutuskan untuk mengajukan banding lagi ke Rusk. Cabell melewati ibu kota yang gelap itu ke hotel Rusk. (Rusk, Sekretaris Negara kurang dari tiga bulan, belum pindah ke sebuah rumah di Washington; dia memiliki sebuah apartemen di Sheraton Park Hotel di Connecticut Avenue atas). Di apartemen Rusk dia kembali mengungkapkan ketakutannya atas pembatalan serangan udara.

Meskipun saat ini Sekretaris Negara menghubungi Presiden sekali lagi di Middleburg. Kali ini Cabell memang berbicara langsung dengannya. Sebagai respon atas permintaan pejabat CIA, jawaban Presiden masih negatif.

Lampu menyala di kamar Rusk suite K-608 di Sheraton Park, ditempat lain sepi. Di luar, jalan-jalan ibu kota sepi saat kota itu tertidur. Angin sepoi-sepoi menerangi daun-daun hijau pucat dan hijau di pepohonan. Di Bahia de Cochino orang-orang itu sekarang pergi ke darat. Tapi Castro masih memiliki pesawat terbang, dan mereka akan segera membuat malapetaka dengan brigade pengasingan di pantai. Sudah empat puluh delapan jam sejak Mario Zuniga lepas landas dari Happy Valley. Invasi baru saja dimulai. Pada kenyataannya, itu sudah berakhir.

* Former head of the Cuban Air Force.

* When the Times story appeared the next day, it particularly irritated President Kennedy. He was angered because he felt it had systematically listed flaws in the CIA cover.

* The names of Mario Zuniga, Jose Crespo and Lorenzo Perez, the three pilots who landed in Florida, April 15, 1961, had not been released by the government as of the beginning of 1964. In actual fact, the pilots flew back to Happy Valley in a C-54 on April 16, and participated in the air operations during the invasion. Zuniga survived, but Crespo and Perez died on April 17. Alfredo Caballero, who had landed on Grand Cayman Island, was flown to Miami, and then to Retalhuleu, the CIA’s Guatemalan air base. Through a mix-up, he remained there until April 19, out of action.

*He had also worked for Bissell in the Marshall Plan from April-September, 1948

Note:

The Associated Press (AP) is an American multinational nonprofit news agency headquartered in New York City that operates as a cooperative, unincorporated association. The AP is owned by its contributing newspapers and radio and television stations in the United States, all of which contribute stories to the AP and use material written by its staff journalists. Most of the AP staff are union members and are represented by the Newspaper Guild, which operates under the Communications Workers of America, which operates under the AFL–CIO.

Diterjemahkan dan dilengkapi dengan peta dan catatan.

Gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.