Kementerian PUPR telah menyusun dokumen perencanaan dari tahap makro, meso dan mikro, termasuk Detailed Engineering Design sebagai acuan pelaksanaan pembangunan fisik IKN Nusantara.
1.Smart Workplace atau kota yang menjunjung tinggi kolaborasi dan keterhubungan antar semua pihak. Dengan menerapkan desain kompleks pemerintahan yang terkonsolidasi dan terkoneksi antar bangunan, akan mewujudukan lingkungan kerja yang sehat, people oriented, perkantoran dengan konsep hijau dan berkinerja tinggi.
2.Smart Living yang merupakan kota dengan mengedepankan kehidupan kompak berkinerja tinggi, efisien dan livable sehingga mewujudkan hunian Inklusif berbasis komunitas.
3.Smart Mobility dan Transportation yang diartikan sebagai ibu kota berbasis transit, mengutamakan pergerakan cepat, efisien dan sehat bagi warga kota yang ditunjang dengan 80 persen transit transportasi publik, iklim kondusif untuk pejalan kaki, serta mengadaptasi smart transport dan autonomous system.
4.Smart Nature Preservation atau kota yang tetap menjaga ekosistem alam dan hidup bersinergi dengan alam, misalnya meningkatkan kekayaan dan keberagaman flora dan fauna dan mengembangkan botanical garden dan International Center for Tropical Forestry.
5.Smart Transformation of Nation and Culture atau kota dengan mengedepankan kehidupan berbangsa dan berbudaya melalui ruang-ruang simbolis bersama untuk merayakan kesatuan dan kebhinnekaan nusantara.
Luas wilayah cakupan IKN?
Cakupan wilayah Ibu Kota Negara terdiri dari wilayah darat dan laut. Wilayah darat memiliki luas kurang lebih 256.142 hektar area (ha). Sementara wilayah perairan laut seluas kurang lebih 68.189 hektar (ha).
Wilayah darat IKN nantinya akan terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan IKN dengan luas kurang lebih 56.180 hektar yang akan menjadi kawasan inti pusat IKN. Sementara pembangunan kawasan pengembangan seluas kurang lebih 199.962 hektar.
Pemenang Desain Nagara Rimba Nusantara
Adapun anggota tim pendesain ibu kota baru yakni Sofian Sibarani sebagai ketua, Ardzuna Sinaga, Rahman Andra Wijaya, Vincentius Hermawan, Winarko Hadi Susilo, Tedy Murtedjo, Scott Christopher Dunn, Li Xiao Qing, Poh Seng Tiok dan Jason David Zlotkowski.
Selaku perancang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 2 miliar.
Perancang Istana Garuda
Perancang Utama Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah seniman dan maestro patung Indonesia, I Nyoman Nuarta. Desain ikonik berbentuk burung Garuda yang membentangkan sayap ini merupakan hasil karya orisinalnya yang disetujui oleh Presiden Jokowi, dan pengerjaannya melibatkan 44 ahli untuk memastikan keamanan serta ketahanan struktur, dengan bahan utama kuningan dan baja.
Biaya pembanguan Istana Garuda IKN sebesar Rp 2 trilyun.
Total Estimasi Pembanguan IKN dan Sumber Dana:
*Total Estimasi Awal: Rp 466 triliun.
*Skema Pembiayaan: APBN (sekitar Rp 90,4 triliun), BUMN/Swasta (Rp 123,2 triliun), dan Public-Private Partnership (Rp 252,5 triliun).
*Investasi: Pemerintah menargetkan mayoritas dari swasta, namun investasi swasta yang masuk masih jauh di bawah target, mendorong pemerintah memberikan insentif lebih.
posting oleh gandatmadi46@yahoo.com
