PDB = US$ 1,55 triliun, ICOR = 6
Target pertumbuhan = 6%
Rasio investasi terhadap PDB: 6 X 0,6 = 0,36
Kebutuhan investasi 2026 = US$ 558 miliar
Dalam Rupiah: 0,502 triliun X 16 750 = Rp 9 408 triliun
Tiga Syarat untuk mendapat dana investasi tsb:
*Tanpa FDI Besar → Hampir Mustahil
Kenapa? Karena kebutuhan investasi kita tadi ± US$ 558 miliar (36% PDB).
Tabungan domestik Indonesia biasanya hanya sekitar 30–32% PDB.
Artinya ada funding gap.
Kalau FDI kecil:
-Swasta domestik harus menutup kekurangan
-Perbankan jadi over-leveraged
-Suku bunga naik
-Rupiah tertekan
FDI itu bukan cuma uang.
Ia membawa:
-Teknologi
-Efisiensi manajemen
-Akses pasar ekspor
-Produktivitas (menurunkan ICOR)
Strategi kunci:
-Hilirisasi bernilai tambah tinggi (bukan sekadar smelter)
-Insentif pajak selektif
-Kepastian kontrak jangka panjang
-Proteksi hukum investasi
*Tanpa Reformasi Birokrasi → ICOR Tetap Tinggi
ICOR 6 itu sebenarnya sinyal bahwa Investasi kita kurang efisien.
Artinya:
–Proyek molor
-Biaya logistik tinggi
-Korupsi / biaya informal
-Over-capacity sektor tertentu
-Kebijakan berubah-ubah
Jika ICOR turun dari 6 ke 5 saja, kebutuhan investasi turun ± US$ 93 miliar. Itu luar biasa besar.
*Reformasi yang berdampak nyata:
-Percepatan perizinan (benar-benar satu pintu)
-Digitalisasi pajak & bea cukai
-Kepastian tata ruang & lahan
-Evaluasi proyek BUMN agar ROI jelas
Efisiensi = pertumbuhan lebih murah.
*Tanpa Stabilitas Rupiah → Investor Asing Ragu
-Volatilitas kurs
-Risiko fiskal
-Defisit transaksi berjalan
Kalau rupiah melemah tajam:
-Return investasi asing tergerus
-Capital outflow meningkat
-Biaya impor mesin & bahan baku naik
-Inflasi naik → BI naikkan suku bunga → investasi turun
Yang dibutuhkan:
-Defisit fiskal terkendali
-Cadangan devisa kuat
-Neraca perdagangan positif
-Komunikasi kebijakan yang konsisten
