Kekuatan dan Kelemahan AI

Perbandingan AI VS Intelejen Manusia & AI Sering Salah dalam Geopolitik.

AspekAIIntelijen manusia
BasisData besar + polaPengalaman + intuisi jaringan
KecepatanSangat cepatLebih lambat
KonsistensiTinggi (tidak emosionil)Bisa bias & politis
Akses rahasia❌ Tidak✅ Ya
Membaca niat tersembunyiLemahKuat

A.Kekuatan AI

AI unggul saat:

  • Mengolah ribuan sumber sekaligus
  • Menemukan pola yang tak kasat mata
  • Menghindari bias emosional & nasionalisme
  • Menyusun skenario probabilistik

Contoh: AI cepat melihat bahwa banyak konflik modern berakhir bukan damai penuh, tapi “beku”.

Kekuatan intelijen manusia

Manusia unggul saat:

  • Membaca psikologi elite (ego, rasa takut, ambisi)
  • Memahami politik internal yang tidak tertulis
  • Mengakses informasi rahasia
  • Menilai timing & simbolisme politik

Contoh:

Analis manusia bisa tahu kapan pemimpin sengaja eskalasi untuk konsumsi domestik, bukan tujuan militer.

Kenyataan di lapangan

Di negara besar:

  • AI → alat pendukung
  • Keputusan akhir → manusia

AI membantu what is likely, manusia memutuskan what to do.

B.Di mana AI sering salah dalam geopolitik

❌ 1. Meremehkan faktor emosi & ego pemimpin

AI cenderung rasional:

  • biaya vs manfaat
  • stabilitas vs risiko

Padahal geopolitik sering:

  • didorong ego
  • rasa malu nasional
  • kebutuhan “tampil kuat”

Contoh klasik:

Banyak model rasional meremehkan invasi besar karena biayanya tinggi — tapi manusia tidak selalu rasional.

2. Salah membaca politik domestik

AI sering melihat negara sebagai “satu aktor”.

Padahal:

  • faksi elite saling bertarung
  • militer ≠ politisi ≠ oligarki
  • keputusan bisa untuk menyelamatkan rezim, bukan negara

📌 Contoh:

Kebijakan agresif sering diambil untuk meredam oposisi internal, bukan tujuan eksternal.

3. Terlalu mengandalkan preseden historis

AI kuat di pola masa lalu, tapi:

  • dunia berubah
  • teknologi & media mengubah eskalasi

📌 Risiko:

“Karena dulu begini, sekarang pasti begitu” Ini bahaya dalam geopolitik.

4. Gagal memprediksi “kejadian kecil yang memicu besar”

Geopolitik penuh trigger tak terduga:

  • insiden perbatasan
  • salah tafsir pidato
  • kecelakaan militer

AI buruk dalam:

  • spark events
  • eskalasi emosional cepat

5. Salah menilai tekad (resolve)

AI melihat:

  • ekonomi
  • demografi
  • kapasitas militer

Tapi tekad nasional sulit diukur:

  • nasionalisme
  • memori sejarah
  • trauma kolektif

📌 Negara yang “lemah di atas kertas” kadang bertahan jauh lebih lama.

6. Overconfidence pada angka & probabilitas

AI suka:

  • persentase
  • ranking
  • skenario dominan

Padahal:

Peristiwa geopolitik sering terjadi di ekor probabilitas. Hal yang “kecil kemungkinannya” bisa justru terjadi.

C.Ringkasan

AI unggul dalam melihat pola dan skenario.
Manusia unggul dalam membaca niat, emosi, dan momen.
AI sering salah saat dunia jadi irasional.

Itulah kenapa:

  • AI tidak boleh jadi pengambil keputusan tunggal
  • Tapi juga manusia tanpa AI sering terlalu bias

Kalau digabung, hasil terbaik

Model ideal:

  • AI: struktur, probabilitas, peringatan dini
  • Manusia: intuisi, konteks, keputusan akhir

Ini yang dipakai di:

  • lembaga intelijen modern
  • kementerian luar negeri
  • perencanaan militer strategis

Note:

Kajian selanjutnya

1.Contoh Konkret Kegagalan Analisis (AI & Manusia)

2.Kenapa Analisis Geopolitik Sering Gagal?

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *