Perekonomian Indonesia 2026 – 2028?

A.Analisis Prof. Ferry Latuhihin  di youtube wawancara oleh Prof Rhenald Kasali

Prof. Ferry Latuhihin  alumni Erasmus University Rotterdam untuk S1 – S3 juga sempat aktif di dunia politik sebagai Penasihat Ahli Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Prof. Ferry pernah menjabat sebagai Chief Economist di Bank International Indonesia (BII).

B.Oleh GPT (AI)

1.Pertumbuhan Ekonomi, 2.Nilai Tukar, 3.Utang, 4.DSR, 5.Suku Bunga (The FED dan BI), 6.IHSG

1.Pertumbuhan ekonomi 2026 – 2028

5,3% – 5,7%

2.Realitas terbaru nilai tukar menurut Bank Indonesia menunjukkan rupiah melemah namun masih di bawah Rp 17-18 ribu, dan BI fokus menstabilkan rupiah sambil mempertahankan fundamental ekonomi seperti inflasi dan pertumbuhan.

Rp 18.000 per US$ bukan hal yang mustahil dalam kondisi eksternal yang sangat tidak menguntungkan (mis. capital flight, penguatan USD tajam), tapi bukan prediksi dasar pasar saat ini.

3.Utang pemerintah Indonesia per akhir 2025 mencapai sekitar Rp 9.6 ribu triliun, dan rasio utang dibanding PDB sekitar ~40-40,5 %.

 Rasio ini masih dianggap aman secara internasional, terutama dibanding negara-negara ASEAN lain yang seringkali memiliki rasio di atas 60 %. Pemerintah menilai angka ini tetap dalam batas yang wajar (lihat UU Keuangan Negara yang memberi ruang hingga 60 % terhadap PDB).

Meningkatnya utang digunakan untuk menutup defisit fiskal dan stimulus ekonomi, sehingga penilaiannya juga dilihat dari kemampuan membayar kembali (debt servicing) dan produktivitas hasil belanja tersebut, bukan hanya angka absolut.

4.Debt Service Ratio (Estimasi)

Skenario2026 – 2028
OptimisStabil 30 – 32%
ModeratNaik 33 – 35%
KritisMendekati 40%

5.Suku Bunga 2026 – 2028

-FED rate 3,5% – 3,1%

-BI rate 4,75% – 4,5%

6.IHSG

IHSG hari ini diposisi 8350 di prakirakan pada akhir 2026 tercapai 9100 dan di 2028 10 000 – 11 000. Dengan catatan

  1. MSCI memberi sinyal peringatan awal kepada pasar Indonesia pada 2026 terkait isu free float dan keterbukaan data — ini telah memicu volatilitas IHSG.  
  2. Status Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets menjadi kunci sentimen jangka menengah — jika berhasil mempertahankan posisi dan meningkatkan investability, IHSG bisa rebound di 2027–2028.
  3. Jika tidak ada perbaikan signifikan, kemungkinan adanya pengurangan bobot MSCI Emerging Markets atau risiko minor downgrade → berpotensi menekan IHSG lebih lanjut dalam beberapa tahun ke depan.  

posting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *