Sejarah Demonstrasi Mahasiswa Indonesia Dari Masa ke Masa

Demonstrasi mahasiswa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejak masa kolonial hingga era reformasi, mahasiswa selalu berada di garis depan dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan mendorong perubahan sosial-politik.

Pergerakan mahasiswa ini tidak hanya sekedar unjuk rasa, namun merupakan refleksi dari semangat kritis, idealisme, dan keberanian generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Masa Kolonial: Embrio Perlawanan

Pada masa kolonial, gerakan mahasiswa sudah mulai tumbuh meskipun dalam skala yang terbatas. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang terdidik dan memiliki akses terhadap informasi. Mereka mulai menyadari ketidakadilan yang terjadi dan ikut serta dalam berbagai aksi perlawanan terhadap penjajah.

TRITURA

Salah satu tonggak sejarah demonstrasi mahasiswa yang paling terkenal adalah peristiwa Tritura pada tahun 1966. Singkatan dari Tiga Tuntutan Rakyat, yakni pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), perombakan kabinet Dwikora, dan penurunan harga, menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap pemerintahan Soekarno. Aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa berhasil menggulingkan rezim Orde Lama dan membawa Indonesia ke era Orde Baru.

Masa ORBA

Selama masa Orde Baru, gerakan mahasiswa tetap berlangsung meskipun dihadapkan pada berbagai tekanan dan pembatasan. Mahasiswa terus menyuarakan berbagai isu seperti korupsi, ketidakadilan, dan pelanggaran HAM. Beberapa peristiwa penting yang menandai perlawanan mahasiswa pada masa Orde Baru antara lain:

-Demonstrasi 15 Januari 1974: Mahasiswa menuntut penurunan harga dan perbaikan kesejahteraan rakyat.

-Gerakan mahasiswa akhir 1980-an: Muncul berbagai gerakan mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Puncak dari gerakan mahasiswa terjadi pada era reformasi tahun 1998. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia turun ke jalan menuntut reformasi total. Aksi demonstrasi yang berlangsung selama beberapa bulan akhirnya berhasil memaksa Presiden Soeharto untuk lengser dari jabatannya.

Setelah reformasi, gerakan mahasiswa terus berkembang dengan dinamika yang baru. Isu-isu yang diangkat semakin beragam, mulai dari isu lingkungan, demokrasi, hingga korupsi.

Demonstrasi Penolakan Kenaikan Harga BBM  2012

Mahasiswa juga memanfaatkan teknologi informasi untuk mengorganisir aksi dan menyebarkan informasi. Selain itu ada beberapa demosntrasi mahasiswa di momen lainnya yang berskala besar, diantaranya :

Tahun 2012 dinilai sebagai demonstrasi besar-besaran yang dilakukan serentak di 33 Provinsi dan 340 Kabupaten atau Kota. Kegiatan ini terkonsentrasi langsung di ibu kota Provinsi, kabupaten dan beberapa aksi dilakukan juga di berbagai kantor kecamatan dan desa.

Demonstrasi Penolakan Perubahan UU KPK

Selain itu ada juga demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada Senin, 23 September 2019. Yakni demonstrasi mahasiswa dari sejumlah universitas menolak perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (revisi UU KPK) dan rancangan aturan lain yang dianggap kontroversial di depan Kompleks Parlemen

Penolakan RKUHP

Berikutnya adalah aksi mahasiswa yang melakukan aksi tolak draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di depan gedung DPR RI pada Senin, 5 Desember 2022. Massa membentangkan poster ‘Menolak Pengesahan RKUHP’ dan menaburkan bunga di depan gedung DPR RI sebagai bentuk penolakan pengesahan draf RKUHP.

Demonstrasi mahasiswa ini dinilai penting sebagai agen perubahan. Hal ini karena mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial yang selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi masyarakat.

Selain itu, demonstrasi mahasiswa menjadi sarana untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya demokrasi, hak asasi manusia, dan keadilan sosial. Sejarah telah membuktikan bahwa gerakan mahasiswa memiliki kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Unjuk Rasa Agustus 2025

Unjuk rasa sejak Agustus 2025 dipicu oleh usulan tunjangan perumahan baru untuk anggota parlemen. Tunjangan yang diusulkan, sebesar Rp50 juta per bulan, sepuluh kali lipat dari upah minimum DKI Jakarta, ditambah dengan tunjangan makanan, transportasi, dan gaji pokok yang sudah ada, memicu kemarahan masyarakat umum. Frustrasi ekonomi semakin parah akibat kenaikan biaya makanan dan pendidikan, pemutusan hubungan kerja massal, serta kenaikan pajak properti yang diberlakukan oleh pemerintah daerah sebagai akibat pemotongan dana dari pemerintah pusat.

Protes tersebut juga dipicu oleh pernyataan kontroversial dari anggota DPR sebagai tanggapan atas ketidakpuasan yang semakin meningkat di kalangan masyarakat umum, yang dianggap tidak peka. Anggota DPR dari Partai NasDem Nafa Urbach mendukung kenaikan tunjangan dengan alasan bahwa anggota DPR mengalami kesulitan perjalanan menuju tempat kerja. Dia kemudian meminta maaf di media sosial menyusul reaksi publik atas pernyataannya. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dari partai yang sama menyebut masyarakat umum yang menuntut pembubaran parlemen sebagai “orang terbodoh di dunia,” Sahroni kemudian mengklarifikasi pendiriannya dan membela sesama anggota parlemen. Anggota parlemen lain dari Partai Amanat Nasional dan mantan pelawak Eko Patrio mengunggah video parodi nirempati, yang dipandang sebagai ejekan terhadap kekhawatiran publik.

Di luar Jakarta, protes dengan tuntutan serupa juga terjadi di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Medan. Di Aceh, perwakilan buruh bertemu dengan pejabat pemerintah provinsi dan menuntut kenaikan upah minimum, penghapusan alih daya, dan pembentukan satuan tugas untuk menangani PHK sepihak.

Lokataru, yayasan organisasi masyarakat sipil, memperkirakan setidaknya ada 600 mahasiswa yang ditangkap dalam aksi unjuk rasa di berbagai lokasi di Indonesia. Menurut Tempo, mahasiswa yang ditangkap di Jakarta diminta untuk berjalan jongkok sejauh lima meter sebelum diberi nasi bungkus. Polisi berjanji bahwa para mahasiswa yang ditangkap akan menerima konseling dan pengawasan. Di Bogor, polisi mencegat total 197 mahasiswa yang hendak berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi protes. Menurut polisi, para mahasiswa tersebut dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui grup WhatsApp yang menuntut mereka membayar sepuluh ribu rupiah per orang untuk membeli cat semprot

Terbunuhnya Affan Kurniawan

Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek daring yang meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob berjenis Barakuda dalam sebuah insiden di lokasi unjuk rasa. Menurut sejumlah saksi mata, Affan sebelumnya jatuh setelah terpeleset saat berusaha menyeberang jalan, lalu tertabrak dan terlindas kendaraan tersebut. Walaupun berada di sekitar lokasi demonstrasi, ia tidak ikut serta dalam aksi tersebut. Peristiwa ini kemudian memicu unjuk rasa yang lebih besar di berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mendapat perhatian luas dari masyarakat, media nasional, perusahaan transportasi daring, dan kepolisian.

Presiden Prabowo, Kapolri  Jenderal Pol Drs.Listyo Sigit Prabowo dan  Kapolda Irjen Pol. Asep Edi Suheri meminta maaf atas peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan. Propram diperintahkan mengusut kepada 7 anggota Brimob yang diduga menewaskan Affan Kurniawan.

dari beberapa nara sumber gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *