Proyek Strategis Nasional (PSN), 2016 – 2019. Episode 1

Selasa (17/4/2018). Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Priroritas (KPPIP) evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berjumlah 245 proyek dan dua program, Presiden Jokowi menyetujui adanya perubahan jumlah daftar PSN menjadi 222 proyek dan 3 program dengan nilai investasi sekitar Rp 4.100 triliun.

PSN yg selesaipada tahun 2016 berjumlah 20 proyek, tahun 2017 berjumlah 10 proyek, yang direncanakan rampung pada  tahun 2018 berjumlah 13 proyek dan tahun 2019 berjumlah 25 proyek.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Priroritas (KPPIP), dibawah Menko Perekonomian Darmin Nasution. Berikut 30 PSN yang menarik untuk diketahui:

1.Sektor Energi

Senilai Rp 1 242 trilyun terdapat 12 proyek strategis, Antara lain pembangunan kilang minyak Bontang yang diperkirakan membutuhkan dana Rp 197,5 triliun dan ekspansi kilang minyak Tuban Rp 199 triliun. Kemudian upgrading kilang eksisting di Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, dan Sumatera Selatan senilai Rp 246 triliun.Total Rp 646,5 trilyun.

*Kilang minyak di Bontang ini rencananya akan dimulai pada tahun 2017. Proyek senilai 120 triliun ini akan dibangun di area lahan PT. Badak NGL seluas 550 hektar dengan waktu pengerjaan sekitar empat tahun. Rencannya kilang tersebut akan berkapasitas 300.000 barrel/hari. Kalau begitu, maka dipastikan kilang baru ini kapasitasnya akan melebihi kilang minyak Balikpapan yang hanya berkapasitas 260.000 barrel per hari.

*RDMP/Revitalisasi Kilang Existing (Balikpapan, Cilacap, Balongan, Dumai, Plaju)

Kilang JenuRencananya, proyek pembangunan NGRR Tuban ini akan menelan dana investasi mencapai US$15 miliar. Nantinya, kilang yang memiliki kapasitas 300 ribu barel per hari (bph). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).

*Kilang Minyak Tuban. Pembangunan kilang minyak di Tuban adalah salah satu proyek yang masuk dalam daftar paket kebijakan ekonomi jilid I yang dikeluarkan pemerintah pada September 2015 lalu.Pembangunan kilang minyak perusahaan Rusia Rosneft di kota Tuban, Jawa Timur, membutuhkan sekitar 50 ribu pekerja proyek

Rosneft dan Pertamina akan menggunakan lahan milik Perhutani untuk proyek pembangunan kilang minyak Tuban yang berada di pinggir Pantai Utara, wilayah Wadug dan Mentoso, Kabupaten Tuban. Rosneft menyebutkan kapasitas produksi minyak mentah utama kilang minyak Tuban dapat mencapai 15 juta ton per tahun. Proyek tersebut termasuk pembangunan unit pemecah bahan bakar katalis besar dan kompleks petrokimia. Diperkirakan, kompleks ini mampu menerima kapal tanker dengan kapasitas hingga 300 ribu ton. Berdasarkan jadwal, pembangunan tersebut akan selesai pada 2021.

2.Sektor ketenagalistrikan & Transmisi

Sektor ini membutuhkan investasi Rp 1.035 triliun untuk membangun pembangkit listrik maupun transmisi. PT PLN (Persero) menargetkan 454 megawatt (mw) pembangkit energi baru terbarukan akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) tahun 2018. Kebanyakan pembangkit tersebut merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

*Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) tahun depan ini sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026. Dalam RUPTL itu menyebutkan akan dibangun PLTP berkapasitas 165 MW, PLTA 18 MW, PLTMH 112 MW, PLT Surya 12 MW, dan PLT Sampah 78 MW.

Kendala terbesar membangun EBT dan sering terjadi adalah masalah pendanaan. Para pengusaha listrik EBT kesulitan meminjam dana di bank. Perbankan pun mematok bunga yang cukup besar.

Sementara berdasarkan catatan PLN hingga September 2017 sudah beroperasi 6.470,5 MW pembangkit EBT. Sebanyak 2.855 MW sudah masuk tahap konstruksi dan 886 MW masuk tahap jual beli listrik (Purchase Power Agreement/PPA).

PLTA SutamiPLTA Sutami, desa Karang Kates

*.PLTA Karangkates IV & V. Pemerintah sudah menugaskan BUMN untuk menangani proyek ini. PLTA Karangkates IV & V ditargetkan mampu memasok listrik 2x 50 MW. Proyek ini, bersama dengan proyek PLTA Kesamben (37 MW), PLTA Lodoyo (berkapasitas 10 MW) adalah bagian dari program pemerintah untuk menambah pasokan listrik di Jawa.

*.High Voltage Direct Current (HVDC), Proyek transmisi High Voltage Direct Current (HVDC) Interkoneksi Sumatera-Jawa merupakan proyek kelistrikan strategis untuk mengalirkan listrik dari PLTU Mulut Tambang di Sumatera (PLTU Sumsel 8, 9, dan 10) ke sistem Sumatera dan sistem Jawa – Bali.

Pembangunan dimulai dari paket kabel listrik darat berkapasitas 500 kilovolt (kV) di Sumatera Selatan dan Banten. Panjang keseluruhan transmisi HVDC ISJ 742 km yang meliputi transmisi DC (Direct Current) sepanjang 464 km dan transmisi AC (Alternaitng Current) 278 km. Pembangunan Transmisi HVDC ISJ melewati 4 provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Pembangunan Transmisi HVDC ISJ memerlukan lahan seluas 300 hektare (Ha). Menurut Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan PLN Nasri Sebayang, keseluruhan proyek ini ditargetkan selesai pada 2019.

*.Transmisi Sumatera 500 KV. Proyek gabungan PT PLN (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) ini merupakan proyek transmisi 500 kV pertama di pulau Sumatera. Jaringan transmisi listrik yang akan dibangun sebesar 500 kiloVolt (kV), membentang sepanjang 395 kilometer (km) di Pulau Sumatera.

Proyek transmisi listrik di Sumatera oleh Waskita Karya terdiri dari dua paket. Paket 1 pembangunan transmisi 500 kV dengan tower empat sirkit dari New Aur Duri (Jambi) ke Peranap (Riau), dengan panjang transmisi 235 kilometer dan masa pembangunan selama tiga tahun. Nilai kontrak paket 1 sebesar Rp3,88 triliun. Paket 2 pembangunan transmisi 500 kV dengan tower empat sirkit dari Peranap (Riau) ke Perawang (Riau) sepanjang 160 km dengan masa pembangungan selama tiga tahun. Nilai kontrak paket 2 sebesar Rp2,83 triliun.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, “Transmisi 500 kV ini seperti jalan tol, dan ini tol yang sangat besar. Kontrak paket 1 dan 2 ini merupakan 30% dari jalan tol listrik yang akan dibangun. Mulai dari Muara Enim yang nanti akan berakhir di Langsa, totalnya sekitar 1.400 km.

*.Central – West Java Transmission Line 500 KV. Pembangunan transmisi 500 kV untuk mengalirkan listrik yang dihasilkan di Jawa Tengah ke load center Jakarta yang berada di wilayah Barat Pulau Jawa. Nilai investasi Rp 7,64 Triliun.

Jalur transmisi dari Jawa Barat ke Jawa Tengah sangatlah dibutuhkan untuk mengalirkan listrik yang akan dihasilkan oleh PLTU Indramayu (1.000 MW), PLTU Jawa 1 (1.000 MW), PLTU Pemalang (2 x 1.000 MW), PLTU Jawa 3 (2 x 660 MW), PLTU Jawa 4 (2 x 1.000 MW) dan PLTU Batang (2.000 MW). Oleh karena itu, dibutuhkan sinkronisasi jadwal pembangunan dan penyelesaian seluruh proyek tersebut.

*.Central Java Power Plant (CJPP)/PLTU Batang. Proyek yang sempat tertunda sejak 2011 lalu ini rencananya akan dimulai kembali tahun ini. Rencana awal pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah ini selesai dan bisa beroperasi pada akhir 2016 ini. Namun sempat terhenti pembangunannya. Proyek PLTU Batang ini akan menjadi memasok cadangan listrik Jawa dan Bali sebesar 30 persen

PLTU Indramayu II. Peletakan batu pertama (Groundbreaking) proyek ini dilaksanakan tahun 2017. PLTU II Indramayu dibangun di tiga desa, yakni Desa Sumur Adem Kecamatan Sukra, dan Desa Mekar Sari serta Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol. Proyek PLTU Indramayu II bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik Jawa – Bali. Ditargetkan, PLTU II Indramayu memiliki kapasitas 2x 1.000 Megawatt.

Keberadaan PLTU II itu melengkapi PLTU I yang sudah beroperasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. PLTU I yang berkapasitas 3x 330 Megawatt tersebut diresmikan 12 Oktober 2011 oleh Menko Perekonomian, yang kala itu dijabat Hatta Rajasa. Tanggal 1 September 2016, update: Kebut proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 berkapasitas 2.000 megawatt (MW) di Serang, Banten, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempercayai anak usahanya, yaitu PT Indonesia Power.

Dengan penunjukan langsung ini, Indonesia Power bisa memilih kontraktor untuk mengerjakan Engineering, Procurement and Construction (EPC). Biarpun sudah menunjuk anak usaha untuk mengerjakan PLTU Jawa 5, Sofyan belum bisa memastikan apakah proyek ini bisa rampung pada 2019.

Pasalnya pembangunan proyek PLTU biasanya dikerjakan selama empat tahun. “COD 2019 bisa, tapi tergantung kontraktor EPC siapa, Cina atau Jepang. Kalau Jepang memang lama. Tidak bisa kurang dari empat tahun,” ujarnya. Sementara itu, untuk pendanaan proyek ini, Sofyan bilang pihaknya akan mencoba mencari pinjaman dengan menggunakan kredit ekspor. Seperti diketahui, investasi untuk proyek PLTU Jawa 5 mencapai Rp 30 triliun

*.PLTU Mulut Tambang Sumatera Selatan 8, 9, 10. PLTU Mulut Tambang Sumatera Selatan 8, 9, 10 adalah bagian dari sepuluh proyek PLTU yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) melalui PT PLN di wilayah Sumsel. Untuk kapasitas PLTU Mulut Tambang Sumatera Selatan 8, 9, 10 sendiri mencapai 3.000 MW, dan rencananya akan mulai operasi pada 2018 mendatang.

Manager Unit Pembangunan Kelistrikan Jaringan Sumatera (UPK-JS) Unit Induk Pembangunan III PT PLN, Teddy Finzar mengatakan, dari total 10 unit PLTU yang dibangun tersebut, energi listrik yang dihasilkan mencapai total 6.000 MW. Kapasitas sebesar iitu diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan daerah. Sumsel pun nanti bisa memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Sumatera dan Jawa

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.