Kekuatan Militer Indonesia 2020 dan Kedepan

Tahun 2020

Berdasarkan situs data statistik militer dunia, Global Power Fire (GPF) tahun 2020 menunjukkan Indonesia termasuk dalam negara dengan kekuatan militer yang diperhitungkan dunia. Dari 137 negara, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat 16.

Indonesia mengalahkan banyak negara maju, antara lain Arab Saudi (peringkat 17) Israel (peringkat 18) Australia (peringkat 19). Dari data GPF, Indonesia yang berpenduduk 262 juta memiliki 800 ribu personel militer yang terdiria atas 400 ribu tentara aktif dan 400 ribu tentara cadangan. Indonesia memiliki 462 pesawat, 41 di antaranya pesawat tempur, pesawat serang, 177 helikopter, 16 helikopter tempur, 54 pesawat pengangkut.

Untuk kekuatan darat, Indonesia memiliki 313 tank, 1.178 kendaraan tempur,153 artileri pertahanan diri, 366 senjata berat yang termasuk towerd artillery, dan 36 unit rocket projector. Di laut, militer Indonesia memiliki 282 kapal yang di antaranya tujuh unit frigate, lima kapal selam, 156 kapal patroli, 10 mine warfare, 24 kapal korvet.

Pembelian Alutsista di thn 2020

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memutuskan untuk menyetujui penjualan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada Pemerintah Indonesia melalui kementerian pertahanan di bawah Menhan Prabowo Subianto, senilai US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Alutsista itu antara lain delapan pesawat angkut militer militer jenis MV-22 Block C Osprey dan peralatan terkait. Pesawat MV-22 Block C Osprey, pesawat yang unik perpaduan antara helikopter dan pesawat terbang baling-baling.

Rilis DSCA juga menyebutkan Indonesia juga hendak membeli sejumlah alutsista antara lain 24 AE 1107C Rolls Royce Engine, 20 Sistem Peringatan Rudal AN/ AAR-47, dan 20 Machine Guns GAU-21. Pembelian itu juga meliputi pelatihan personel, peralatan pelatihan, hingga dukungan teknis lainnya.

Tahun 2021 –

Menhan Prabowo Subianto sedang serius diskusi dengan konsorsium perusahaan galangan kapal asal Perancis Naval Group, untuk menjajaki pemesanan kapal selam kelas Riachuelo, yang merupakan modifikasi dari kelas Scorpene.

Kapal selam Kelas Riachuelo merupakan kapal selam berbobot 1.800 ton Kapal selam ini memiliki panjang keseluruhan 75 m, lebar 6,2 m, dan dapat menampung 31 awak. Kapal selam ini punya torpedo kelas berat F21 dan rudal MBDA Exocet SM39 Block 2 Mod 2 melalui tabung 533 mm, dan mampu menyelam hingga 350 m.

Bandingkan dengan terbaru Indonesia dari Korsel, atau Kelas ChangBogo yang punya spesifikasi diesel-listrik memiliki panjang hanya 61,2 meter (201 kaki) dengan lebar 6,25 meter (20,5 kaki) dan draft lambung 5,5 meter (18 kaki). Memiliki kecepatan puncak 21,5 knot (39,8 km / jam) saat terendam dan 11 knot (20 km / jam) ke permukaan. Bobot total kapal selam tersebut sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam di bawah permukaan. Kemampuan menyelam 310 meter

Pesawat Tempur

Duta Besar Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi sempat memastikan Indonesia masih berkomitmen terkait kesepakatan kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia pada akhir Juli 2020 lalu. Nilai kontrak yang sudah diteken Kementerian Pertahanan pada 2018 ini mencapai Rp 1,14 miliar.

Kementerian Pertahanan Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan pembelian tambahan helikopter militer Mi-17 buatan Rusia.

CNN Indonesia — Amerika Serikat dilaporkan setuju menjual jet tempur F-15 dan F-18 ke Indonesia. Persetujuan itu diberikan setelah pembicaraan antara pejabat tinggi pertahanan kedua negara selama berbulan-bulan. F-15 dan F-18 diproduksi oleh McDonnell Douglas dan Boeing. Jet tempur F-16 yang ada saat ini dianggap sudah tua.

Rodon Pedrason mengatakan Kementerian Pertahanan memiliki rencana besar untuk pengadaan lebih dari 100 jet tempur untuk menambah armada Indonesia saat ini yang berjumlah kurang dari 60. “Kami akan memiliki sekitar 170 jet tempur. Dibutuhkan anggaran sekitar 9 miliar dolar AS hingga 11 miliar dolar AS untuk membeli persenjataan baru dan peralatan militer selama 20 tahun ke depan.

Kementerian Pertahanan juga berencana membeli model baru pesawat angkut militer Hercules, C130J dan C130H, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, serta lebih banyak kapal selam dan kapal patroli. Dia menambahkan kementerian berniat melatih hingga 300 pilot jet tempur dan sekitar 100 pilot untuk Hercules selama dua tahun ke depan.

Indonesia dan Prancis dilaporkan telah melakukan negosiasi pembelian 48 jet tempur Dassault Rafale. Harga per unit dari Jet Tempur ini berada di kisaran USD 115 juta atau setara Rp1,5 triliun per unitnya.

IPTN

N 219 sebelum tutup tahun pesawat ini dapat sertifikasi dari Perhubungan Udara, Kemenhub,” ujar Bambang dalam video virtual, Jumat (11/12/2020). Jika N219 sudah mendapatkan sertifikasi dari Kemenhub, tahun depan pesawat buatan anak negeri ini bisa diproduksi massal dan menjadi komersial. “Tahun depan N219 sudah bisa digunakan secara luas dan masuk tahap komersial,”

N 219 mulai dari rancang bangun sampai produksi dikerjakan sendiri.!!!

dikutip dari berbagai sumber berita

gandatmadi46@yahoo.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.