Strategi Pembiayaan APBN 2020

 

Treasury Bank Mandiri, Rabu, 08 April 2020

Dari pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya didorong oleh membaiknya sentimen oleh bukti lebih lanjut yang menunjukkan bahwa pertumbuhan virus di beberapa negara di Eropa telah mencapai puncaknya.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 16,380/16,390, diperdagangkan pada rentang 16,175/16,490 dan di tutup pada level 16,125/16,225. JISDOR berada pada level 16,410. Harga SUN Benchmark diperdagangkan menguat sebesar 10 – 100 bps dengan yield FR0082 ditutup pada level 8.08%. Penguatan yang terjadi kemarin tidak lepas dari optimisme pelaku pasar global terkait kasus Covid-19 yang berangsur melambat.

Tiongkok melaporkan bahwa untuk pertama kalinya tidak ada kasus kematian di negaranya sejak kasus Pandemik tersebut dimulai. Beberapa negara di Eropa juga melaporkan bahwa kasus sudah terjadi penurunan jumlah kasus baru dan fatality rate di US tergolong flat dalam 2 hari terakhir. Pemerintah Jepang juga mengeluar stimulus dengan jumlah yang sangat besar mencapai IDR 16,000 triliun untuk menangani dampak perlambatan ekonomi karena Covid-19.

Pada lelang SBSN kemarin, Kemenkeu menyerap IDR 6.29 Triliun (incoming bid sebesar IDR 18.01 Triliun) atau lebih tinggi dibandingkan lelang SBSN sebelumnya yaitu pada level IDR 14.61 Triliun. Incoming bid terbesar masuk pada kedua instrumen SPNS tenor 6 & 9 bulan yang mencapai IDR 6.18 Triliun (dimenangkan IDR 0.60 Triliun) dan IDR 6.60 Triliun (dimenangkan IDR 3.20 Triliun). Pada waktu dini hari kemarin, pemerintah kembali menerbitkan tiga Global Bonds Indonesia denominasi USD dengan 2 tenor existing yaitu tenor 10.5 tahun atau ROI30New (mat: 15 Okt 2030, cpn: 3.85%, dan yield: 3.90%) dengan total USD 1.65 Milyar dan tenor 30.5 tahun atau ROI50New (mat: 15 Okt 2050, cpn: 4.20%, dan yield: 4.25%) dengan total USD 1.65 milyar. Global bonds terbaru yg diterbitkan adalah tenor 50 tahun atau ROI70 (mat: 15 Okt 2070, cpn: 4.45%, dan yield: 4.50%) dengan total USD 1 milyar. Sehingga total penerbitan keseluruhan seri mencapai USD 4.30 milyar

IHSG ditutup melemah 33,19 poin atau 0,69 persen ke posisi 4.778,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,98 poin atau 0,95 persen menjadi 729,74.

IMF & WB

International Monetary Fund (IMF) dan World Bank memperkirakan Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Indonesia menjadi satu dari tiga negara yang mampu bertahan dari wabah virus asal China tersebut. Dua negara lainnya yaitu China dan India.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.