Presiden Jokowi : Akan saya gebug ( video )

Salah satu stasiun TV swasta mentayangkan talkshow dengan judul  gebug, kata tersebut diucapkan Presiden Jokowi didepan perajurit TNI di  Natuna. Talkshow diawali dengan penggalan pidato Presiden kemudian diulang kembali selama talkshow.  Kata gebug pertama diucapkan pa Harto dengan wajah penuh amarah,  ‘siapapun yang melanggar konstitusi tidak akan segan-segan saya gebug’.

Didalam tayangan TV tersebut tampil 3 nara sumber yg untuk mudahnya dua orang pro Jokowi sedang satu orang dari parpol oposisi.  Perdebatan yang cukup lama menurut saya akan menjadi warna perdebatan2 Pilpres 2019, menjadi isu sentral yang akan ditampilkan kedua belah pihak.

Pidato Jokowi di Natuna tersebut menyebutkan akan menggebug siapa2 yang anti Pancasila, anti Bhineka Tunggal Ika, anti NKRI….. Bagaimana reaksi kedua kubu tersebut terlihat dari perdebatan ketiga nara sumber. Dua nara sumber yang pro Jokowi mengatakan Ormas yang beridiologi anti Pancasila supaya dibubarkan diantaranya HTI. Mengingat HTI sudah berdiri cukup lama maka pengaruhnya cukup meluas dikalangan perguruan tinggi,  sekolah, forum2 formal dan non formal. Dengan demikian secara hukum harus resmi dibubarkan sedangkan masyarakat harus dilibatkan untuk mengawasi  agar kegiatan2 seperti ceramah2 berhenti.

Satu nara sumber dari pihak oposisi menegaskan bahwa pembubaran ormas tidak boleh melanggar hukum. Mempertanyakan bagaimana nasib mereka2 yang dituduh makar, sempat ditahan kemudian dibebaskan tanpa kejelasan. Dalam Pilkada DKI menurutnya  Pemerintah berpihak kepada Ahok. Namun disanggah oleh dua nara sumber lainnya. Dalam sidang Ahok demo besar2an anti Ahok jelas menurut dua nara sumber adalah tindakan menekan lembaga pengadilan.

Pembicara dari pihak oposisi  menolak jika dituduh anti Pancasila, anti Bhineka Tunggal Ika, anti NKRI. Memohon agar Presiden Jokowi fokus kepada program2 pembangunan dsb. Sedang dua pembicara lainnya pidato Jokowi seperti yang disampaikan di Natuna itu penting sebab kalau NKRI runtuh kemakmuran apa yang akan dicapai?  Anti Pancasila oleh kelompok tertentu itu nyata karena salah satu tokoh yang kini dipanggil Polda Metro menjadi saksi, mendesak agar  piagam Jakarta masuk dalam Pancasila.

Kesimpulan

Talkshow terlihat tidak seimbang oleh karena yang pro Jokowi dua orang sedang dari oposisi satu orang

Demikian yang bakal menjadi isu sentral kampanye Pilpres 2019. Masing2 pihak dengan keahlihannya akan mengembangkan supaya lebih menarik. Ada yang melakukan dengan cara santun dan apik tetapi akan banyak dengan cara yang kasar. Ada kampanye positif, ada yang negatif akan ada yang kampanye hitam.

Paska Pilkada DKI berlanjut dengan pengadilan Ahok terdengar banyak seruan agar berhenti saling menghujat. Benar, tetapi kalau mau rujuk para tokoh tidak cukup menyerukan hendaknya masuk ke materi masalah. Talk show di TV swasta perlu dilanjutkan sampai meraih outcome yg positif.

Namun talkshow atau perdebatan terbuka lebih banyak ditujukan untuk konsumsi pendukung masing dan bukan mencari solusi.

Semoga, gandatmadi46@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.