AUTENTISITAS SUMBER SEJARAH PANCASILA DALAM MASA SIDANG PERTAMA BADAN UNTUK MENYELIDIKI USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN TANGGAL 29 MEI-1 JUNI 1945 – Lanjutan

Tulisan Aris Hardinanto tgl 03 Juni 2017, mengenai  risalah dari sidang-sidang Dokuritu Zyunbi Tyosa Kai atau dikenal dengan sebutan Badan Untuk Menyelidiki Usaha Persiapan Kemerdekaan (28 Mei 1945 – 1 Juni 1945 dan 10 Juli 1945 -17 Juli 1945)

Pertama, yang otentik adalah koleksi dari AG Pringgodigdo, selaku Wakil Ketua Tata Usaha BPUPK.

Koleksi A.G. Pringgodigo awalnya berada di ibu kota Republik Indonesia Yogyakarta, saat terjadi agresi militer II Belanda, menurut A.B. Kusuma dan R.E. Elson koleksi tersebut disita lalu di bawa ke negeri Belanda.

Menurut catatan dari Nationaal Archief Nederland, Koleksi Pringgodigdo telah dikembalikan kepada ANRI pada tahun 1987. Koleksi Pringgodigdo secara lengkap bernama Archivalia van R.M. MR.Abdul Gaffar Pringgodigdo, Secretaris van Staat van de Republiek Indonesie 1944-1945.

Kedua, didalam tulisannya Aris Hardinanto memuat pidato Bung Karno pada tgl 1 Juni 1945 sbb

Tanggal 1 Juni 1945, Soekarno diberikan kesempatan untuk berpidato mengenai dasar Indonesia merdeka. Pidato tersebut dimulai dengan koreksi Soekarno atas pidato-pidato para anggota BPUPK yang selama tiga hari berturut-turut tidak menjawab pertanyaan dari Radjiman Wediodiningrat. Menurut Soekarno, yang ditanyakan oleh Radjiman Wediodiningrat sebenarnya adalah dasar Indonesia merdeka dalam artian philosofische grondslag.

Maaf, beriboe maaf! Banjakanggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itoe dioetarakan hal-hal jang sebenarnja boekan permintaan padoeka toean Ketoea jang mulia, jaitoe boekan dasarnja Indonesia Merdeka. Menoeoroet anggapan saja, jang diminta oleh Padoeka toean Ketoea jang moelia ialah, dalam bahasa Belanda: “Philosofische grondslag” daripada Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itoelah poendamen, filsafat, pikiran-jang-sedalam-dalamnja, djiwa, hasrat-jang sedalam-dalamnja oentoek diatasnja didirikan gedoeng Indonesia Merdeka jang kekal dan abadi.

Pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 tentang dasar Indonesia merdeka yang dikenal dengan sebutan Pancasila, terdiri atas lima hal:

1.Kebangsaan Indonesia

2.Internasionalisme-atau peri-kemanoesiaan

3.Moefakat-atau demokrasi

4.Kesedjahteraan sosial

5.Ketoehanan

Kesimpulan

Dengan demikian hari lahirnya Pancasila adalah tgl 1 Juni 1945 yaitu ketika Soekarno berpidato di sidang Dokuritu Zyunbi Tyosa Kai

Gandatmadi

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *