Cadangan Gas Raksasa di Kaltim

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan temuan cadangan gas dengan spesifikasi giant discovery di Wilayah Kerja North Ganal, Kalimantan Timur oleh perusahaan asal Italia ENI. Berlokasi sekitar 85 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur, Indonesia. ENI lengkapnya Ente Nazionale Idrocarburi (National Hydrocarbons Agency) didirikan 1953.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan produksi gas Eni di WK North Ganal nantinya akan diintegrasikan dengan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dari lapangan Jangkrik. Pasokan gas dari lapangan-lapangan tersebut selanjutnya akan dialirkan menuju Kilang LNG Bontang.

“Tidak perlu bangun LNG plant seperti di Tangguh tapi di sini langsung memanfaatkan LNG plant di Bontang dimana saat ini jalan 2 train dengan tambahan Geng North dan IDD bagian utara akan jalan 4 train dengan 1 train standby ini akan sangat bagus untuk mengutilisasi lebih optimal LNG bontang hidup kembali,” kata Dwi dalam RDP bersama Komisi VII, dikutip Senin (4/12/2023).

Dwi membeberkan bahwa ENI selaku pihak operator menargetkan untuk mempercepat rencana pengembangan di sumur Geng North-1 dengan mengadopsi apa yang telah mereka lakukan di Mesir. Dengan begitu, diharapkan antara tahun 2027-2028 Wilayah Kerja ini dapat memulai produksinya.

Insya Allah dilaksanakan dalam 3 tahun, jadi targetnya 2027 atau 2028 sudah onstream,” kata dia. Perkiraan awal menunjukkan total struktur yang ditemukan bervolume 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dengan kandungan kondensat diperkirakan mencapai 400 Mbbls.

Sumur Geng North-1 dibor hingga kedalaman 5.025 meter pada kedalaman air 1.947 meter, melalui kolom gas setebal sekitar 50 meter di reservoir batu pasir Miosen dengan sifat petrofisika yang sangat baik.

Adapun, uji produksi sumur (DST) telah berhasil dilakukan untuk penilaian menyeluruh atas penemuan gas, meskipun dibatasi oleh fasilitas pengujian, uji produksi ini memungkinkan untuk memperkirakan kapasitas sumur hingga 80-100 MMSCFD dan sekitar 5-6 kbbld kondensat.

Menurut ENI, penemuan ini menegaskan efektivitas strategi perusahaan yang bertujuan menciptakan nilai melalui pengetahuan mendalam tentang geologi dan penerapan teknologi geofisika canggih.

IDD yang mencakup beberapa penemuan yang berlokasi di blok Rapak dan Ganal, dimana Eni telah akuisisi saham Chevron.

ENI North Ganal Limited, yang memegang 50,22% hak partisipasi, mengoperasikan Blok tersebut, dengan Neptune Energy North Ganal BV dan Agra Energi I Pte Ltd sebagai mitra, masing-masing memegang 38,04% dan 11,74% sisanya.

ENI telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2001 dan saat ini memiliki portofolio aset yang besar dalam tahap eksplorasi, pengembangan, dan produksi dengan produksi ekuitas saat ini sekitar 80.000 barel setara minyak per hari dari lapangan Jangkrik dan Merakes di Kalimantan Timur.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published.