Korporasi Pemilik Lahan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pasif.

CNN Indonesia, Jumat, 13/09/2019 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera Selatan masih terus meluas. Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel mengungkap bahwa sebagian besar lahan yang terbakar tersebut milik perusahaan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, luasan lahan yang sudah terbakar mencapai 2.859,022 hektare per Rabu (11/9).  Daerah dengan jumlah lahan terbakar paling luas yakni 1.066,29 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin, 596,6 hektare di Ogan Komering Ilir, 505,19 hektare di Ogan Ilir, 252,45 hektare di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta 249,25 hektare di Banyuasin.

Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel Kolonel Arhanud Sonny Septiono berujar, dari total 2 ribu hektare lahan yang terbakar tersebut, sebagian besar milik perusahaan meski tidak menyebut rinciannya. Sedangkan milik masyarakat hanya sedikit.

Sementara itu Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan Hairul Sobri berujar, pihaknya menemukan 362 titik api yang berada di dalam wilayah izin konsesi korporasi pada Juli hingga 8 September 2019. Sebanyak 153 diantaranya berada di wilayah perkebunan kayu, 42 diantaranya berada di pertambangnan, serta 167 diantaranya berada di perkebunan lainnya seperti sawit dan karet.

Dirinya menjelaskan lemahnya pengawasan upaya restorasi ekosistem gambut, khususnya pada kawasan konsesi mengakibatkan penanganan karhutla tidak mengalami kemajuan, bahkan semakin memburuk jika mempertimbangkan peningkatan data titik api saat ini. “Upaya restorasi yang kami temukan di lapangan justru lebih konsisten dilakukan oleh masyarakat,”

jumlah hotspotdokumen BMKG

Kebakaran Hutan di Kalbar

  • Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menetapkan tiga perusahaan sawit di Kalimantan Barat, sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan seluas 980 hektar.
  • Ketiga perusahaan sawit itu ada di Ketapang, Kalimantan Barat, yakni, PT SKM seluas 800 hektar, PT ABP seluas 80 hektar dan PT AER seluas 100 hektar.

korban kebakaran

  • Satu lagi tersangka perorangan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih dalam penyidikan lebih lanjut, apakah masuk kategori perorangan atau pemodal karena luasan lahan terbakar mencapai 274 hektar.
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pun mendorong pemerintah daerah sebagai pemberi izin, beraksi dan berperan aktif dalam memberikan sanksi administrasi kepada perusahaan.

Adapun total luasan terbakar dalam penyelidikan dan penyidikan dari 27 perusahaan itu sekitar 4.490 hektar. Perusahaan-perusahaan itu, ada konsesi perkebunan sawit, hutan tanaman industri dan tambang tersebar di 17 konsesi di Kalimantan Barat, empat di Kalimantan Tengah, Riau (4), Jambi (1) dan Sumatera Selatan (1). Jumlah tersangka, kata Roy, sapaan akrabnya, berpotensi bertambah karena yang lain masih proses penyelidikan.

kebakaran hutanKebakaran lahan di Ogan Komering

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki)

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumsel Harry Hartanto berujar, perusahaan sudah berupaya agar lahannya tidak terbakar karena sudah melakukan sejumlah persiapan. Dirinya pun menuturkan, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk persiapan penanggulangan kebakaran tidak sedikit.   “Kita ragu ada perusahaan yang sengaja bakar lahan di konsesinya sendiri karena kerugian lahan yang terbakar bisa Rp80-100 juta per hektare,” kata dia.

Catatan

Presiden Jkw menyaksikan pemadaman1.Tindakan total sedang dilakukan seperti terlihat di gambar diatas

2.Korporasi wajib memiliki organisasi keamanan di lahan perusahaan termasuk dari usaha pembakaran hutan. Organisasi tersebut harus profesional, tersedia anggaran dan struktur organisasi yg jelas. Dengan begitu usaha pencegahan dilakukan secara sistematis.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *