Nobel Prize 2011 in economic sciences The art of distinguishing between cause and effect in the macroeconomy

One of the most liberal and competitive economies in the world, Switzerland has always maintained close economicties with other countries. A secure legal system and long-term stable fundamentals for investors, relatively little regulation and the proximity to research institutions make it the location of choice in Europe for businesses offering high quality products and services. ( diharapkan generasi muda dan mereka yang berjiwa muda selalu ingat dengan kalimat diatas.GG)

                                                                                                      Seni membedakan sebab akibat dalam ekonomi makro

Bagaimana GDP atau PDB ( Produk Domistik Bruto ) dan inflasi dipengaruhi oleh kenaikan temporer suku bunga atau pemotongan tarif pajak? Apa yang bakal terjadi jika Bank Sentral membuat perubahan permanen target inflasi atau Pemerintah memodifikasi sasaran dari balance budget?  Peraih hadiah Nobel tahun 2011, Thomas J. Sargent and Christopher A. Sims telah mengembangkan suatu metode untuk menjawab pertanyaan2 tersebut serta pertanyaan2 lain mengenai penyebab  hubungan antara kebijakan ekonomi dan variabel2 ekonomi makro seperti GDP, Inflasi, Lapangan kerja dan Investasi.

Perekonomian secara konstan dipengaruhi oleh peritiwa2 yang tidak terduga.  Kenaikan harga minyak tidak diduga, Bank Sentra menetapkan suku bunga tanpa diprakirakan para peminjam dan kreditor, atau konsumsi rumah tangga mendadak turun. Peristiwa yang muncul tanpa diduga disebut shock.

Perekonomian juga dipengaruhi oleh perubahan  yang lebih berjangka panjang, seperti bergesernya kebijakan memperketat ukuran disinflasi atau kebijakan fiskal  yang ketat  terhadap UU APBN. Beberapa tugas penelitian ekonomi adalah mempelajari secara lengkap mengenai dampak dari shock  dan perubahan kebijakan yang sistematis terhadap ekonomi makro variabel untuk jangka pendek dan jangka panjang. Karya resit dari Sargent dan Sim berkontribusi tak ternilai. Sargent terutama membantu kita memahami dampak dari perubahan kebijakan sementara Sims fokus bagaimana shock menyebar ke seluruh perekonomian.

Hubungan dua arah dan harapan kuat (prevailing expectations)

One difficulty in attempting to understand how the economy works is that the relationships are often  reciprocal. Is it policy that influences economic development or is there a reverse causal relationship? Satu alasan mengapa ambigue karena sektor privat dan agen publik secara aktif berorientasi kedepan . Harapan dari sektor privat mengenai kebijakan kedepan berpengaruh terhadap keputusan hari ini mengenai upah, harga dan investasi, sementara kebijakan ekonomi diarahkan oleh harapan tentang pembangunan sektor privat.

 

Investor

Investor  didalam keputusannya berbasis kepada harapan mengenai kebijakan ekonomi kedepan.

 

 

Central Bank

Bank Sentral menetapkan suku bunga berbasis kepada harapan terhadap pembangunan sektor privat.

 

 Suatu contoh yang gamblang dari hubungan dua arah terjadi pada awal 1980an dimana banyak negara merubah kebijakan ekonomi mereka untuk memerangi inflasi.  Perubahan ini terutama sebagai reaksi terhadap peristiwa2 ekonomi tahun 1970an, ketika terjadi kenaikan inflasi disebabkan harga minyak yang naik  serta pertumbuhan produktivitas turun. Sebagai konsekwensi kesulitan untuk menentukan apakah perubahan berikutnya dibidang ekonomi tergantung perubahan atau didasari oleh faktor2 diluar kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang  pada gilirannya memunculkan kebijakan yang berbeda. Satu cara mempelajari berbagai dampak kebijakan ekonomi  dengan  menjalankan sistem kontrol ( controlled experiments ).  Dalam praktek  beberapa variasi kebijakan tidak bisa secara acak dicoba dijalankan terhadap negara2 yang berbeda beda. Oleh karena itu resit ekonomi makro wajib mempergunakan data2 historis.  Kontribusi yang paling penting  para peraih hadiah Nobel 2011 ini adalah menunjukkan bagaimana hubungan kasual dari ekonomi makro sehingga dapat dianalisa dengan mempergunakan data historis.

Terdapat dua alasan yang bagus untuk mempercayai bahwa perubahan yang tidak diduga dalam kebijakan ekonomi memiliki lebih banyak efek dari pada yang diduga.  Bukan seuatu yang sepele untuk membedakan outcome dari kebijakan yg diharapkan dengan yang tidak diharapkan ( expected and unexpeced policy ).  Perubahan suku bunga atau tarif pajak tidak sama dengan suatu shock,  dalam arti paling tidak perubahan yang diharapkan.  Hal ini adalah pandangan jangka panjang didalam konteks pasar stock. Suatu perusahaan dilaporkan kenaikan earning dan prakiraan untung yang tinggi tetap  menghadapi harga share turun, simpel alasannya  karena pasar megharapkan laporan ( keuangan ) yang lebih tinggi.  Lebih dari itu dampak dari perubahan unanticipated policy tergantung apakah dijalankan secara independen terhadap ekonomi shock atau cuma reaksi.

Hasil resit Sargent  yaitu tentang  metode mempergunakan data historis untuk memahami bagaimana perubahan sistematis kebijakan ekonomi  berdapak terhadap perekonomian sepanjang waktu.  Hasil resit Sims ternyata fokus  untuk membedakan unexpected changes dari variabel ekonomi  seperti harga minyak atau suku bunga dengan expected changes  dengan tujuan  menelusuri dampaknya terhadap variabel utama dari ekonomi. Pertanyaannya  hasil karya para peraih hadiah Nobel yang mana yang jelas terkait.  Walaupun Sargent dan Sims menjalankan resit secara independen, hasilnya saling mengisi ( complementary ) dalam beberapa cara.

Sargent: Dampak sistematis dari kebijakan ekonomi

Apa yang terjadi terhadap ekonomi makro ketika kebijakan moneter mengikutu Taylor rule seperti ketika suku bunga merespon untuk merubah inflasi dan siklus bisnis  dalam keadaan pre determined pattern? Atau apa yg terjadi jika Bank Sentral ternyata diberi mandat untuk menjaga inflasi mendekati 2%? Analisa Sargent berkaitan dengan dampak dari aturan kebijakan sistematis serta konsekwensi akibat perubahan aturan tsb. Ekspektasi adalah bagian integral dari pendekatan analistis. Apakah memungkinkan untuk menentukan bahwa perubahan ekonomi tergantung kepada perubahan kebijakan ekonomi? Apakah perubahan ternyata tergantung dari fluktuasi perekonomian secara keseluruhan sehingga keputusan yg tepat mengadopsi kebijakan yang berbeda beda? Sargent menguji isu2 tersebut dengan mempergunakan metode 3 step.

Note :

Taylor’s rule sebagai guideline Sentral Bank a.l The FED ketika akan merubah suku bunga sbg respon thd perubahan kondisi ekonomi.  Basis dari Taylor’s rule :

1) Targeted versus actual inflation levels;

2) Full employment versus actual employment levels;

3) The short-term interest rate appropriately consistent with full employment.

Langkah pertama melibatkan pembangunan model struktural  ekonomi makro, ie diskripsi matematis yg akurat dari perekonomian. Sejumlah parameter yg menentukan hubungan antar variabel, diperkenalkan dalam model. Sebagai contoh jika kita tahu bahwa agregat demand dari konsumen terhadap produk dan jasa dipengaruhi oleh harapan terhadap suku bunga riil, hubungan ini harus  dimasukkan dalam model.  Parameter2 yg  memerintahkan  hubungan basic  tidak boleh dipengaruhi  oleh perubahan kebijakan ekonomi.  Hal ini meliputi parameter2   , yg rujukan yg menggambarkan bagaimana individu2  memilih antara saving dan konsumsi tergantung suku bunga dan Income.

Langkah kedua mengenai pemecahan terhadap model matematika.  Metoda Sargent fokus kepada harapan2 bagaimana variabel makro ekonomi akan berubah. Sebagai contoh apakah harapan ttg inflasi dimasa depan dipengaruhi  oleh perubahan kebijakan ekonomi?  Prasyarat yg masuk akal untuk memecahkan masalah adalah harapan inflasi oleh individu2 didalam model sesuai dengan prakiraan inflasi yg ditimbulkan oleh model itu sendiri.

GDP

Price Level

Memaksakan permintaan seperti itu lebih  mudah  diucapkan, bagaimanapun langkah ke dua dari hasil analisa Sargent mendemonstrasikan bagaimana solusi ditemukan.  Langkah ketiga atau terakhir seluruhnya statistik.  Data historis dipagai untuk membuat estimasi bahwa parameter2 fundamental tidak berubah paska perubahan kebijakan.  Untuk membuat simpel,  ini berarti nilai2 parameter dipilih sehingga model akan menjelaskan peristiwa2 historis  dengan sebenar benarnya. Cara ini nilai numerical  diperoleh untuk menjelaskan  struktur ekonomi.  Kemudian model yg komplit  dipergunakan sebagai laboratium  mempelajari dampak2  pengalaman2 hepothetical yg berbeda beda, seperti perubahan kebijakan moneter.

Didalam  suatu seri artikel2 yang ditulis tahun 1970an, Sargent memperlihatkan bagaimana  model ekonomi struktural dapat dikonstruksikan, di pecahkan dan di estimasi. Pendekatan beliau telah berubah menjadi  bermanfaat untuk menganalisa kebijakan ekonomi, namun juga dapat digunakan diwilayah lain dalam ekonomi makro, meskipun beliau mengaplikasi metode2 baru  untuk resit  empiris yang sangat terpengaruh (highly influential empirical research ). Sebagai contoh,  beliau telah menganalisa data2 historis dari episoda2 hiperinflasi  disejumlah negara di Eropa.  Juga menguji peristiwa2 diatas  pada tahun 1970an ketika banyak negara pada mulanya mengadopsi kebijakan hiper inflasi  dan kemudian kembali ke inflasi yang rendah. Sargent memperlihatkan bagaimana ekspektasi dibentuk oleh masyarakat dan juga Sentral Bank, memahami bahwa proses inflasi berbasis kepada belajar secara bertahap.  Hal itu dapat menjelaskan  mengapa turunnya inflasi membutuhkan waktu yang begitu lama.

Sims :  Identifikasi dan analisis  shock  dalam ekonomi makro

Sims sepakat dengan kritik Sargent terhadap model2 ekonomi makro yang dipergunakan para peneliti sebelumnya, para Bank Sentral dan para menteri keuangan. Didalam artikelnya “Macroeconomics and Reality” (1980, Sims memperkenalkan cara baru untuk menganalisa data ekonomi makro. Beliau juga setuju dengan Sargent  yg menekankan pentingnya ekspektasi. Sims mengusulkan metode baru untuk mengidentifikasi dan interpretasi shocks dalam data historis serta menganalisa bagaimana shock2  secara bertahap bertransmisi kedalam variabel ekonomi yg berbeda beda. Pendekatannya memberikan impak terhadap resit.  Hal itu juga dipakai secara luas  sebagai basis untuk membuat keputusan dalam kebijakan ekonomi. Secara metodologi Sims juga menggambarkan tiga langkah.

Langkah pertama, kalangan analis membuat ramalan untuk variabel2 ekonomi makro dengan mempergunakan auto regression model( VAR model ). Hal ini relatif suatu model simpel untuk  statistik time series, dimana dulunya untuk mengobservasi nilai dari variabel2 yg diminati untuk mendapatkan ramalan yang terbaik. Perbedaan2 antara ramalan dan outcome – forecasting error – untuk variabel spesifik  dapat dianggap sebagai shock, namun memperlihatkan firecasting error tidak memiliki interpretasi mendua. Sebagai contoh  unexpected change dari bunga bank

Langkah kedua  melakukan extract  terhadap fundamental shocks dimana  perekonomian yang di expose. Hal ini prasyarat untuk mempelajari efek, sebagai contoh suatu perubahan suku bunga yg independen. Benar jika kontribusi utama dari Sims adalah memberikan klarifikasi  bagaimana fundamental shocks dapat dijalankan berbasis pengertian yang luas bekerjanya ekonomi. Sims serta peneliti berikutnya telah membangun beberapa metode2 yg berbeda beda dalam membuat identifikasi fundamental shocks dalam suatu VAR model.

Gambar (  GDP dan Price Level )  diatas : menunjukkan suatu impuls dalam bentuk kenaikan interest rate yg ditetapkan Bank Sentral  menyebabkan respon dalam ekonomi makro variabel dengan profil waktu yg berbeda. Grafik berdasarkan VAR analisis  US post war data (Christiano,  Eichenbaum and Evans, 1999), dimana shocks telah diidentifikasi dengan suatu metode karya Sims.

Sekali fundamental shock di identifikasi berbasis data historis maka langkah ketiga dalam metode Sims membuat impulse response analysis.  Hal ini suatu Ilustrasi  dari impact dari fundamental shocks  terhadap ekonomi sepanjang waktu

Impulse-response analysis ( suatu analisa untuk mempelajari reaksi seketika  akibat munculnya impuls dari luar ) atau analisa karena terjadinya shock, sangat membantu pengertian kita tentang ekonomi makro sehingga berpengaruh terhadap perilaku kebijakan ekonomi makro. Kini sudah unum Bank Sentral menyesuaikan suku bunga  dengan target inflasi, demi tercapainya goal untuk satu sampai dua tahun – time lag terindikasi disitu.  Dlm grafik2 menunjukkan suatu kontraksi dari kebijakan ekonomi  menghadapi trade off antara turunnya inflasi selama 1 – 2 tahun dan reduksi segera GDP. Secara analogi analisa VAR  ttg kebijakan fiskal menunjukkan kenaikan belanja masyarakat conteract temporer dengan turunnya siklus bisnis.  Model VAR adalah alat independen  bagi Sentral Bank dan Menkeu menganalisa impact terhadap ekonomi dan bagaimana ekonomi terdampak oleh ukurun kebijakan2 yang berbeda beda.

Empirical macroeconomic research today

Analisa Sargent di bidang ekonomi makro dengan time series berbasis data historis  memperkaya resit ekonomi makro  serta mengajak kita dengan pandangan baru ttg bekerjanya kebijakan ekonomi. Resit Sims yg memulai kemudian juga telah berengaruh luas baik dalam ekonomi makro maupun kegiatan resit dibidang lainnya. Kini arahan  resit2  yg terinspirasi oleh Sargent dan Sims meluas dipraktekan. Resit moderen, solusi terhadap pengembangan model  memakai metode Sargent dan sering dalam bentuk sistem VAR serta di evaluasi dengan mempergunakan impulse response.

Untuk mempelajari impact dari perubahan kebijakan sistemik dalam ekonomi, metode Sargent membutuhkan asumsi spesifik mengenai struktur ekonomi. Asumsi khusus tentang VAR model, di sisi lain akan lebih umum serta selalu berpatokan kepada wide class model ekonomi.  Para peneliti mempunyai pilihan tergantung pada aplikasi.  Menguasai secara detail  dari struktur ekonomi, metode Sargent  mungkin menjadi pilihan khususnya setelah diizinkan suatu counterfactual analysis dari perubahan sistematis dari kebijakan ekonomi.  Apabila pengetahuan tentang lapangan itu kurang pasti metode Sims lebih aman.

Resit di bidang ekonomi makro dan analisis kebijakan ekonomi berhutang secara substansial kepada sumbangan  keilmuan Sargent dan Sims. Kombinasi karya mereka merupakan  fundasi yg solid bagi analisis ekonomi makro moderen. Sulit membayangkan melakukan resit tanpa mempergunakan fondasi mereka.

Note: Information for  public by The Royal Swedish Academy of Sciences –di terjemahkan oleh GG

Mohon saran, kritikan maupun input  di email kepada  alamat gandatmadi46@yahoo.com

 

 

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *