Paham NeoLib

Ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan, sebenarnya merupakan redefinisi dan kelanjutan dari liberalisme klasik yang dipengaruhi oleh teori perekonomian neoklasik yang mengurangi atau menolak penghambatan oleh pemerintah dalam ekonomi domestik karena akan mengarah pada penciptaan Distorsi dan High Cost Economy yang kemudian akan berujung pada tindakan koruptif.

Paham ini memfokuskan pada pasar bebas dan perdagangan bebas  merobohkan hambatan untuk perdagangan internasional dan investasi agar semua negara bisa mendapatkan keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakat atau rakyat sebuah negara dan modernisasi melalui peningkatan efisiensi perdagangan dan mengalirnya investasi.

Kritik terhadap neoliberalisme terutama sekali berkaitan dengan negara-negara berkembang yang aset-asetnya telah dimiliki oleh pihak asing. Negara-negara berkembang yang institusi ekonomi dan politiknya belum terbangun tetapi telah dikuras sebagai akibat tidak terlindungi dari arus deras perdagangan dan modal.

Bahkan dalam gerakan neoliberal sendiri terdapat kritik dengan  banyaknya negara maju telah menuntut negara lain untuk meliberalisasi pasar mereka bagi barang-barang hasil industri mereka, sementara mereka sendiri melakukan proteksi terhadap pasar pertanian domestik mereka. TradeWar yg di galakan Trump adalah ujud reaksi akibat defisit anggaran belanja AS terhadap banyak negara seperti China, Eropa bahkan dengan Indonesia. Trump menghidupkan kembali proteksionisme yang di tentang paham NeoLib.

Indonesia

Di Indonesia, walaupun sebenarnya pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal telah dimulai sejak pertengahan 1980-an, antara lain melalui paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, pelaksanaannya secara massif menemukan momentumnya setelah Indonesia dilanda krisis moneter pada pertengahan 1997.

Paket bantuan IMF mengatasi Krismon 1997/98 yg diberikan kepada Korsel dan Thailand berhasil sebaliknya gagal dilaksanakan Indonesia. Penutupan beberapa Bank malah menimbulkan rush penarikan dana nasabah dengan akibat sejumlah Bank besar jatuh lantas Pemerintah merilis BLBI. Dana BLBI yang mestinya membantu likwiditas justru dipergunakan dagang valas.

Krisis Moneter berkembang menjadi krisis pemerintahan mengakibatkan lengsernya Pak Harto. Presiden Habibie berhasil mengembalikan kepercayaan rakyat melalui proses demokratisasi politik dengan diadakan Pemilu. Dibidang ekonomi memisahkan BI dari Kabinet sehingga terpisah Otoritas Moneter dan Otoritas Fiskal. Investasi Asing mulai kembali. Di era Presiden SBY utang kepada IMF sudah dibayar lunas.

Videi: Kebijakan Publik dan Etika Publik

gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *