Purchasing Managers’ Index of G20

Purchasing Managers’ Index atau PMI adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan melakukan survey terhadap sejumlah Purchasing Manager di berbagai sektor bisnis. Angka indeks PMI tinggi menunjukkan optimisme pelaku sektor bisnis tersebut terhadap prospek perekonomian ke depan.

Indeks yang paling diperhatikan investor dan analis adalah untuk sektor manufaktur yang disebut indeks PMI Manufaktur (Manufacturing PMI); dan sektor jasa yang disebut indeks PMI sektor Jasa (Services PMI).

Manufacturing PMI G20

Hampir semua negara industri maju merilis indikator ini dari berbagai lembaga survey termasuk negara-negara mata uang utama.

Tiga produsen utama PMI adalah Institute for Supply Management (ISM), yang memulai metrik manufaktur dan non-manufaktur yang diproduksi untuk Amerika Serikat, Singapore Institute of Purchasing and Materials Management (SIPMM), yang memproduksi PMI Singapura, dan Grup Markit, yang menghasilkan metrik berdasarkan pekerjaan ISM di lebih dari 30 negara di seluruh dunia seperti Inggris, kawasan Euro, Jepang dan Indonesia.

ISM, SIPMM, dan Grup Markit secara terpisah menyusun survei indeks manajer pembelian (PMI) setiap bulan dengan polling bisnis yang mewakili susunan sektor bisnis masing-masing. Survei ISM mencakup semua kategori North American Industry Classification System (NAICS). Survei SIPMM mencakup semua sektor manufaktur. Survei Markit mencakup perusahaan sektor swasta, tetapi bukan sektor publik.

Indeks manajer pembelian ISM, SIPMM dan Markit mencakup sub-indeks tambahan untuk survei manufaktur seperti pesanan baru, ketenagakerjaan, ekspor, stok bahan baku dan barang jadi, harga input dan barang jadi. Pada tahun 2002, SIPMM membantu China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) untuk menghasilkan China Official PMI.

Formula Perhitungan PMI

  • P1 = Percentage number of answers that reported an improvement.
  • P2 = Percentage number of answers that reported no change.

Jika 100% panel melaporkan peningkatan, indeks akan menjadi 100,0. Jika 100% melaporkan penurunan, indeks akan menjadi nol. Jika 100% panel tidak melihat perubahan, indeks akan menjadi 50,0 atau

Oleh karena itu, pembacaan indeks 50,0 berarti bahwa variabel tidak berubah, angka di atas 50,0 menunjukkan peningkatan, sementara apa pun di bawah 50,0 menunjukkan penurunan. Indeks 50,0 akan muncul jika semua responden melaporkan tidak ada perubahan atau jumlah responden yang melaporkan peningkatan dicocokkan dengan jumlah responden yang melaporkan penurunan. Semakin jauh dari 50,0 indeks, semakin kuat perubahan selama sebulan, mis. pembacaan 55,0 poin ke peningkatan yang lebih sering dilaporkan dalam variabel daripada pembacaan 52,5.[20] Tingkat kepercayaan yang dialami oleh responden yang melaporkan peningkatan dan tingkat kekhawatiran yang dialami oleh responden yang melaporkan penurunan tidak diperhitungkan dalam indeks.

PMI China dan Korea Selatan di bulan Agustus 2022

Biro Statistik China (NBS) mencatat Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur turun menjadi 49 dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 50,2.

Salah satu faktor utama yang menurunkan PMI manufaktur China, kata Zhao, industri peleburan minyak, batu bara, dan logam. Selain itu, pabrik di China bergulat dengan harga bahan baku yang tinggi yang menekan margin keuntungan di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global.

Kepala Penelitian di Jones Lang Lasalle Ing Bruce Pang menyebut pemulihan ekonomi China berjalan lambat dan rapuh. “Pertumbuhan kuartal ketiga mungkin menghadapi tantangan yang lebih besar dari yang diharapkan,” Sementara itu, PMI non-manufaktur pada Juli turun dari 54,7 pada Juni menjadi 53,8. Sedangkan, PMI komposit resmi yang mencakup manufaktur dan jasa turun menjadi 52,5 dari sebelumnya 54,1.

Korea Selatan (Korsel) juga mencatat penurunan aktivitas pabrik di negaranya. Bahkan, tercatat menjadi yang terendah pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. PMI manufaktur Korsel turun dari 51,3 pada Juni menjadi 49,8 pada Juli. Realisasi di bawah poin 50 tersebut merupakan pertama kalinya sejak September 2020. Output pabrik-pabrik Korsel turun dalam empat bulan berturut-turut ke tingkat terendahnya sejak Oktober 2021 karena permintaan melemah. “Produsen Korsel melaporkan bahwa tekanan inflasi yang kuat dan gangguan rantai pasokan yang berkelanjutan telah menghambat produksi dan permintaan di awal kuartal III,” ungkap Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti.

gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *