SIKLIKALI`TAS KEBIJAKAN FISKAL DI INDONESIA (1)

Oleh : Muhammad Afdi Nizar

Abstract

The research objectives are to examine and determine the cyclicality of fiscal policy in Indonesia, based on the response of government revenue, government spending and budget balance to the economic cycles. In addition, this research also aims to determine cyclicality of automatic stabilizers and  discretionary fiscal policies. This research was conducted using quantitative approaches, namely regression model which is estimated by ordinary least square (OLS) method. Using quarterly time series data during 1970 – 2009, the results showed several conclusions : (i) the response of government  revenue and income tax as an automatic stabilizer to the economic cycles tend to countercyclical; (ii) the response of government spending and discretionary variables tend to procyclical; and (iii) response of budget balance tends to acyclical.

Keywords : automatic stabilizer, budget balance, discretionary fiscal policy, econom cycles, government revenue, government spending

1.PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kebijakan fiskal merupakan salah satu instrumen kebijakan ekonomi makro yang memberikan justifikasi adanya intervensi pemerintah dalam perekonomian.  Intervensi pemerintah melalui kebijakan fiskal biasanya dimanifestasikan melalui berbagai pilihan, terutama dalam menentukan besarnya pendapatan atau belanja negara, yang pada gilirannya mempengaruhi keseimbangan anggaran (budget balance).

Pilihan-pilihan tersebut idealnya mencerminkan respon kebijakan fiskal terhadap siklus yang terjadi dalam perekonomian. Ketika perekonomian menunjukkan tanda-tanda resesi (pertumbuhan ekonomi turun) misalnya, pilihan kebijakan fiskal yang ideal adalah dengan meningkatkan belanja negara dan/atau menurunkan penerimaan pajak, sehingga defisit anggaran meningkat. Sebaliknya, ketika perekonomian menunjukkan penguatan (pertumbuhan ekonomi naik), pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan pajak dan/atau menekan belanja negara, sehingga defisit anggaran menurun.

Kebijakan fiskal yang memperhatikan siklus ekonomi dapat dijadikan sebagai salah satu indikator komitmen pemerintah (negara) terhadap masyarakat. Bagaimanapun juga kondisi perekonomian akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, yang dapat diukur misalnya melalui pendapatan per kapita. Kondisi ekonomi yang memburuk (resesi) dapat menurunkan pendapatan per kapita dan pada gilirannya akan mengurangi pendapatan negara yang dapat dikumpulkan pemerinta

Lebih lanjut, kondisi ini akan mendorong naiknya belanja negara yang dialokasikan kepada masyarakat, agar dampak negatif yang muncul akibat resesi tidak memperburuk tingkat kesejahteraan masyarakat. Demikian pula sebalikya apabila kondisi ekonomi menunjukkan penguatan, pendapatan masyarakat akan meningkat dan pendapatan negara yang dapat dikumpulkan pemerintah juga bertambah agar penguatan ekonomi tidak membawa dampak negatif—misalnya naiknya inflasi—bagi masyarakat.

BDB

Perkembangan pendapatan dan belanja negara dalam periode 1970 – 2009 yang merepresentasikan respon kebijakan fiskal dalam menghadapi perubahan siklus ekonomi tidak selalu ideal. Ada beberapa kondisi ekstrim yang dapat menggambarkan respon yang tidak ideal tersebut.

Pertama, ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, pada satu sisi pendapatan negara meningkat, namun pada sisi lain belanja negara juga meningkat. Fakta ini dapat dilihat misalnya pada tahun 1973, 1980, 1986, 1989, 2003, dan 2005.

Kedua, ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, pendapatan negara menurun namun belanja negara meningkat, sebagaimana terjadi pada tahun 1977, 1983, dan 1994.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi meningkat, pendapatan dan belanja negara menurun. Kondisi ini terlihat pada tahun 1972, 1988, 1995, 1999, 2002, dan 2007, 1978, 1993, dan 2004.

Keempat, ketika pertumbuhan ekonomi menurun, pendapatan dan belanja negara menurun, sebagaimana terjadi pada tahun 1974, 1981, 1982, 1985, 1987, 1992, 2001, dan 2009.

Kelima, pada saat pertumbuhan ekonomi menurun, pendapatan dan belanja negara meningkat. Kondisi ini terjadi pada tahun 1984, 1997, 1998, 2006, dan 2008.

Keenam, kondisi dimana pertumbuhan ekonomi menurun, pendapatan negara meningkat, namun belanja negara menurun, sebagaimana terjadi pada tahun 1976, 1990, dan 1996 (Grafik 1.1).

Perilaku dan respon kebijakan fiskal yang tidak ideal dan ekstrim tersebut menarik untuk dikaji lebih lanjut. Secara spesifik, respon kebijakan fiskal diidentifikasi melalui pendapatan negara, belanja negara, dan keseimbangan (defisit/surplus) anggaran dalam mengimbangi perubahan siklus ekonomi yang dicerminkan oleh perubahan pendapatan masyarakat (per kapita).

1.2. Perumusan Masalah

Permasalahan utama yang akan dikaji melalui penelitian ini adalah  bagaimana respon kebijakan fiskal di Indonesia, yang ditunjukkan oleh respon pendapatan negara, belanja negara, dan posisi keseimbangan (defisit/surplus) anggaran terhadap siklus ekonomi. Permasalahan lain yang juga akan dikaji adalah bagaimana respon kebijakan fiskal diskresioner dan penstabil otomatis terhadap perubahan siklus ekonomi.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan siklikalitas kebijakan fiskal di Indonesia berdasarkan respon pendapatan negara, belanja negara, dan posisi keseimbangan (surplus/defisit) anggaran terhadap siklus ekonomi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan siklikalitas kebijakan fiskal diskresioner dan penstabil otomatis.

1.4. Metode Penelitian

1.4.1. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder triwulanan  (time series) periode 1970:Q1 – 2009:Q4, yang meliputi : (i) total pendapatan negara nominal; (ii) total belanja negara nominal; (iii) Produk Domestik Bruto … berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000; (iv) jumlah penduduk; dan (v) PDB deflator. Data diperoleh dari Departemen Keuangan (APBN), Badan Pusat Statistik, World Development Indicators (World Bank), dan International Financial Statistic (IMF)

1.4.2. Metode Analisis

Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang didukung oleh  analisis kuantitatif dengan sistem persamaan regresi linier berganda. Persamaan regresi akan diestimasi dengan menggunakan metode ordinary least square (OLS).

1.4.3. Model Yang Digunakan

Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Bogdanov (2010), yang menentukan perilaku kebijakan fiskal dalam menghadapi perubahan siklus ekonomi (economic cycles) di negara-negara maju dan negara-negra berkembang. Model Bogdanov memasukkan variabel fiskal (pendapatan negara, belanja negara, dan keseimbangan anggaran) sebagai variabel dependen dan pendapatan nasional (PDB) sebagai variabel independen. Variabel-variabel  tersebut—kecuali keseimbangan anggaran—diukur berdasarkan rasio nilai masing-masing variabel terhadap populasi (per kapita). Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu : (i) ukuran per kapita tersebut dapat mewakili dedikasi pemerintah kepada setiap warga negara, dalam arti peranan negara bagi setiap individu; (ii) ukuran per kapita tersebut juga dapat dijadikan sebagai proksi standar hidup; dan (iii) ukuran per kapita tersebut dapat mewakili perubahan demografi (demographic shocks) yang terjadi. Berdasarkan penjelasan tersebut, dalam penelitian ini model yang akan diestimasi adalah sebagai berikut :

PERSAMAAN

dimana Tpc = penerimaan pemerintah riel per kapita, Gpc = belanja pemerintah riel per kapita, GDPpc = PDB riel per kapita, = rasio keseimbangan anggaran (budget balance) terhadap PDB, t = waktu, dan beta  koefisien yang akan diestimasi.

KOEFISIEN BETA

tabel 1.1Kriteria-kriteria tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

a.Kebijakan fiskal dikatakan countercyclical apabila laju pertumbuhan PDB per kapita (GDPpc) berhubungan positif dengan pertumbuhan penerimaan negara (Tpc), dan pada saat yang sama berhubungan negatif dengan pertumbuhan belanja negara (Gpc) dan defisit fiska.

b.Kebijakan fiskal dikatakan procyclical apabila laju pertumbuhan PDB per kapita (GDPpc) berhubungan negatif dengan pertumbuhan penerimaan negara (Tpc), dan pada saat yang sama berhubungan positif dengan pertumbuhan belanja negara (Gpc) dan defisit fiskal;

c.Kebijakan fiskal dikatakan acyclical apabila koefisien yang diestimasi tidak signifikan.

Disamping itu, dalam penelitian ini akan ditentukan siklikalitas kebijakan fiskal penstabil otomatis (automatic stabilizers) dan diskresioner (discretionary fiscal policy). Penstabil otomatis diproksikan dengan menggunakan (i) penerimaan pajak penghasilan (PPh), dan (ii) rasio belanja negara terhadap PDB.

Secara matematis siklikalitas penstabili otomatis dapat ditulis dalam bentuk persamaan berikut

stabilitaspenstabil

 

fiskal koefisienbersambung

 

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *