Sorgum Industri Pertanian dan Turunannya

Sorghum is such a great crop. It’s very drought-adapted, it’s a very resilient crop. It has a bright future, particularly when we are facing the increasing pressure of climate change, with less inputs we can have more grain yield – Dr Yongfu Tao

Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber panganpakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandumjagungpadi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara.

Sorgum juga mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5% – 7,9% dan 1,1% – 1,23%. Kandungan protein pun seimbang dengan jagung sebesar 10,11% sedangkan jagung 11,02%. Kandungan nutrisi sorgum, Kalori: 316, Protein: 10 gram, Karbohidrat: 69 gram, Serat: 6 gram, Vitamin B1: 26 persen dari kebutuhan harian.Vitamin B2: 7 persen dari kebutuhan harian, Vitamin B5: 7 persen dari kebutuhan harian., Vitamin B6: 7 persen dari kebutuhan harian.

Kandungan patinya sebesar 80,42% sedangkan kandungan pada jagung 79,95%. Hanya saja, yang membuat tepung sorgum sedikit peminat adalah karena tidak adanya gluten seperti pada tepung terigu. Selain itu Sorgum dikenal memiliki manfaat yang lebih baik daripada tepung terigu karena gluten free serta memiliki angka glikemik index yang rendah sehingga turut mendukung tren gerakan gluten free diet seperti di negara-negara maju.

Umur panen sorgum berkisar dari genjah (kurang dari 80 hari), sedang (80 – 100 hari), dan dalam (lebih 100 hari). Tinggi batang sorgum tergantung varietas berkisar dari pendek (< 100 cm), sedang (100 – 150 cm), dan tinggi (>150 cm). Tinggi tanaman varietas lokal mencapai 300 cm. Produksinya bisa 8 hinga 9 ton per hektar. Harga Sorgum Rp 5.000 per kilogram. Jika produksi 8 ton saja, maka hasil panen petani sebesar Rp 40 juta per hektar.

Industri Turunan

  1. Pengganti nasi putih.
  2. Pengganti tepung terigu
  3. Kecap manis dari sorgum
  4. Gula sorgum rendah glikemik Indeks
  5. Madu Nektar dari sorgum.

Indonesia

Di Indonesia, daerah pengembangan sorgum cukup luas. Saat ini, daerah penghasil sorgum meliputi Jawa Tengah (PatiDemakWonogiriGrobogan), Yogyakarta (Gunung KidulKulon Progo), Jawa Timur (LamonganBojonegoroTubanProbolinggo), dan sebagian daerah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Tanaman sorgum termasuk tanaman prioritas kedua untuk petani di Nusa Tenggara Timur setelah tanaman jagung, karena selain sorgum dapat ditanam pada lahan-lahan yang kurang menguntungkan, seperti memiliki curah hujan yang rendah, sistem pengairan yang terbatas, serta kondisi lahan yang tidak terlalu subur, tanaman sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Umur panen sorgum berkisar dari genjah (kurang dari 80 hari), sedang (80 – 100 hari), dan dalam (lebih 100 hari). Tinggi batang sorgum tergantung varietas berkisar dari pendek (< 100 cm), sedang (100 – 150 cm), dan tinggi (>150 cm). Tinggi tanaman varietas lokal mencapai 300 cm.

Produksinya bisa 8 hinga 9 ton per hektar. Harga Sorgum Rp 5.000 per kilogram. Jika produksi 8 ton saja, maka hasil panen petani sebesar Rp 40 juta per hektar.

Australia

Queensland adalah wilayah paling top  dengan produksi sorgum di Australia. Pada tahun 2020, produksi sorgum di Queensland adalah 313.206 ton yang menyumbang 78,80% dari produksi sorgum Australia. 5 wilayah lainnya adalah New South Wales, Victoria, Australia Barat, dan Australia Selatan.

Amerika Serikat

Kansas menghasilkan sorgum tertinggi  di AS. Pada tahun 2021  sekitar 265 juta bushel (ibushel = 25.40 kg) sorgum diproduksi di Kansas.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *