Noble Prize 2014 : Market power and regulation

Pemerintah menetapkan harga BBM dan menunjuk Pertamina serta memberikan monopoli untuk meeksplorasi, eksploitasi, memproduksi dan distribusi kepada masyarakat. Yang sering dikritisi apakah Pertamina efisien sehingga masyarakat memperoleh harga yang pantas. APBN menetapkan besarnya subsidi bertujuan agar masyarakat mampu untuk membeli BBM namun disisi hasil pajak untuk subsidi tersebut mengurangi dana untuk sektor lain.

Apakah Pemerintah mengetahui dengan tepat cost yang dikeluarkan Pertamina?  Apakah Pemerintah mengetahui dengan tepat cost yang dikeluarkan PT KAI? Terbukti PTKAI mampu meningkatkan efisiensi sekaligus meningkatkan kwalitas servisnya kepada masyarakat tanpa harus menaikkan harga.  Bagaimana jika Angkasa Pura menyembunyikan costnya? …….

Peraih Noble Prize tahun 2014 bidang ekonomi Jean Tirole seorang profesor asal Perancis  melalui karyanya berjudul Market Power and Regulation berhasil memperoleh hadiah tersebut. Berikut terjemahan dari cuplikan Prof Tirole:

Noble Price 2014

Market power and regulation

Jean Tirole lahir tahun 1953 adalah seorang profesor Perancis bdang ekonomi. Memilih fokus mengenai organisasi industri, game theory, banking dan finance serta ekonomi makro dan finansial. Meraih Nobel Prize dalam bidang ekonomi untuk analisanya tentang market power dan regulasi.

Regulation is difficult

Merasa perlu memilih sejumlah kegiatan tentang tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat yg dikelola oleh sektor publik ( Pemerintah ) , dan  mana yang  mesti dikelola oleh sektor swasta. Banyak negara membuka monopoli pelayanan masyarakat kepada Pemerintah bersama swasta. Hal ini berlaku di sejumlah industri seperti jalan KA, jalan raya, air bersih, pos dan telekomunikasi – namun juga di sektor pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan pengalaman hasilnya dari privatisasi mix dan kadang2 lebih sulit  dari pada yang di antisipasi untuk mendapat perusahaan swasta berperilaku sesuai harapan.

Ditemukan dua kesulitan utama. Pertama, banyak market di dominasi beberapa perusahaan  yang menguasai harga, volume dan kwalitas. Teori ekonomi tradisionil tidak biasa bekerja dalam kasus ini. Kesulitan kedua karena pemegang kekuasaan ( regulator )  untuk membuat regulasi namun  tidak  memiliki informasi yang cukup mengenai besarnya  biaya ( cost ) untuk  kwalitas dan servis. Kurangnya pengetahuan ini kadang2 menghasilkan atau memilih sejumlah perusahaan yang punya keunggulan biasa2 saja.

Before Tirole

Pada tahun 1980an sebelum Tirole mempublikasikan karya pertamanya,  resit tentang regulasi relatif  jarang, kebanyakan tentang bagaimana Pemerintah melakukan intervensi dan kontrol harga didalam kondisi market yang ekstrim monopoli dan perfect competation.

Kini para peneliti dan pemangku keputuan masih mencari prinsip2 umum ( general principles ) yang akan di aplikasikan terhadap sejumlah industri. Mereka melakukan sejumlah advokasi berupa aturan ( rules )  untuk membuat kebijakan ( regulatory policies ) seperti aturan limitasi harga ( Price caps ) terhadap perusahaan yng diberi monopoli serta melarang kerjasama dipasar yang sama ( supaya terjadi persaingan yg sehat ) , sementara itu mengijinkan kerja sama diantara perusahaan dalam posisi yang berbeda didalam rentang nilai rantai ( value chain ).

Dari hasil resit Tirole akan menunjukkan kepada kita bahwa aturan tersebut berjalan dengan baik didalam kondisi tertentu tetapi gagal di kondisi lain. Price caps bisa berjalan bagi perusahaan yang dominan yang memiliki motif kuat mengurangi biaya – bermanfaat bagi publik – tetapi juga memungkinkan sejumlah perusahaan lain  memperoleh keuntungan berlebihan – merugikan publik.

Kerjasama penentuan harga didalam market biasanya merugikan, tetapi kerja sama tentang kumpulan hak paten ( paten pools ) bermanfaat bagi pihak2 yang terlibat. Merger sebuah perusahaan  dengan rekanan ( supplier ) cepat unggul memimpin inovasi, namun hal ini bisa distorsi kompetisi.

Untuk tiba pada hasil maka  sebuah teori dibutuhkan  tentang market oligopoli, oleh karena privatisasi yg ekstensif tidak memiliki ruang yg cukup dan  sebatas  hanya beberapa  perusahaan. Juga dibutuhkan teori baru mengenai regulasi pada situasi assymetric of information, disebabkan para regulator memiliki sedikit pengetahuan tentang kondisi beberapa perusahaan yang dimaksud.

New theoretical tools

Resit Tirole akan membangun  metode science baru khusus dalam game teori dan kontrak teori.  Muncul harapan besar metode ini memberikan kontribusi terhadap kebijakan dalam praktek. Game teori akan membantu secara sistematis penelitian bagaimana perusahaan berreaksi  dalam kondisi berbeda dan terhadap berbagai perilaku.  Langkah selanjutnya mengusulkan regulasi yg tepat  berbasis pada teori kontrak  baru ( new theory of incentive contracts ) antara beberapa partai yang menerima informasi berbeda.

Bagaimanapun, meski banyak orang yg melihat resit tsb  tetap kesulitan untuk memecahkan.  Jean Tirole memulai resit terhadap regulasi dan oligopoli pada awal 1980an. Dia telah menerima gelar engineering dari École Polytechnique dan École Nationale des Ponts et Chaussées di  Paris dan matematik dari Université Paris-Dauphine. Tahun 1981 mendapat gelar Phd bidang ekonomi dari MIT, USA. Tools baru bidang ekonomi  dan pandangan mendalam sejumlah produksi industri yang telah dilakukan regulasi memberikan Tirole fondasi yang sangat bagus untuk memperbarui secara  mendalam analisa regulasi dan market power.

The regulator’s information problems

Pada tahun 1986 Tirole  bersama rekan mendiang Jean Jacquues Laffort  memberikan kontribusi penting tentang teori regulasi.  Mendemonstrasikan satu set kontrak produksi yg terhindar dari assymetric of information di market ketika pemegang otoritas  tidak memiliki pengetahuan yg cukup  mengenai biaya monopoli ( monopoly costs )  dan memilih teknik produksi.  Problem sentral adalah bagaimana memberikan kompensasi yg cukup tinggi untuk produksi , tanpa memakai uang pajak yg memang tidak diperlukan agar tercapai keuntungan yg besar. Laffort dan Tirole mendemonstrasikan bagaimana otoritas regulasi memecahkan dilema tsb.  Hasil yang elegan adalah pihak otoritas dapat memberikan kompensasi meski tidak cukup memiliki informasi tentang  kondisi perusahaan dengan cara memberikan pilihan2 dari menu mengenai kontsruksi suatu kontrak.  Terlepas tipe produser, dia akan memilih secara jujur  kontrak yg tepat yg bebas dari self interest.

Produser berbiaya mahal akan sulit untuk dipengaruhi karena akan memiih suatu kontrak dengan kompensasi tinggi untuk biaya yang dikeluarkan – dan dengan begitu memiliki sedikit motivasi untuk mengurangi biaya. Produser yang memiliki kemungkinan mengurangi biaya akan memilih kontrak yang relatif kecil kompensasinya terhadap biaya yg dia keluarkan  namun dengan mengenakan harga tinggi untuk servis2 yg dia berikan – berarti memiliki insentif yang besar untuk mengurangi biaya. Kontrak tunggal yg menentang kompromi antara berbagai aspek tersebut akan menghasilkan keuntungan yang berlebihan jika hal itu mudah untuk memotong biaya.

Selama tahun 1980an dan 1990an Laffont dan Tirole mengetrapkan teori mereka  terhadap sejumlah isu. Mereka merangkum hasil2 nya kedalam sebuah buku  tentang  public procurement and regulation yg diterbitkan pada tahun 1993, besar pengaruhnya untuk menjalankan regulasi dalam praktek.  Hasil teoritis mereka yang diperoleh dari studi empiris  adalah bagaimana tipe2 regulasi yg berbeda  dapat berjalan serta menerima dukungan yg meyakinkan terhadap industri perorangan ( individual industries ).

The dynamics of regulation

Dari banyak kasus, tumbuh sejumlah pertanyaan ttg kurun waku terhadap regulasi: Periode apa set regulasi pertama didesign, dan bagaimana di review serta di perbarui? Laffont dan Tirole membuat analisa terhadap pertanyaan2 tsb ke dalam dua artikel penting dari tahun 1988 dan 1990, berbasis karya Freixas, Laffont dan Tirole tahun 1985.

Dengan asumsi regulator dan produsen tidak bisa membuat kontrak jangka panjang, sebatas kontrak berjangka pendek. Berarti aksi produsen dapat berdampak terhadap regulasi dimasa depan.  Jika produsen tipe biaya rendah ( low cost producers ) bekerja keras dus meraih keuntungan besar selama kontrak pertama, pihak otoritas regulasi  kemungkinan memperketat keinginan ( demand )  terhadap kontrak berikutnya dengan tujuan mengurangi potensi keuntungan.  Resikonya para produser telah memprediksi dampak yg merugikan mereka menyebabkan mereka bekerja tidak optimal, sehingga  merugikan bisnis di sektor ini. Jika otoritas tidak mampu membuat kontrak jangka panjang maka tidak mungkin membuat produsen memilih usaha yang pantas pada tingkat biaya yang reasonable, berarti secara tidak langsung menjelaskan kondisi biaya – hal ini terjadi dengan cepat jika bisnisnya kompleks dan tidak menguntungkan, dan lebih lamban jika lebih sederhana serta lebih menguntungkan.

The regulator’s independence

Dibanyak negara kerangka regulasi pertama diputuskan oleh pejabat tinggi ( Pemerintah ) bersama  suatu otoritas publik kemudian menangani secara tepat regulasinya. Pada tahun 1986 Tirole  membuat analisa secara optimal reward system mirip dengan hierarchical relationship, melakukan studi kasus umum dengan satu pemilik ( principal ), satu supervisor ( foreman ) dan satu agen ( Pekerja ).  Problem utama bahwa otoritas dan perusahaan punya lebih banyak informasi tentang bisnis tsb dibandingkan Pemerintah.

Design kerangka yg buruk berarti akan timbul resiko kedua kelompok yg berkoalisi akan menyembunyikan informasi dari Pemerintah  demi keuntungan bisnis: pihak otoritas menjadi sasaran advokasi perusahaan. Pada tahun 1991 Laffont dan Tirole menguji bagaimanaseharusnya suatu  regulasi di design untuk meminimalkan resiko ini.

Hasil utama analisa mereka adalah Pemerintah harus membangun kerangka secara eksplisit dengan mempertimbangkan resiko dari pihak regulator menyembunyikan informasi dan bersekongkol  dengan perusahaanyang di regulasi. Meskipun dengan design kerangka yang bagus, regulator  kadang2 terlihat sebagai advokat perusahaan, namun terlepas hal ini akhirnya dia memilih tidak menjadi sasaran perampokan atau secara aktif menahan informasi.

Competition and strategic investments

Tidak hanya monopoli yg membutuhkan regulasi demikian pula dengan oligopoli. Bersama sama dengan co-author Tirole telah menyumbangkan kepada hukum persaingan usaha seperti analisa efek persaingan terhadap paten, keunggulan teknik dan strategi suatu investasi . Paten memberikan keunggulan strategi bagi perusahaan. Tirole bersama Drew Fudenberg, Richard Gilbert dan Joseph Stiglitz ( peraih Noble prize tahun 2001 bidang ekonomi ), membuat analisa kondisi persaingan kegiatan paten oleh perusahaan2. Mereka memprediksi persaingan intensif di beberapa wilayah dimana hanya ada beberapa perusahaan yg memiliki kapasitas setara, namun dengan level yang lebih rendah dalam investasi untuk kegiatan resit dan pengembangan ( R & D ) ketika salah satu sudah jauh kedepan.

Dalam suatu artikel yg ditulis sejak 1984, Fudenberg dan Tirole mempergunakan game theory untuk membuat analisa bagaimana suatu  perusahaan mampu mendikte ( influence ) kompetator secara strategis. Strategi investasi  yang memiliki efek jangka panjang  thd kemampuan meraih keuntungan.  Satu pertanyaan vital  adalah apakah investasi membuat perusahaan  berkompetisi lebih atau kurang agresif dimasa mendatang.  Sebagai contoh apakah suatu investasi dapat mengurangi keuntungan marginal suatu perusahaan.  Di beberapa market, investasi agresif dihargai dengan mundurnya pesaing. Di market lain  suatu investasi yg demikian  merugikan, mereka akan mengalami suatu perilaku agresif.

Hasil pendalaman terhadap kondisi  industri secara  spesifik  menunjukkan pentingnya menentukan tipe strategi yang paling  menguntungkan  di industri tersebut.  Hal ini suatu insight kepada praktisi dan penguasa kompetator  Praktisi dapat saja membuat kesalahan jika tidak secara  kritis mentransfer pelajaran yang diperoleh dari satu ke pasar yang lain., dan pihak otoritas  bisa membuat kesalahan jika melakukan regulasi terhadap perusahaan  tanpa memperhatikan kondisi spesifik market nya.

Competition in specific markets

Tidak ada solusi yang simplel dan  standar mengenai kebijakan regulasi dan kompetisi, apa yang tepat di tempat yang satu akan bervariasi ditempat yang lain. Oleh karena itu Jean Tirole melakukan studi terhadap market  yg spesifik , berkontribusi  menuju  teori baru dalam perspektif.  Secara tradisi pemotongan harga  patuh terhadap hukum kompetisi, oleh karena harga dibawah biaya produksi adalah salah satu cara menyingkirkan kompetator. Bagaimanapun hal ini tidak berlaku disemua market.  Kita perhatikan market surat kabar sebagai misal, dengan pemberian secara gratis adalah cara untuk menarik pembaca yg berarti advertising baru untuk menutup lost di produksi dan distribusi.  Apakah hal ini pemotongan harga harus dilarang. Bekerja sama dengan Jean – Charles Rochet, Tirole telah meningkatkan pengertian kita tentang platform market dimana terdapat hubungan yang kuat antara para pemain dari posisi berbeda pada technical platform seperti pembaca dan advertisers. Contoh lain dari platform yang serupa adalah credit/debit card, search engines dan social media.

Competition and vertical restraints

Apa yang bakal terjadi jika seseorang memonopoli di suatu sektor dimana production chain penting?  Problem klasik ini di ilustrasikan  oleh fenomena moderen:   suatu perusahaan software  atau operating sistem  mendominasi di wilayahnya. Sebelumnya dipercaya bahwa perusahaan seperti itu memonopoli keuntungan diwilayahnya sendiri namun kompetisi mencegah mereka memanfaatkan posisi yg dimiliki pada “ next link “ dari production chain. Hasil dua studi, satu bersama Patrick Rey dalam tahun 1986 dan yg lain dengan Oliver Hart dalam tahun 1990, Tirole mendemonstrasikan bahwa hal itu tidak benar; dengan menguasai one link dari suatu chain memungkinkan memonopoli keuntungan di market pada link berikutnya. Dalam realita, kadang2 mendestorsi kompetisi di market tetangga dimana monopolis mampu membuat keuntungan. Contohnya produsen dari cost reducing suatu inovasi yng di patenkan. Jika perusahaan2 tsb  adalah pembeli potensial dari produk inovasi dipasar yg kompetisinya stiff, produsen akan kesulitan untuk mendapat uang yang banyak jika dia menjual  kepada semua perusahaan pada waktu yang bersamaan;  market competition memproduksi dengan keuntungan yang rendah meskipun sudah mereduksi biaya, dengan begitu produsen mempertahankan harga yang lebih rendah.

Bagaimanapun jika inovasi dijual kepada satu perusahaan , perusahaan ini mendapat keuntungan yang tinggi karena lebih efisien dibandingkan kompetator. Produsen kemudian dapat menetapkan harganya cukup tinggi.  Bagaimanapun hal ini jauh dari jelas produsen dapat komit  menjual kepada satu perusahaan. Sekali sales diputuskan akan bermaanfaat bagi produsen dan kepada beberapa perusahaan namun jika langganan pertama menyadari resiko ini maka kesediaan untuk membayar pada harga yg baik akan luntur. Produsen harus berjanji untuk tidak menambah sales. Agar supaya janji ini kredibel diperlukan apakah menandatangani kontrak eksklusif atau merger dengan  ke dua perusahaan.  Hukum kompetisi harus menimbang diantara keduanya : di satu sisi  kontrak vertikal membatasi kompetisi namun disisi lain memperlemah inovasi.  Pertimbangan seperti itu memberikan suatu fondasi yang baru dan kuat untuk legislasi dan kebutuhan legal berkaitan dengan vertikal kontrak dan merger.  Hal ini suatu contoh  dari hasil yang umum yang sama :  kebijakan kompetisi yang diinginkan berbeda dari pasar yang satu dengan pasar yang lain (desirable competition policies are different from market to market )

Overall contribution

Kontribusi dari hasil resit Jean Tirole  ditandai dengan studi yg mendalam,  memperhatikan kekhususan market yang berbeda beda,  serta memakai dengan trampil metode analisa ekonomi. Dia melakukan pinetrasi mendalam di isu sentral darioligopoli dan assymetric of informaion,  namun dia juga memanaj  hasil yang diperolehnya dengan hasil pihak lain menuju kerangka yang koheren mulai dari pengajaran, aplikasi praktis dan resit berlanjut.  Tirole menekankan terhadap  teori normatif dari regulasi dan kebijakan kompetisi secara praktikal merupakan kontribusinya yang penting.

Video

Isi lengkap mohon click kumpulanstudi-aspirasi.com

gandatmadi46@yahoo.com ( admin )

 

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *