Penyebab Utama
(A)Selisih suku bunga (updated & terukur)
- Federal Reserve: 3,50%–3,75%
- Bank of Japan: 0%–0,5%
- Bank Indonesia: 4,75%
- People’s Bank of China: ~3,00% (LPR 1Y)
Spread utama:
- US vs Jepang: +3,0% s.d +3,5%
- US vs China: +0,5%
- US vs Indonesia: -1,0% (Indonesia lebih tinggi)
Interpretasi berbasis data:
- Driver utama sekarang = Jepang (yield gap besar)
- Bukan lagi broad-based seperti 2022–2024
(B)Yield obligasi pemerintah (real driver pasar)
- US 10Y Treasury: ±4,2%–4,5%
- Jepang 10Y: ±0,9%–1,1%
- Jerman 10Y: ±2,3%–2,6%
Spread:
- US vs Jepang: +3,3%
- US vs Eropa: +1,8%–2,0%
Dampak terukur:
- Investor global membeli USD → beli obligasi AS
→ menaikkan DXY
(C)Pertumbuhan ekonomi relatif (GDP)
- AS: 2,0%–2,5%
- Zona Euro: 0,8%–1,2%
- Jepang: ±1,0%
Data menunjukkan: AS tumbuh lebih kuat → arus modal masuk ke USD
D)Safe haven demand (risk-off)
Indikator (2026):
- Volatilitas global meningkat
- Ketegangan geopolitik
Dampak: Permintaan USD naik meski suku bunga tidak ekstrem
(E)Pelemahan komponen utama DXY (faktor mekanis)
Euro:
- Dari 1,10 → 1,07–1,08 USD/EUR
- Perubahan: -2% s.d -3%
Yen:
- Dari 145 → 150–155 USD/JPY
- Perubahan: -5% s.d -7%
3)Update data kurs Asia (revisi realistis 2025 → Mei 2026)
| Mata uang | Sebelumnya | Sekarang | Perubahan |
| IDR | 15.300 | 17.300–17.600 | 🔻 ~13%–15% |
| MYR | 4,60 | 4,80–4,90 | 🔻 ~4%–6% |
| SGD | 1,33 | 1,36–1,38 | 🔻 ~2%–4% |
| THB | 35,0 | 37,0–38,0 | 🔻 ~6%–9% |
| KRW | 1.300 | 1.400–1.450 | 🔻 ~8%–12% |
| CNY | 7,10 | 7,25–7,35 | 🔻 ~2%–4% |
| JPY | 145 | 155–160 | 🔻 ~7%–10% |
Apakah suku bunga BI vs FED rate terlalu rendah?
*Bank Indonesia (BI Rate): ±4,75%
*Federal Reserve (Fed Funds): ±3,50%–3,75%
*Indonesia lebih tinggi ~1%
Tapi pasar tidak melihat “nominal rate”yang dilihat
(A)Real interest rate (dikurangi inflasi)
Perkiraan:
- Inflasi Indonesia: ±3%–3,5%
- Inflasi AS: ±2,5%–3%
Real rate:
- Indonesia: ~1,25%–1,75%
- AS: ~0,75%–1,25%
Selisih real:
- Indonesia hanya unggul ~0,5%
Ini sangat kecil untuk menarik dana global
(B)Risk premium (faktor kunci)
Investor mempertimbangkan risiko:
| Faktor | Indonesia | AS |
| Risiko kurs | tinggi | sangat rendah |
| Likuiditas | terbatas | sangat dalam |
| Risiko politik/global | lebih tinggi | rendah |
| Status safe haven | tidak | ya |
Investor minta premium tambahan ~2%–4% untuk Indonesia.
(C)Risk-adjusted return (inti masalah)
Secara sederhana:
- Return Indonesia: ~4,75%
- Dikurangi risiko: -2% s.d -4%
Effective return bisa kalah dari USD
Sementara:
- US Treasury: ~4,2%–4,5%
- Risiko: hampir nol
Maka: USD tetap lebih menarik.
Implikasi ke Rupiah
Walaupun BI Rate > Fed Rate:
- Selisih terlalu kecil
- Tidak menutup risiko
- Capital tetap keluar
Rupiah melemah ke: 17 300/US$
posting oleh gandatmadi46@yahoo.com
