Era naturalisasi modern PSSI dapat dibagi menjadi:
1.Era Nurdin Halid (2010–2011) dng pemain Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo.
Ranking FIFA 137 – 127
2.Era Djohar Arifin Husin hingga Edy Rahmayadi (2011–2019)
Naturalisasi tetap berjalan tetapi tidak terstruktur sebagai program diaspora besar.
Nama-nama yang muncul: Diego Michiels, Sergio van Dijk, Stefano Lilipaly, Raphael Maitimo, Ezra Walian, Beto Gonçalves, Esteban Vizcarra, Otavio Dutra
Ranking FIFA 142 – 173
3.Era Shin Tae-yong dan Erick Thohir (2020–sekarang)
Karakteristiknya berbeda: Fokus pada pemain keturunan Indonesia yang bermain di Eropa. Usia lebih muda. Ditujukan untuk proyek jangka panjang menuju Piala Dunia.
Contohnya: Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, Maarten Paes
Ranking FIFA 173 – 122.
Ranking Terbaik Indonesia Sepanjang Era Modern
Menurut data FIFA, Indonesia pernah mencapai peringkat tertinggi 76 dunia dalam sejarahnya (era 1998), sedangkan pada era Shin Tae-yong–Erick Thohir posisi terbaik yang telah dicapai adalah 118 dunia pada 2025 sebelum kembali berada di peringkat 122 pada awal 2026.
| era | Pemain naturalisasi | persen |
| Era Nurdin Halid (2010–2011) | 2 | 6,5% |
| Era Djohar Arifin Husin hingga Edy Rahmayadi (2011–2019) | 15 | 48,4% |
| Era Shin Tae-yong dan Erick Thohir | 14 | 45,2% |
Dampak Naturalisasi terhadap Ranking FIFA
| Negara | Ranking FIFA sekitar 2019 | Ranking FIFA 2026* | Keterangan |
| Indonesia | 173 | ~122 | Naturalisasi diaspora cukup intensif |
| Vietnam | ~94 | ~110–115 | Mayoritas pemain lokal |
| Thailand | ~113 | ~100 | Mayoritas pemain lokal |
| Jepang | ~28 | ~15–18 | Hampir seluruhnya hasil pembinaan domestik |
| Australia | ~42 | ~25–30 | Kombinasi pembinaan dan naturalisasi terbatas |
Indonesia naik sekitar 50 peringkat FIFA dalam 6 tahun terakhir, salah satu kenaikan terbesar di Asia.
Kunci sukses Jepang: investasi akademi sejak 1990-an, kompetisi profesional kuat, ekspor pemain ke Eropa
Kunci sukses Australia: 10–20% skuad berasal dari pemain naturalisasi atau migran generasi pertama. 80–90% berasal dari pembinaan domestik.
Thailand pernah menaturalisasi beberapa pemain tetapi jumlahnya terbatas. Mayoritas pemain timnas Thailand berasal dari: akademi klub, liga domestik yang stabil
Vietnam relatif jarang menggunakan naturalisasi. Pada puncak prestasinya (2018–2022): mayoritas 100% pemain lokal, fokus pada pembinaan usia muda, keberhasilan pelatih Park Hang-seo
Namun belakangan Vietnam mulai membuka pintu lebih lebar bagi pemain keturunan karena perkembangan mulai stagnan.
posting oleh gandatmadi46@yahoo.com
