Sri Mulyani Jamin Wariskan APBN yang Sehat kepada Menkeu Selanjutnya

Sri Mulyani mengungkapkan Kementerian Keuangan yang dipimpinnya memiliki tanggung jawab untuk mengawal transisi dengan memberikan APBN yang sehat kepada pemimpin masa depan.

“Tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa kami akan memberikan warisan anggaran yang sehat dan kredibel yang cukup kuat,” kata Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum 2024, Selasa (5/3/2024).

“Sehingga setiap pemerintahan baru yang terpilih akan dapat melanjutkan pola yang ada selama ini dan juga terus mencapai tujuan pembangunan atau janji politik yang telah diumumkan,” tegasnya. Tak akan khawatir pengelolaan APBN ke depannya akan seperti apa. Ia berpendapat, ini karena pemerintahan di Indonesia sudah berkali-kali berganti setiap masa transisi saat Pilpres.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat kunjungan dari Vice President Moody’s Sovereign Risk Group Anushka Shah dan VP Senior Credit Officer Martin Petch pada Senin, (4/3/2024). Dalam pertemuan itu, Sri Mulyani menjamin masa depan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI aman.

“Sore ini, saya menyambut VP Moody’s Sovereign Risk Group Anushka Shah dan VP Senior Credit Officer Martin Petch sebagai pertemuan awalan kunjungan tahunan mereka dalam rangka pengeluaran rating baru,” tulis Sri Mulyani di akun Instagram @smindrawati, dikutip Selasa (5/3/2024).

Dia mengatakan Moody’s adalah salah satu lembaga rating internasional. Rating terakhir yang diberikan Moody’s kepada Indonesia keluar pada 10 Februari 2022 dengan peringkat Baa2 dan outlook yang stabil.

G20 Brazil

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru saja menghadiri pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G20 di Brasil pada 28 – 29 Feb 2024. Ada sederet persoalan global yang menjadi perhatian banyak negara.

Salah satunya adalah mengenai pengelolaan fiskal. Sebanyak 52% negara berkembang di dunia terjerat utang. APBN-nya tidak sehat, utangnya dalam kondisi yang tertekan dan mereka tidak memiliki akses terhadap capital sehingga mereka tidak mampu pulih sejak pandemi dan ini butuh dukungan,” jelas Sri Mulyani.

Dalam situasi tersebut, kata Sri Mulyani sangat diperlukan institusi multilateral agar menjadi solusi. Terutama dalam persoalan pembiayaan.

Masalah selanjutnya adalah kelaparan yang melanda negara miskin. Salah satu pemicunya yaitu krisis pangan yang mengakibatkan beberapa negara produsen pangan mulai memproteksi sumber daya.

Sri Mulyani menambahkan isu yang juga dibahas adalah perubahan iklim atau climate change, khususnya dari sisi pembiayaan.

Bertemu  Nobel Prize laureates 2001 Joseph Eugene Stiglitz 

Bersama Mari Pangestu dan Chatib Basri memenuhi undangan dinner Prof Stiglitz ((8/9/2023). “Kami ngobrol mengenai kondisi dan outlook ekonomi dunia terutama di Amerika Serikat, RRT dan Eropa. Perlemahan ekonomi dikombinasikan dengan tantangan inflasi , suku bunga tinggi dalam jangka cukup panjang akan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia,” tulisnya dalam akun Instagram.

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published.