Perlombaan Terbesar di Asia : Mana yang lebih cepat: India atau Indonesia?

Majalah The Economist edisi 30 Maret 2023 lalu memuat artikel Internasional mengenai “Asia’s Greatest Race : Mana yang lebih cepat: India atau Indonesia? Kedua negara memelopori cara baru untuk menjadi kaya di dunia yang bermasalah.

Jika Anda mencari peluang pertumbuhan di antara 20 ekonomi terbesar dunia, ada dua yang menonjol: India dan Indonesia. Raksasa Asia, dengan populasi gabungan 1,7 miliar, diperkirakan oleh IMF akan menjadi dua ekonomi teratas dengan pertumbuhan tercepat pada tahun 2023, dan selama lima tahun ke depan. Keduanya merintis strategi untuk menjadi lebih kaya di era de-globalisasi, geopolitik yang sarat, otomatisasi, dan pergeseran energi, bahkan ketika mereka mencari formula politik yang memenangkan pemilu dan menghindari keresahan sosial. Apakah mereka berhasil tidak hanya penting bagi orang-orang mereka dan para investor mempertaruhkan miliaran dolar untuk mereka. Ini juga akan menjadi contoh bagi banyak negara lain yang mencari cara baru dan andal untuk berkembang di tahun 2020-an dan seterusnya.

Sekilas, India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Keduanya dipimpin pemimpin karismatik yang pertama kali terpilih pada 2014, dan keduanya akan menggelar pemilu tahun depan. Narendra Modi, perdana menteri India, dan Joko Widodo (dikenal luas sebagai Jokowi), presiden Indonesia, terjun dalam politik lokal dan memiliki reputasi untuk menyelesaikan sesuatu. Mereka sangat luas (India memiliki 1,4 miliar orang dan Indonesia 280m) dan negara-negara yang relatif muda dengan berbagai etnis dan bahasa.

India dan india sama-sama memiliki Menteri Keuangan Perempuan. Menkeu Jndonesia Sri Mulyani Indrawati dan Menkeu India Nirmala Sitharaman.

Beberapa statistik perbandingan India dan Indonesia:

GDP (current price):
– India : $3,74 triliun
– Indonesia : $1,34 triliun

GDP per capita :
– India : $2,6 ribu/capita
– Indonesia : $5,02 ribu/capita
Populasi :
– India : 1,4 miliar
– Indonesia : 273,5 juta

Keseimbangan Fiskal (defisit APBN):
– India : -8,87% GDP
– Indonesia : -2,55% GDP

Primary balance :
– India : -3,56% GDP
– Indonesia : -0,5% GDP

Public debts (Hutang Pemerintah)/GDP:
– India : 83% GDP
– Indonesia : 39,1% GDP

diposting oleh gandatmadi46@yahoo.com

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published.